
Sudah satu Minggu Boy tidak bertemu dengan istrinya. Saking rindunya dengan istrinya semua pakaian yang ada di lemari milik Kayo dibongkar olehnya dan diletakkan diatas kasurnya.
"Aku merindukan mu Mom hiks hiks mengapa meninggalkanku, aku juga merindukan anak-anak kita." kata Boy sambil memeluk baju Kayo
Mama Kinan yang tidak sengaja lewat didepan kamar Boy merasa kasihan kepada anaknya yang sangat merindukan istrinya itu. Selama satu Minggu juga Boy hanya mencari Kayo kesemua tempat. Boy selalu datang Kemansion Elle untuk menunggu istrinya, dia yakin pasti Kayo akan pulang ke mansion Elle. Tapi akhirnya dia akan pulang tanpa hasil, dan hanya membawa kerinduan.
"Kasihan sekali, tapi aku tidak mungkin mengatakan Kayo ada dimana. Sedangkan Kayo tidak ingin bertemu dengannya." batin Mama Kinan.
Saat sedang asyik mendengar keluh kesah Boy dari balik pintu, Mama Kinan mendapat telpon dari Kayo jika dia akan melakukan pemeriksaan kandungan karena sudah dua hari ini perutnya terasa kram.
"Iya nanti Mama akan menemanimu." kata Mama Kinan dan langsung mematikan sambungan telpon.
Setelah sambungan telpon diputus, Mama Kinan langsung pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Saat Mama Kinan turun kebawah, Mama Kinan melihat Boy yang juga turun kebawah yang sudah rapi, tapi wajahnya tidak secerah dulu sebelum Kayo pergi dari mansion.
"Kau mau kemana" kata Mama Kinan
"Ada pekerjaan yang tidak bisa diwakilkan oleh Leo, jadi aku yang harus datang " kata Boy
"O...ya sudah pergilah " kata Mama Kinan.
"Mama mau kemana?" kata Boy yang melihat Mama Kinan sudah rapi seperti orang yang ingin pergi
"Mama mau bertemu dengan teman Mama." kata Mama Kinan
"Ya sudah, aku pergi dulu Mama." kata Boy dan langsung keluar dari mansion menuju mobilnya karena Leo sudah menunggunya.
"Dimana kita akan melakukan pertemuan" kata Boy saat sudah masuk kedalam mobil.
"Kita akan melakukan pertemuan di restoran xxxx tuan." kata Leo
"Apa kau menemukan keberadaan istriku." kata Boy sambil memainkan ponselnya yang sedang melihat foto istrinya.
"Maaf Tuan, kami belum menemukan keberadaan nona Kayo." kata Leo
"Baiklah, terus cari dimana keberadaan istriku." kata Boy
"Baik Tuan." kata Leo.
"Aku merindukanmu Mom, Mommy dimana, bagaimana keadaan anak-anak kita." batin Boy sambil melihat foto Kayo.
Sekarang Kayo dan Mama Kinan sedang menuju kerumah sakit untuk memeriksakan kandungan Kayo.
"Apa sakitnya sering" kata Mama Kinan sambil mengelus perut Kayo yang sedikit membuncit karena Kayo hamil anak kembar.
"Kadang-kadang sakit ma, makanya aku ingin memeriksakannya." kata Kayo
"Baiklah, semoga tidak terjadi apa-apa dengan kandungan mu." kata Mama Kinan
"Iya Mama." kata Kayo
"Apa kau tidak mau bertemu dengan Boy, dia merindukanmu." kata Mama Kinan
"Nanti saja ma, aku ingin sendiri dulu." kata Kayo.
"Baiklah, terserah padamu saja. Mama selalu mendukung keputusanmu, dia memang harus diberi pelajaran karena mulutnya itu." kata Mama Kinan sambil tersenyum kepada Kayo.
__ADS_1
Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Kayo. Sekitar sepuluh menit menunggu mereka akhirnya masuk kedalam ruang dokter kandungan, setelah pemeriksaan dokter mengatakan hal itu biasa karena pembesaran rahim. Setelah mendapatkan vitamin untuk kandungannya, Kayo dan Mama Kinan pun pergi dari rumah sakit.
"Ma, aku lapar." kata Kayo
"Baiklah, kamu mau makan dimana." kata Mama Kinan
"Aku mau makan di restoran xxxx ma. Aku suka sekali makanan yang ada disana." kata Kayo
"Baiklah, kita akan pergi makan disana nanti." kata Mama Kinan.
Setelah setengah jam mereka sampai di restoran yang Kayo inginkan.
"Ayo ma, cepat aku sudah lapar." kata Kayo
"Iya sayang, pelan-pelan saja jalannya." kata Mama Kinan yang melihat Kayo yang berjalan dengan cepat karena saking lapar ya.
Mereka mencari tempat yang berada didekat kaca agar bisa melihat kearah jalan. Saking laparnya Kayo memesan banyak makanan membuat Mama Kinan heran. tidak begitu lama makanan yang Kayo pesan datang, membuat Mama Kinan melongo melihat pesanan Kayo yang memenuhi meja makan mereka.
"Sayang, apa kau sanggup memakannya." kata Mama Kinan.
"Iya" kata Kayo sambil memakan makanan yang dia pesan.
"Apa enak" kata Mama Kinan
"Iya Mama enak sekali, aku suka." kata Kayo yang terus makan.
Sedangkan Boy masih duduk di sebuah meja di restoran, setelah melakukan pertemuan dengan kliennya.
"Tuan, makan lah. Sejak dari tadi anda tidak memakan stek yang ada di piring anda." kata Leo
"Aku merindukan istriku." kata Boy
"Aku sangat merindukannya." kata Boy
"Tuan saya permisi dulu." kata Leo yang ingin ke toilet
"Pergilah." kata Boy
Saat Leo ingin berjalan kearah toilet, Leo melihat wanita yang telah membuat Tuannya galau selama satu Minggu ini. Leo langsung berlari menuju meja Tuannya, membuat boy terkejut karena ulah Leo.
"Apa apa, mengapa kau berlari." kata Boy
"N...nona Kayo ad-" perkataan Leo dipotong oleh Boy
"Ada apa dengan istriku." kata Boy langsung berdiri dari duduknya.
"Nona Kayo ada di restoran ini di de-" kata Leo terhenti karena Boy yang sudah pergi dari hadapannya mencari istrinya.
Boy memandang ke segala arah di restoran tersebut melihat dimana keberadaan istrinya. Rasa rindu yang membuncah seketika hilang saat melihat istrinya yang ada disebuah meja, sedang makan dengan lahapnya bersama dengan mama Kinan.
"Mommy" kata Boy
"Mommy, Daddy hiks hiks merindukan Mommy." kata boy dengan lirih sambil berjalan kearah meja yang ada istrinya di sana.
"Mommy" kata Boy saat sudah ada didekat Kayo
Kayo langsung terdiam saat mendengar ada yang menyebut kata Mommy, mendengar itu Kayo langsung mengarahkan pandangannya pada suara tersebut. Sendok yang ada ditangannya terjatuh kelantai saat melihat orang yang sangat dirindukannya berada didepan matanya.
__ADS_1
Sebenarnya Kayo sangat merindukan Boy, tapi karena ego nya yang kuat membuatnya membuang rasa rindu itu.
"Mommy" kata Boy kembali
Kayo langsung menangis saat mendengar perkataan Boy
"Maafkan aku Mom, Daddy yang salah. Maaf kan perkataan Daddy yang telah menyakiti hati Mommy. Mommy boleh melakukan apapun pada Daddy, Mommy boleh memukul Daddy sepuasnya tapi jangan sampai mati ya. Jika mati Daddy tidak bisa masuk ke sangkar Mommy lagi." kata Boy sambil memegang tangan Kayo sambil berlutut didepan Kayo.
Mama Kinan yang melihat itu sangat sedih melihat anak dan menantunya yang dalam keadaan seperti ini, tapi saat mendengar perkataan terakhir anaknya membuat Mama Kinan menepuk jidatnya karena anaknya masih saja memikirkan hal tersebut.
"Ya ampun anak ini masih aja sempat-sempatnya memikirkan hal itu." batin Mama Kinan sambil menepuk jidatnya.
"Aku Hiks hiks benci kamu" kata Kayo sambil menangis, semenjak hamil Kayo menjadi wanita yang cengeng.
"Iya Daddy tau, tidak apa Mommy membenci Daddy tapi jangan pernah meninggalkan Daddy lagi. Daddy merindukan Mommy dan juga calon anak-anak kita." kata Boy sambil mengelus perut rata Kayo.
"Mommy, maafkan Daddy ya." kata Boy langsung memeluk Kayo karena saking rindunya.
"Maafkan Daddy ya." kata Boy kembali tapi tidak ada jawaban dari Kayo membuat Boy heran.
"Mommy" kata Boy kembali, tapi tidak ada juga sahutan.
Boy langsung melepas pelukannya kepada Kayo, dan hal yang membuat Boy menjadi ingin tertawa ternyata istrinya malah tertidur karena pelukannya.
"Ya ampun mengapa dia tertidur." kata Boy
"Sudah, cepat bawa pulang istrimu. Kau harus tau dia juga sangat merindukanmu, dia tidak mau pulang karena masih ingat akan kata-kata mu yang menyebutnya wanita-" perkataan Mama Kinan langsung di potong Boy.
"Aku tidak akan mengatakan seperti itu lagi kepadanya." kata Boy sambil mengangkat Kayo kedalam gendongannya.
"Iya, cepat bawa dia pulang sebelum dia merasa terganggu." kata Mama Kinan
"Iya." kata Boy sambil berjalan dengan cepat pergi meninggalkan Mama Kinan, dan membawa istrinya ke mobil miliknya yang sudah ada Leo yang menunggu.
Setelah masuk kedalam mobil, dan mobil dikendarai Leo meninggalkan restoran Boy merasa ada yang dilupakannya.
"Aku seperti melupakan sesuatu." kata Boy
"Apa Tuan" kata Leo
"Entahlah, aku lupa." kata Boy
Sedangkan Mama Kinan sangat jengkel karena dia ditinggal seorang diri di restoran tersebut.
"Dasar anak dan menantu kurang ajar, Mama sendiri ditinggal di sini." teriak Mama Kinan saat di parkiran, karena mereka tadi pergi menggunakan taksi agar tidak bisa dilacak oleh Boy dan juga anak buahnya.
Bersambung....
Visual
Boy Fernandes
Kinan Fernandes
__ADS_1
Luis Fernandes