
Saat ini Elle dan lainnya sudah sampai di bandara di negara J. Mereka semua langsung turun dari pesawat setelah pendaratan sempurna itu.
"Kau pergilah ke alamat yang aku katakan tadi lebih dulu, karena ada hal yang harus aku kerjakan."Kata Elle kepada Boy
"Baiklah aku pergi dulu" kata Boy pergi bersama dengan anak buahnya dan juga beberapa anggota Elle.
"Kita mau kemana Sweety" kata Arc yang berada disampingnya.
"Menemui seseorang, baru setelah itu kita ketempat Kayo berada. Biarkan saja Boy yang bertindak kepada pria yang ingin mengambil istrinya. Sebenarnya aku ingin sekali memenggal kepalanya itu." kata Elle sambil masuk kedalam mobil bersama dengan Arc
Sedangkan Boy yang sedang berada didalam mobil yang menuju tempat dimana keberadaan istrinya sangat gelisah.
"Semoga kau baik-baik saja sayang." batin Boy sambil mengatakan kepada supir untuk menjalankan mobil dengan cepat.
"Cepat, aku tidak mau terlambat menyelamatkan istriku." teriak Boy saat merasa jika mobil itu berjalan dengan pelan padahal mobil sudah menunjukkan batas kecepatan yang sangat tinggi.
"Akan aku bunuh pria itu jika dia menyakitimu." kata Boy.
Tidak berapa lama mereka sampai didepan sebuah mansion yang cukup luas, dan terdapat beberapa penjaga yang sedang berjaga di sekeliling mansion.
"Tabrak saja pagar itu." kata Boy dan di lakukan oleh sang supir
Bruk
Penjaga yang sedang berjaga di dekat pagar langsung terkejut karena sebuah mobil menabrak pagar mansion tersebut, langsung mengeluarkan senjatanya.
"Hei apa yang kalian lakukan." teriak penjaga tersebut
"Bukan urusan kalian, aku mencari istriku." kata Boy yang keluar saat pintu pagar itu terbuka karena ditabrak.
"Disini tidak ada seorang wanita, jadi pergilah " kata penjaga itu sambil mengacungkan senjata ditangannya.
Tanpa banyak tanya, Boy langsung menerobos masuk untuk mencari istrinya, penjaga tersebut juga melawan agar Boy tidak masuk kedalam mansion karena tidak mau bos mereka terganggu.
Buk
Buk
Terjadilah perkelahian antara penjaga dan juga Boy, anak buah boy dan anggota Elle juga membantu melawan penjaga lainnya.
"Tuan pergilah, kami bisa mengatasi hal disini." kata Leo dan diangguki Boy langsung.
Boy berlari memasuki mansion
"Sayang" teriak Boy memanggil Kayo
__ADS_1
"Kayo sayang" teriak Boy kembali, karena tidak ada sahutan Boy pergi disetiap pintu kamar
untuk melihat apa ada istrinya didalam.
Boy tidak mendapatkan istrinya di dalam kamar yang berada di bagian bawah, Boy langsung naik kelantai atas dan memeriksa kamar yang ada di lantai atas dan saat kamar terakhir Boy yakin jika istrinya ada dikamar tersebut. Boy langsung menendangnya.
Saat pintu kamar itu terbuka Boy melihat seorang pria yang berada di atas tubuh istrinya yang bagian atas ya sudah terbuka dan hanya menyisakan celana panjang yang sedang berusaha dibuka oleh pria tersebut. Melihat itu Boy sangat marah langsung memukul wajah Pria tersebut yang sedang mengumpati ya.
"Bajingan, akan aku bunuh kau." teriak Boy kepada pria tersebut yang tidak lain adalah Raiden.
Buk
Buk
Buk
Boy menghajar Raiden membabi buta, dia sangat marah melihat kondisi istrinya yang seperti itu. Raiden tidak dapat membalas apa yang dilakukan Boy terhadapnya karena Boy tidak memberikan celah sedikitpun padanya untuk sekedar menghindar.
"Bang*sat kau, mati kau." kata Boy yang sudah menindih tubuh Raiden dan menghajar wajah Raiden dengan tangannya sampai mengeluarkan darah yang banyak. Belum puas juga Boy langsung mengambil pas bunga yang ada di kamar tersebut dan menghantamnya ke wajah Raiden.
"Tidak akan aku biarkan kau hidup, kau telah menyakiti istriku." kata Boy
Melihat di sudut ruangan terdapat kursi, Boy langsung mengambilnya dan ingin menghantam wajah Raiden tapi seseorang sudah memegang tubuhnya.
"Lepas, aku akan membunuhnya. aku akan membuat dia mati saat ini juga." teriak Boy
Mendengar perkataan Arc, Boy langsung melihat tubuh Kayo yang sudah ditutup oleh Elle dengan selimut.
"Iya, lebih baik kau membawa Kayo kerumah sakit." kata Elle.
Boy langsung menghampiri Kayo yang sedang tidak sadarkan diri dengan luka diwajahnya yang sangat mengiris hati Boy.
"Sayang, maafkan aku yang terlambat datang." kata Boy sambil mengelus wajah Kayo yang biru karena tamparan raiden. Boy langsung mengangkat tubuh Kayo, dan saat mengangkatnya Boy melihat bercak darah yang terdapat ditubuh Kayo membuatnya sangat panaik.
"D...darah, sayang." kata Boy
"Cepat bawa kerumah sakit." kata Elle
Boy langsung membawa Kayo kebawah untuk dibawa kerumah sakit.
"Apa yang kau lakukan Raiden." kata tuan Hio yang datang bersama dengan Elle dan juga Arc. Tuan Hio mendatangi tubuh Raiden yang sudah pingsan karena pukulan Boy yang sudah menggila ketika melihat perbuatan Raiden pada istrinya.
"Sudah ayah katakan, hentikan perbuatan mu tapi kau tidak mau mempedulikan perkataan ayah hiks hiks kau sungguh membuat aku kecewa." kata Tuan Hio
Elle sengaja membawa Tuan Hio agar dia bisa melihat apa yang telah dilakukan anaknya.
__ADS_1
"Kau sudah lihat bagaimana kelakuan anakmu, aku tidak mau dia ada disekitar Kayo lagi. Sebaiknya kau bawa dia jauh dari kami. Aku tidak membunuhnya karena kau pernah menyelamatkan ibuku ini balasan karena kau telah menyelamatkan ibuku. Jadi hutang kita impas. Tapi jika sekali lagi dia mencoba menyakiti Kayo aku sendiri yang akan membunuhnya." kata Elle dan langsung pergi dari sana serta diikutiboleh Arc.
"Terimakasih, telah memberikan kesempatan pada anakku. Aku sendiri yang akan memastikan dia tidak akan mengganggu Kayo lagi." kata tuan Hio, dia tak marah kepada Boy yang telah menghajar anaknya karena ini salah anaknya yang berusaha merebut istri orang lain.
"Kami pergi, semoga anakmu cepat sembuh nantinya. Dan ingat juga perkataan istriku." kata Arc kepada Tuan Hio dan diangguki ya, setelah itu arc langsung menyusul istrinya.
Elle yang sudah keluar dari mansion Raiden langsung terhuyung kebelakang, untung saja langsung disambut oleh Arc.
"Sweety, sebaiknya kita kerumah sakit juga untuk memeriksa keadaanmu." kata Arc langsung mengangkat istrinya dan masuk kedalam mobil.
Sedangkan Boy yang sedang berada didalam mobil yang dikendarai asistennya Leo sedang memeluk erat tubuh istrinya.
"Sayang, bangun lah. jangan tinggalkan aku. Hiks hiks sayang" kata Boy yang menangis melihat wajah istrinya yang lebam.
"Cepat lah, kenapa kau membawa mobil ini sangat pelan " teriak Boy kepada Leo.
Sang asisten hanya diam, karena dia tau jika tuannya sangat khawatir terhadap istrinya.
Tidak begitu lama mobil mereka sampai di rumah sakit, Boy langsung membuka pintu mobil dan berlari memasuki rumah sakit dan berteriak meminta dokter untuk menyelamatkan istrinya.
"Tolong selamatkan istriku." teriak Boy
Para suster yang mendengar itu langsung memerintahkan Boy untuk meletakkan tubuh Kayo di atas banker.
"Tuan letakkan disini istri anda." kata suster tersebut, Boy langsung meletakkannya.
Para suster langsung mendorong banker tersebut menuju UGD untuk melakukan tugasnya, saat Boy ingin masuk menemani istrinya tapi dilarang oleh dokter karena tidak mau mengganggu jalannya pemeriksaan.
"Jangan kau ambil istriku, aku mohon kembalikan istriku jangan kau ambil." batin Boy sambil terduduk di depan pintu UGD.
Boy seperti setrikaan yang mondar-mandir didepan ruang UGD, membuat Leo menjadi pusing akan tingkah tuannya itu. Dulu Boy adalah pria yang tidak akan peduli pada siapa pun termasuk wanita, tapi saat ini Leo dapat melihat Tuannya itu sangatlah berbeda.
Sudah hampir tiga puluh menit, dokter belum juga keluar dari ruangan UGD, membuat Boy sangat khawatir dengan keadaan istrinya.
"Tuan sebaiknya anda tenang, dokter sedang menangani istri Anda." kata Leo yang melihat sedari tadi Tuannya yang mondar-mandir didepan ruang UGD.
Saat Boy ingin menjawab perkataan Leo dokter, pintu ruangan UGD dibuka oleh dokter.
"Bagaimana kondisi istriku." kata Boy
"Tuan, saya ingin mengatakan ji-" perkataan dokter tersebut langsung dipotong oleh Boy yang sudah berteriak memanggil istrinya dan masuk kedalam ruangan UGD.
"Tidak" teriak Boy dan langsung masuk kedalam.
"Sayang Tidak jangan tinggalkan aku." teriak Boy
__ADS_1
Bersambung......