
Rumah sakit sejahtera,
kini Ica telah di pindahkan ke ruang VIP, Ratna ,Sinta dan sindi ,berada di ruangan tersebut, menunggu Ica siuman , sedangkan Zidan pergi mengurus administrasi.
Firman yang baru datang membawa nasi bungkus, tiba-tiba mengerutkan keningnya ," sudah pindah ,!!! syukurlah" firman merasa sedikit lega.
" Maaf sus , pasien yang bernama anisa ,di pindahkan ke ruang mana?" , tanya firman , " oh pasien yang baru melewati masa kritis nya?" tanya suster balik , firman mengangguk ,.
" Ruang VIP melati " ucap suster tersebut. " terimakasih" firman bergegas menuju ruangan tersebut.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊ
"Assalamu'alaikum " ucap firman , " apakah ini ibunya ica??" batin firman. " wa'alaikum salam "jawab mereka kompak , ia kemudian mencium tangan Ratna dan Sinta,
" Ini ,ada nasi bungkus , silahkan ,di makan" firman menyodorkan plastik yang ia bawa ," terimakasih banyak nak,maaf sudah merepotkan" ucap Ratna ramah.
" Sama- sama Bu ,ibu tak perlu sungkan" tutur firman , " aku harus bisa mengambil hati ibunya Ica" firman kembali membatin .
Tak lama kemudian Zidan pun sampai di ruangan tersebut ," assalamu'alaikum" Zidan perlahan masuk ," wa'alaikum salam ," jawab mereka serempak.
" Gimana udah beres nak ,dan berapa total biayanya??" tanya Ratna antusias ." ibu nggak usah khawatir, semuanya udah beres ,masalah biaya saya udah urus!!!!!"
"Terimakasih banyak nak, atas bantuannya" Ratna semakin terharu , melihat calon menantunya ,udah baik ganteng lagi π€π€π€.
Tanpa disadari firman sedari tadi mengepalkan tangannya ,ia merasa kalah saing ," kamu jangan berbesar hati dulu pak dosen , karena aku tidak akan semudah itu untuk menyerah " batin firman.
ππππππ
Butik permata
Rian kembali lagi ke butik, hanya sekedar ingin bertemu Ica , " permisi ,maaf mbak, bisa bertemu dengan ica?," tanya Rian ramah.
" Maaf mas ,Ica nya , nggak masuk , sekarang dia sedang dirawat dirumah sakit " terang Yuli , "apa ,di rawat? ,Ica nya sakit apa ya mbak " Rian begitu terkejut ,
" Katanya ada orang yang ingin mencelakai Ica , dia terkurung di gudang kampus" Yuli menerangkan lagi dengan wajah sedih.
" Terimakasih banyak mbak ,permisi" Rian langsung pergi menuju rumah sakit tersebut.
" Sama-sama m" Yuli yang baru saja akan menjawab tiba-tiba ia urungkan mengingat Rian sudah melesat pergi dengan cepat, " heh baru aja mau jawab , udah kabur gitu aja nasib - nasib"celoteh Yuli.
__ADS_1
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Rian tiba di rumah sakit sejahtera, ia bergegas masuk untuk melihat keadaan Ica, " maaf sus ,pasien yang bernama anisa ada di ruangan mana ya??" tanya Rian .
" Ibu Anisa ada di ruang VIP kamar melati , dari sini bapak lurus aja" ucap suster tersebut."oke terima kasih sus" ,
ππππππ
Ruang VIP
ketika mereka sudah selesai makan, tiba-tiba suara sayup-sayup terdengar ,
" Bu" ucap Ica perlahan , mereka semua melihat ke arah suara ,"nak , alhamdulilah kamu udah sadar " Ratna berhambur memeluk Ica , Ica mengangguk sambil tersenyum,
Ia melihat sekelilingnya ,dan di tatapnya wajah Zidan yang tersenyum manis kearah dirinya ,"terimakasih banyak mas , sudah menolong Ica" ucap Ica tulus ,
Zidan perlahan mendekat," itu sudah kewajiban ku ,maaf mas sedikit terlambat," Zidan tertunduk sedih ,Ica reflek menggeleng ," kamu tidak salah mas" Ica tidak membenarkan perkataan kekasihnya itu.
" Maaf,kak Zidan ,apa pelakunya udah di temukan??" tanya Ifan penasaran, " sudah , sekarang mereka berada di kantor polisi" ucap Zidan , " syukurlah " ucap Ratna,Sinta ,dan Sindi bersamaan.
" Siapa pak Zidan , orang yang sudah berani melakukan hal ini"firman menimpali, " Mira dan dua orang mahasiswi" terang Zidan .
Ica sontak terkejut , dengan apa yang ia dengar ," ternyata Bu Mira benar -benar melakukan nya" batin Ica .Sindi dan firman pun tak kalah terkejutnya.
~flashback~
Waktu itu Zidan melihat Mira berjalan dengan Ica menuju ke tempat sepi ,saking penasarannya ia mengikuti mereka .
Zidan mendengar Ica yang bertanya kepada Mira ,dan yang lebih mengejutkan lagi ,Mira secara terang-terangan untuk menjauhi Ica dari dirinya, Zidan mengepalkan tangannya ,ia merasa muak melihat tingkah Mira .
Sebenarnya Zidan ingin menghampiri kekasihnya ,tapi ia urungkan mendengar jawaban yang sangat memuaskan dari bibir Ica .tak hanya itu Zidan juga telah melihat keanehan Mira , dua hari sebelum kejadian itu.
Dan besok paginya Zidan juga merasa sedikit janggal dengan gerak gerik Mira ," apa sebenarnya yang kamu lakukan??" batin Zidan ,ia langsung membuntuti Mira dari belakang, " apa kamu sudah mengerti " ucap Mira kepada salah satu mahasiswi.
" Sudah Bu, tapi saya takut ketahuan Bu" jawab mahasiswi tersebut dengan menunduk.
"Maka dari itu , kita akan menyusun rencana dengan sangat rapi ," Mira tersenyum licik . Zidan mengepalkan tangannya " awas saja , kalau sampai kamu menyakiti kekasihku " batin Zidan.
~flashback off~
__ADS_1
" Nanti malam, saya akan ke kantor polisi untuk memberi kesaksian" ucap Zidan ," apa boleh aku ikut " Ifan yang penasaran ingin melihat wajah pelaku ,ikut menimpali .
Kening Zidan sempat berkerut ,tapi ia tak ambil pusing , "tentu ,kamu boleh ikut" Ifan tersenyum menyeringai ," aku akan membalas pada orang yang berani mengusik keluarga ku" batin Ifan .
"Mas tangan mu kenapa" Ica baru sadar bahwa tangan kekasihnya itu ada bekas luka ," oh ini , tidak apa-apa ,nanti juga hilang" Zidan tak ingin membuat Ica cemas . " Sindi ,Bu Sinta , firman terimakasih sudah membantuku" ucap ica tulus .
" Aku ini sahabat mu , sudah sepantasnya kita saling menolong" ucap Sindi ," itu benar ,sesama teman tak perlu sungkan" firman menimpali.ica tersenyum manis mendengarnya.
Tiba-tiba dari luar terdengar suara , "assalamu'alaikum" ucap Rian sambil membuka pintu , " wa'alaikum salam ,Rian" ucap Zidan, sedikit terkejut,
Rian tersenyum ke arah Zidan melangkah ," apa kabar dan" Rian memeluk sahabatnya itu , " baik " ucap Zidan padat dan singkat.
" Bu, gimana kabarnya," Rian mencium tangan Ratna ," alhamdulilah nak Rian ,sudah membaik, gimana restoran nya nak??" tanya Ratna.
"Alhamdulilah Bu , semakin hari semakin bertambah banyak pengunjung,, singgah lah ke restoran ku Bu ,aku sangat berharap ibu datang!!!" terang Rian,
"Syukurlah nak ,ibu senang mendengarnya ,in sya Alloh ,ibu akan datang , nunggu waktu yang tepat" Ratna tersenyum ramah. " baiklah Bu ,aku akan menunggu ," Rian tersenyum simpul.
" Aku tau kamu belum bisa melupakan Ica" batin Zidan ,
" Ca gimana ,apa sudah mendingan" tanya firman khawatir, " alhamdulilah mas ," ucap Ica, "syukurlah" Rian sedikit lega ," mas kok tau Ica ada disini??" selidik Ica ,
Rian tersenyum manis ," Yuli yang ngasih kabar, kalau kamu di rumah sakit" terang Rian .
" Ada lagi rival gue ,kamu memang mempunyai pesona tersendiri ca "batin firman.
Sedangkan Sindi dari tadi merasa heran " itu kan cowok yang aku tabrak ,kok dia kenal Ica ,dan tatapannya itu menunjukkan kekhawatiran, jangan- jangan ??" monolog Sindi dalam hati .
"Makasih mas udah mau datang" ucap Ica ,Rian membalas dengan senyuman.zidan yang melihat itu sedikit geram.
ππππππππππππππππππ
UNTUK KALIAN YANG SETIA DAN BAIK HATI
TOLONG TINGGALKAN JEJAK NYA YA π₯°π₯°
PENCET LIKE VOTE KOMENTAR DAN HADIAH YA
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1
MAAF TELAT UPDATE πππ
SEE YOU ποΈ