Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Kembar


__ADS_3

Saat ini disebuah rumah sakit terjadi kehebohan karena banyaknya pria berbadan besar dan memakai jas hitam berjejer rapi. Seorang wanita paruh baya dan pria paruh baya turun dari mobil dan langsung disambut oleh pria-pria berjas tadi.


"Dimana kamar inap menantuku." kata wanita paruh baya tersebut yang tidak lain adalah Mama Kinan.


"Di lantai sepuluh bos" kata salah satu pria tersebut.


Setelah sampai di negara J, Mama Kinan langsung menghubungi Boy untuk menanyakan dimana posisi mereka, setelah mengetahui jika menantunya masuk rumah sakit, Mama kinan langsung meluncur kerumah sakit tersebut.


Bruk


Pintu kamar tesebut dibuka kasar oleh Mama Kinan karena khawatir terhadap menantunya. Sedang orang yang ada didalam terperanjat kaget karena pintu yang dibuka dengan kasar.


"Sayang" kata Mama Kinan saat sudah berada diambang pintu.


Berlari menghampiri banker yang Kayo tempati, Mama Kinan merasa sangat sedih melihat wajah menantunya yang membiru karena tamparan yang didapatnya dari Raiden.


"Apa sakit?" kata Mama Kinan sambil mengelus wajah Kayo dengan hati-hati.


"Tidak ma." kata Kayo.


"Kurang ajar, dasar suami yang tidak becus menjaga istrinya." kata Mama Kinan kepada Boy "Gara-gara kau wajah menantu ku jadi jelek, kau harus menerima Ganjarannya." kata Mama Kinan yang memukul Boy dengan tidak berperasaan.


"Ampun ma, kenapa aku yang disalahkan. Jangan membuat harga diriku jatuh di mata istri tercintaku." kata Boy


"Cih kau itu dasar tidak becus menjaga istrimu." kata Mama Kinan yang belum puas juga memukul Boy


"Mama" kata Kayo


"Iya ada apa sayang, apa kau mau Mama membunuhnya." kata Mama Kinan membuat Boy langsung melototkan matanya atas perkataan Mama Kinan.


"Ma, aku ini anakmu tega ya kau ingin membunuhku." kata Boy


"Bisa diam." kata Kayo memandang Boy

__ADS_1


"Iya sayang aku diam." kata Boy


"Cih dasar bucin " kata Papa Luis.


"Mama" kata Kayo kembali


"Iya ada apa, apa kau mau makan sesuatu." kata Mama Kinan.


"A...aku - perkataan Kayo langsung dipotong oleh Boy


"Kayo sedang mengandung anakku Mama." kata Boy


"Coba katakan sekali lagi." kata Mama Kinan


"Kayo hamil ma, di dalam perut Kayo ada anakku." kata Boy kembali


"Kau jangan bercanda Boy, apa burung pipit mu itu berfungsi sehingga membuat Kayo hamil." kata Mama Kinan membuat Boy terbegang mendengar perkataan Mama Kinan yang mengatakan adik kecilnya itu burung pipit. Sedangkan Kayo menundukkan wajahnya saat Mama Kinan mengatakan burung Boy seperti burung Pipit padahal nyatanya lebih besar dari itu.


"Mama, miliki ku ini bukan burung Pipit tapi burung elang sehingga menantu Mama itu langsung hamil." kata Boy sambil cemberut.


"Akhirnya, burung Pipit mu menghasilkan benih Boy" teriak Mama Kinan "Papa kita akan menjadi grandma dan Grandpa." teriak Mama kinan kegirangan.


"Iya Mama, kita bisa bermain dengan mereka nanti saat sudah lahir. Akhirnya ada yang bisa aku banggakan dari anak jelek kita itu ternyata burungnya berfungsi juga." kata Papa Luis.


"Dasar orang tua durhaka, milik anaknya dibilang burung Pipit." kata Boy "Tapi aku senang Mama dan Papa bahagia karena akan memiliki cucu." batin Boy.


"Apa kau sudah memeriksakan kandungan mu." kata Mama Kinan kepada Kayo.


"Belum" kata Kayo


"Ayo kita lakukan pemeriksaan, Mama ingin melihat calon cucuku." kata Mama Kinan bersemangat.


Setelah drama pembicaraan anak dan orang tua, mereka sekarang berada di ruang dokter kandungan untuk memeriksa kandungan Kayo.

__ADS_1


"Hei kau, bermata sipit cepat periksa menantuku. Jangan melihat anakku terus " kata Mama Kinan yang sudah jengah melihat dokter kandungan yang ada dihadapannya yang terus saja menatap anaknya.


"B...baik nyonya." kata dokter kandungan tersebut terbata-bata karena bentakan Mama Kinan.


Suster langsung memberikan jel pada perut Kayo untuk melakukan USG. Dokter kandungan tersebut melakukan dengan hati-hati karena sejak tadi Mama Kinan melihatnya dengan tatapan yang sangat garang terhadapnya.


"Selamat nyonya, karena menantu Anda mengandung anak kembar." kata dokter tersebut. "Lihat dua titik hitam ini adalah calon cucu kalian." kata dokter tersebut.


"Akhirnya aku memiliki cucu, tidak hanya satu tapi dua. Aku akan membuat semua teman-teman ku iri dengan kabar ini." kata Mama Kinan yang sangat senang.


"Jadi, a...aku akan memiliki anak dua." kata Boy yang masih syok mendengar berita bahagia itu, sedangkan Kayo menyeka air matanya agar tidak ada yang melihat jika dia sedang menangis bahagia karena sedang mengandung anak kembar.


"Pokoknya, kau harus menjaganya dengan ketat Boy. Aku tidak mau kau sampai menyakiti menantu kesayanganku." kata Mama Kinan memperingati Boy


"Iya ma, aku akan selalu menjaga istriku." kata Boy kepada Mama Kinan.


"Tapi mengapa aku hamil anak kembar." kata Kayo


"Itu karena Boy juga memiliki kembaran saat lahir tapi dia meninggal setelah Lima hari dilahirkan." kata Mama Kinan dengan sedih


"Sudah sayang, jangan bersedih itu bukan salahmu. Semua sudah takdir." kata Papa Luis menenangkan Mama Kinan.


"Iya betul apa kata Papa, tapi sekarang Mama senang karena kita akan memiliki cucu kembar." kata Mama Kinan menghapus air matanya yang hampir merembes ke pipinya.


"Iya Papa juga senang." kata Papa Luis memeluk Mama Kinan.


"Terimakasih telah memberikan kebahagian kepadaku. " kata Boy mencium kening Kayo "Apa pun akan aku lakukan untuk mu dan anak-anak kita." kata Boy


"Iya tau tapi jangan dekat-dekat denganku, kau itu bau." kata Kayo yang menutup hidungnya.


"Hahahaha, rasakan itu kau tidak akan bisa berdekatan dengan istrimu selama dia hamil sama seperti Mama mu saat hamil yang tidak membolehkan Papa mendekat padanya." kata Papa Luis yang sangat bahagia akhirnya anaknya mendapatkan karma sama seperti ya.


"Tidak sayang, jangan menjauh dariku, aku bisa mati dan juga burung ku tidak akan sanggup jika tidak berada di sangkarnya." kata Boy tanpa filter, membuat Kayo menahan malu pada semua orang yang ada didalam ruangan tersebut.

__ADS_1


"Diam, kau membuat aku malu saja." kata Kayo yang sudah malu atas perkataan suaminya itu.


Bersambung....


__ADS_2