
Didalam sebuah ruangan Felicia berteriak dengan kencang karena di tempatkan disebuah ruangan yang penuh dengan benda-benda yang sangat menggerikan.
"Keluarkan aku, dasar bajingan kalian." teriak Felicia pada orang yang berdiri diam di pojok ruangan.
"Hei apa kau tuli hah lepaskan aku." teriak Felicia
"Bang*at kalian semua akan aku bunuh kalian." teriak Felicia
Tidak begitu lama masuklah Elle beserta rombongannya. Melihat Elle yang datang membuat Felicia semakin marah.
"Kau wanita ja*ang lepaskan aku sekarang." teriak Felicia
Plak
"Diam" kata Kayo
"Apa kau hah, wanita murahan. Beraninya kau menamparku, akan aku bunuh kau." kata Felicia dengan berani.
"Apa maksudmu mengatai kekasih ku wanita murahan hah." teriak Boy masuk bertepatan saat Felicia mengatai Kayo wanita murahan.
"T...tuan Boy." kata Felicia terbata-bata
"Sekali lagi kau mengatai kekasihku akan aku buat mulutmu itu tidak akan berfungsi lagi selamanya." kata Boy marah saat kekasihnya di bilang seperti itu.
"Sweety, jangan berdiri duduk lah." kata Arc kepada Elle dan meletakkan kursi di belakang Elle.
"Hemmmm" kata Elle
"Lepaskan aku cepat." teriak Felicia
"Jika aku tidak mau kau mau apa" kata Elle
"Lihat tuan Arc, sikap istri Anda sangat buruk sebaiknya tinggalkan saja wanita seperti dia itu." kata Felicia "Apa kau tau dia itu wanita murahan, dia menggoda pacarku sehingga mau menikah." kata Felicia kepada Arc agar terprovokasi dan langsung marah kepada Elle.
"Semoga dia percaya dengan ucapan ku, jika dia itu wanita murahan." batin Felicia
"Apa benar seperti itu Sweety." kata Arc kepada Elle.
"Apa wajahku kelihatan seperti wanita murahan honey" kata Elle kepada Arc
"Tidak Sweety" kata Arc "Tapi kamu wanita murahan saat berada didalam kamar bersama ku." bisik Arc ditelinga Elle, mendengar itu Elle langsung mencubit pinggang Arc.
"Aduh Sweety, sakit." kata Arc
__ADS_1
"Kau dengarkan apa kata suamiku, aku ini tidak seperti yang kau katakan." kata Elle kepada Felicia
"Cih, Anda sungguh bodoh tuan Arc percaya dengan wanita ini. Wanita murahan dan juga ja*ang seperti dia itu seharusnya di singkirkan dari hidup Anda." kata Felicia dan meludah kearah Elle, untung saja jarak Elle dan Felicia cukup jauh jadi tidak terkena padanya.
"Apa kau bilang tadi, aku wanita murahan dan ja*ang." kata Elle sambil menghampiri Felicia
"Iya, kau itu wanita ja*ang dan murahan" kata Felicia dengan berani.
Plak
Plak
"Berani sekali kau mengatai aku seperti itu, apa kau tidak berkaca hah yang ja*ang itu adalah kau. Apa kau mau aku tunjukkan bukti seperti apa keja*angan mu itu." kata Elle
"Hahahaha siapa takut, kau kira aku tidak berani denganmu itu hah." kata Felicia
"Bagus, kau yang menginginkannya akan aku tunjukkan. Tapi sebelum itu kau harus tau bahwa orang yang membuat kau batal menikah adalah hasil perbuatan ku dan juga saat kau dikeroyok oleh wanita-wanita yang suaminya menjadi teman ranjang mu adalah aku." kata Elle dengan santainya.
"Bang*at kau, akan aku bunuh kau. Ternyata kau yang membuat aku batal menikah dengan Mark. Aku akan memberitahu ini semua kepada Mark agar kau mendapat pelajaran darinya. Bang*at kau." teriak Felicia
"Sebelum kau membunuhku, aku yang akan membunuhmu." kata Elle langsung menendang Felicia, membuat Felicia terjungkal dari kursinya.
"Sweety jangan terlalu banyak bergerak, ingat kandungan mu." kata Arc memperingati Elle yang akan menendang Felicia kembali, mendengar perkataan Arc Elle langsung memandang kearah Arc dengan tatapan tajamnya.
Boy yang melihat Arc, yang langsung diam saat melihat Elle melototkan matanya kearahnya sekuat tenaga menahan ketawanya.
"Apa kau, kau belum saja merasakan apa yang aku rasa. coba saja jika kau mendapat tatapan seperti itu dari kekasihmu, aku yakin kau akan langsung merengek ketakutan." kata Arc saat tidak sengaja melihat Boy yang menahan ketawanya.
"Aku tidak akan seperti ya-" perkataan Boy terhenti ketika mendengar satu kata dari kekasihnya.
"Diam" kata Kayo saat mendengar Boy yang membuat keributan saat nonanya akan melakukan permainan.
"Bukan aku sayang, dia yang mengajakku. Jangan marah ya." kata Boy sambil memeluk lengan Kayo.
"Cih dasar mafia bucin." kata Arc
"Apa k--" perkataan Boy langsung terhenti ketika Kayo berdehem.
"Iya maaf aku akan diam." kata Boy sambil menundukkan wajahnya.
"Hahahaha sakit perutku." kata Arc ketika melihat Boy langsung tak berkutik ketika Kayo sudah bertindak.
Beralih kepada Elle yang saat ini berada didekat Felicia yang sedang merintih kesakitan karena dadanya ditendang oleh Elle.
__ADS_1
"Aku akan membalas rasa sakit yang pernah kau berikan untukku." kata Elle
"Kau pantas menerima itu, seharusnya waktu itu aku membunuhmu." kata Felicia sambil menahan rasa sakitnya.
"Terimakasih karena membiarkan aku hidup, kalau begitu sekarang giliran aku yang akan menyiksamu sampai mati." kata Elle sambil menyeringai
"Kau gila, harusnya kau melepaskan aku karena aku tidak jadi membunuhmu." kata Felicia
"Aku akan membunuhmu karena Christabelle yang dulu sudah mati dan berada didalam surga." bisik Elle ditelinga Kayo dan menampilkan senyuman yang menggerikan kepada Felicia
"Terima akibat yang telah kau berikan pada Christabelle waktu dulu." kata Elle dan langsung menusuk tangan Felicia yang sering menamparnya.
"Aaarrkkkk " rintihan Felicia
"Itu balasan saat dulu, karena sering menamparku." kata Elle sambil mengelilingi Felicia
"S...sakit." Kata Felicia terbata
"Sakit, itu belum seberapa saat kau menamparku padahal aku tak memiliki salah padamu." kata Elle.
"Dasar ja*ang" kata Felicia dengan lirih tapi masih didengar oleh Elle.
"Apa yang kau katakan hah, kau yang ja*ang. Dasar wanita berhati busuk kau melakukan segala cara agar mempunyai uang. Rasakan ini." kata Elle yang sudah emosi
Elle langsung menggores mulut Felicia sampai telinga membuat Felicia hanya bisa menangis.
Duk
Duk
Duk
"Rasakan ini, karena kau lah yang membuat Christabelle yang membuatnya berpikiran sempit dan ingin mati." batin Elle saat mengingat bangau mana Felicia menyiksa Elle yang dulu.
Tidak puas menggores mulut Felicia, Elle menusuk-nusuk perut Felicia sampai membuat Elle berlumuran darah.
"Sudah Sweety, dia sudah mati." kata Arc yang menenangkan Elle yang terus saja menusuk perut Felicia
"Sweety, hai Sweety sadarlah." kata Arc saat sudah memeluk badan Elle tapi tidak ada respon.
"Sweety, ya ampun mengapa kau tidur." kata Arc saat mendengar dengkuran halus dari hidung Elle.
"Kalian bereskan mayat wanita itu kalau perlu kalian bakar saja." kata Arc dan langsung membawa Elle keluar dari ruangan penyiksaan itu menuju kamar yang ada di markas Elle, karena tidak mungkin Arc membawa Elle ke mansion dalam keadaan berlumuran darah.
__ADS_1
Bersambung......