Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Penyekapan Jimmy


__ADS_3

Esok harinya seperti yang sudah direncanakan oleh Elle, Egon dan anggota ya telah melakukan apa yang di perintahkan oleh nonanya.


Elle telah meminta ijin kepada Arc jika dia akan bermain hari ini, Arc yang tau maksud kata bermain awalnya menolak tanpa bisa dibantah, hal itu tidak menyurutkan tekat Elle, dengan sejuta rayuan yang Elle keluarkan akhirnya Arc mengijinkan tapi dengan syarat yang banyak.


Setelah mendapatkan ijin itu Elle sekarang sedang berada di sebuah mobil bersama Egon dan tidak lupa juga ada Kayo, dia yang mendapat kabar jika nonanya sedang bermain tidak tinggal diam juga ikut bersama nonanya. Kayo sudah bersumpah akan selalu ada di manapun Elle berada, karena itulah sekarang dia ada disaat nonanya sedang bermain.


"Apa suamimu sudah tau kau ikut denganku." kata Elle kepada Kayo.


"Sudah nona." kata Kayo "Tapi dengan syarat yang membuat aku rugi banyak, dan dia mendapat banyak keuntungan." kata Kayo kembali.


"Nikmati saja" kata Elle yang tau maksud dari banyak keuntungan yang banyak Boy dapatkan itu. "Sudah jangan bersedih, dari pada kau seperti pria yang ada disamping mu saat ini." kata Elle kembali yang mengarah kepada Egon.


"Ya ampun, kenapa aku yang jadi terkena imbasnya." batin Egon.


"Sebaiknya, kau cepat menikah Egon, agar tau rasanya masuk kedalam sangkar wanita." kata Elle


"Baik nona." kata Egon yang hanya mengiyakan perkataan nonanya.


"Kapan mereka akan memulai rencana tersebut." kata Elle


"Siang nanti nona, Derren akan memancing agar tuan Jimmy keluar dari perusahaan untuk menemuinya, saat itulah nanti akan ada yang menculiknya sesuai dengan skenario yang dibuat oleh Derren" kata Egon


"Baiklah, kita memantaunya dari jauh saja." kata Elle


"Baik nona." kata Egon menjalankan mobil ke perusahaan nonanya.


Sedangkan Jimmy yang sedang berkutat dengan berbagai dokumen dikejutkan dengan telponnya yang berbunyi, mendengar itu Jimmy langsung mengangkatnya Tampa melihat siapa yang menelpon.


"Siapa" kata Jimmy


"Apa kau lupa denganku, keponakan ku tersayang." kata Darren


"Sial mengapa aku mengangkat telponnya, harusnya aku melihat nomor siapa yang menelpon ku." batin Jimmy.


"Hei keponakanku, apa kau mendengar ku." kata Derren.


"Apa yang anda inginkan" kata Jimmy


"Aku akan memberikan informasi yang sangat penting padamu wasiat dari Papa mu yang tercinta itu." kata Derren.

__ADS_1


"Aku tidak butuh." kata Jimmy


"Benarkah, apa kau mau tau seperti apa aku membunuh Papa mu yang bodoh itu." kata Derren memprovokasi Jimmy


"Kurang ajar kau, akan aku bunuh kau jika aku bertemu denganmu." kata Jimmy sambil meremas berjas yang ada di tangan kanannya.


"Hahahaha jangan marah, kau tidak akan bisa membunuhku karena kau itu lemah. Aku akan menyakiti ibumu jika kau tidak mau menemui ku di kafe yang tidak jauh dari perusahaan mu." kata Darren langsung mematikan ponselnya.


"Apa Anda yakin dia akan datang Tuan. kata salah seorang anak buah Derren.


"Tenang saja, aku yakin dia akan datang karena aku mengancam keberadaan wanita tua itu." kata Derren.


Tidak begitu lama, dari arah pintu Derren melihat Jimmy yang melangkah masuk kedalam restoran dengan wajah yang sudah memerah menahan amarah.


"Kau duduklah ditempat lain" kata Derren kepada anak buahnya.


"Baik Tuan." kata anak buahnya.


Jimmy yang masuk kedalam cafe langsung mencari orang yang sudah membuatnya marah. Setelah menemukan orang tersebut dengan langkah cepat Jimmy menghampirinya.


"Apa mau mu hah." teriak Jimmy membuat pengunjung yang ada di sana memandang mereka.


"Tenanglah, duduk dulu." kata Derren dengan santai "Tau kau mau aku menculik ibumu yang tak berguna itu." kata Derren kembali


"Hahahaha santai saja keponakanku tercinta" kata Derren sambil meminum kopi yang ada didepannya. "Minumlah, kita mengobrol dengan santai." kata Derren kembali


"Katakan apa yang kau inginkan." kata Jimmy sambil meminum kopi yang ada didepannya


"Aku ingin kau menanamkan modal mu ke perusahaan ku." kata Derren sambil melirik Jimmy yang telah meminum kopi yang sudah diberi obat tidur.


"Perusahaan mu, apa aku tak salah dengar. Itu adalah perusahaan Papa ku, kau yang merebutnya dari Papa ku. Sekarang kau meminta aku menanamkan modal ke perusahaan yang sebentar lagi bangkrut itu, jangan bermimpi. Aku tidak akan mau, biarkan saja perusahaan itu bangkrut." kata Jimmy sambil bangkit dari duduknya.


Setelah berkata seperti itu Jimmy yang ingin melangkahkan kakinya dari hadapan paman laknatnya itu, tiba-tiba merasa mengantuk.


"Mengapa aku sangat mengantuk, jangan-jangan" perkataan Jimmy terhenti ketika dia mengigat sudah meminum kopi yang di berikan oleh Derren


"Kurang ajar apa-" sebelum menyelesaikan perkataannya tubuh Jimmy sudah lirih kelantai karena tertidur.


"Akan dia dan bawa ketempat yang sudah aku katakan tadi." kata Derren

__ADS_1


"Baik tuan " kata anak buahnya.


"Sebaiknya aku menelpon wanita itu" kata Derren setelah mengambil ponsel Jimmy yang diambil dari saku jas Jimmy.


Tut Tut Tut


"Ada apa Jimmy?" kata Mama Amanda.


"Hei kak ipar" kata Derren


"M...mengapa ponsel Jimmy ada padamu." kata Mama Amanda


"Hahahaha jangan gugup kak ipar, apa kau mau Jimmy ada bersamaku." kata Derren sambil tertawa.


"Tidak mungkin, berikan ponsel ini pada Jimmy." kata Mama Amanda


"Hahahaha tenanglah kak ipar, apa kau mau menemui anakmu. Kalau iya datanglah ke jalan xxxx sekarang juga dan jangan membawa siapa pun." kata Derren dan langsung mematikan sambungan telpon.


Setelah mengakhiri panggilan, Mama Amanda langsung pergi keluar mansion dan mengendarai mobilnya sendiri, para bodyguard telah melarangnya tapi Mama Amanda tidak mengindahkan dan terus menjalankan mobilnya menuju tempat yang telah dikatakan oleh Derren.


Tidak berapa lama, Mama Amanda sampai ditempat yang telah dikatakan Derren, sebuah bangunan kosong yang terbengkalai. Didepan sudah ada anak buah Derren yang sudah menunggunya.


"Dimana anakku." kata Mama Amanda bertanya pada anak buah Derren.


"Masuk" kata anak buah Derren sambil mendorong Mama Amanda masuk kedalam bangunan kosong tersebut.


Saat masuk kedalam dan digiring ke sebuah ruangan, Mama Amanda masuk kedalam. Didalam sudah ada Jimmy yang tubuhnya sedang di gantung. Mama Amanda yang melihat itu langsung berlari menuju arah Jimmy.


"Jimmy." teriak Mama Amanda


Jimmy yang mendengar ada yang memanggilnya langsung membuka matanya, dan melihat Mama Amanda yang berada didekatnya.


"Apa yang mama lakukan disini, lebih baik Mama pergi saja" kata Jimmy


"Tidak, Mama tidak akan pergi. Hiks hiks hiks Mama tidak mau kehilanganmu Jimmy setelah Papa mu." kata Mama Amanda sambil menangis.


"Wah wah adegan yang sangat mengharukan" kata sebuah suara yang sangat mereka kenal.


"Candy" kata Mama Amanda

__ADS_1


"Hei kak ku tersayang." kata wanita tersebut yang tak lain adalah Cindy adik mama Amanda dan juga istrinya Derren.


Bersambung ....


__ADS_2