
Setelah dua hari lalu Elle sadar, hari ini Elle dibolehkan pulang. Setelah menjalani beberapa tes yang diminta oleh Arc, dia ingin mengetahui apakah istrinya memiliki penyakit yang berbahaya apa tidak.
"Tuan, Nona bisa pulang hari ini juga. Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, tidak terdapat penyakit ataupun lainnya." kata Jiaz, Dokter pribadi keluarga Alexander.
"Hemmm.." kata Arc dan melambaikan tangan pertanda pergilah.
"Saya permisi Tuan, Nona." kata Jiaz dan keluar dari ruangan Elle.
"Kenapa harus banyak pemeriksaan, aku juga punya orang yang ahli dalam memeriksa penyakit." kata Elle ketika Dokter Jiaz sudah pergi.
"Aku tidak ingin mereka memegang mu, disini banyak dokter yang ahli dan tentunya wanita." kata Arc sambil mengelus pipi Elle yang cemberut.
"Ya sudah aku mau pilang." kata Elle yang ingin turun dari ranjangnya, belum sempat Elle menurun kan kakinya Arc sudah menggendongnya dan meletakkannya di kursi roda.
"Aku tidak mau duduk disini, aku masih bisa berjalan honey." kata Elle protes karena Arc meletakkannya diatas kursi roda.
"Tidak ada penolakan Sweety, atau kamu mau aku yang menggendong mu sampai dedepan rumah sakit." kata Arc sambil mencium bibir Elle yang manyun. " dan jangan perlihatkan bibirmu seperti itu." kata arc setelah melepas ciumannya.
"Hemmm.." kata Elle pasrah.
Saat sudah berada di depan rumah sakit, sudah berdiri beberapa bodyguard dan juga Kayo serta Jhon.
"Tuan, Nona." kata mereka berdua serempak.
Jhon langsung membukakan pintu untuk Tuan dan Nona ya. Arc langsung menggendong Elle untuk masuk kedalam mobil dan Kayo memasukkan kursi roda kedalam bagasi mobil.
Diperjalanan yang merasa mengantuk karena pengaruh obat yang baru saja dia minum membaringkan kepalanya didada Arc. Melihat sang istri tertidur Arc membenarkan tempat duduk istrinya agar tidak sakit ketika dia bangun nanti. Setelah beberapa saat mereka sampai Dimansion Elle, melihat istrinya masih tidur Arc langsung menggendong istrinya dan membawanya masuk kedalam mansion.
"Apa yang terjadi Arc" kata Mama Amanda ketika melihat Arc menggendong Elle masuk kedalam mansion.
"Elle tertidur mama, efek dari meminum obatnya." kata Arc berhenti dihadapan Mama Amanda.
"Ya sudah masuklah kekamar kalian, hati-hati membawanya." kata Mama Amanda sambil pergi menuju belakang mansion
Setelah membaringkan Elle diatas ranjang, arc langsung keruang kerja ya karena Jhon menunggu disana. Karena ada beberapa berkas yang harus ditandatangani oleh Arc.
Setelah Arc pergi Elle membuka matanya, Elle sebenarnya sudah bangun saat Arc menggendongnya ketika memasuki mansion. Elle langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Apa kau sudah melakukan yang aku katakan?" kata Elle ketika sambungan telpon terhubung.
"Sudah Nona" kata penerima telpon
"Awasi terus dia." kata Elle dan langsung mematikan sambungan telpon.
"Awas saja tidak akan aku biarkan satu orangpun yang merebut milikku apa lagi mengusik keluargaku." kata Elle sambil membaringkan tubuhnya di kasur empuknya.
Sedangkan didalam ruang kerja Arc langsung menanyakan apa yang ingin Jhon katakan.
"Tuan ini semua berkas yang harus tuan tanda tangani." kata Jhon sambil menyodorkan berkas tersebut kepada Arc.
"Ada yang ingin kau sampaikan Jhon." kata Arc kepada Jhon
"Tuan Nona Grace sedang merencanakan untuk menjebak ada saat peresmian resort yang akan diadakan dua hari lagi." kata Jhon kepada Arc
"Biarkan saja, aku ingin melihat apa yang ingin dia perbuat padaku. Dia belum tau bahwa ada singa betina yang ada di sampingku yang siap menerkamnya jika dia berusaha melakukan sesuatu kepada ku." kata Arc sambil menandatangani berkas yang diberikan oleh Jhon tadi.
Baik tuan." kata Arc
"Kembalilah ke perusahaan, hari ini aku ingin menemani istriku di mansion." kata arc sambil menyerahkan berkas itu kepada Jhon. "Dan lakukan yang aku katakan Jhon." kata Arc kembali sambil berjalan keluar dari ruangan kerja dan diikuti oleh Jhon.
"Baik tuan akan saya lakukan apa yang Anda katakan." kata Jhon.
Setelah Jhon pergi ke perusahaan, Arc langsung masuk kedalam kamar. Dilihatnya sang istri yang sedang tertidur. Arc mendekati Elle dan membaringkan tubuhnya disamping Elle sambil memeluknya.
"Sweety apa kau masih tidur" kata Arc kepada Elle yang masih tertidur.
"Sepertinya dia tidur, bagus hihihi pasti dia tidak tau jika aku melakukan ini padanya nanti ketika dia sudah bangun." batin Arc dan menaikan dress Elle, belum sempat Arc menaikkan dress Elle sebuah suara membuatnya menghentikan kegiatannya.
__ADS_1
"Honey" kata Elle pelan
"Eh hehehe maaf Sweety, aku tidak akan melakukannya." kata Arc langsung memeluk kembali Elle.
"Dasar mesum, honey lepas pelukanmu." kata Elle berusaha melepas pelukan Arc.
"Kau mau kemana Sweety? lebih baik kau tidur saja lagi." kata Arc semakin mengetatkan pelukannya pada Elle.
"Lepas, aku mau kekamar mandi." kata Elle, mendengar itu Arc langsung menyeringai melihat itu Elle langsung melotot kan matanya karena dia tau apa yang dipikirkan oleh suaminya itu.
"Jangan macam-macam, aku hanya ingin memenuhi panggilan alam." kata Elle sambil melepas pelukan dari suami mesumnya.
"Baiklah." kata Arc sambil melepaskan pelukannya.
Setelah selesai Elle keluar dari kamar mandi, Elle yang melihat Arc tertidur membiarkannya karena Elle tau jika Arc sangat lah leleh beberapa hari ini.
Tidak ingin mengganggu Arc yang sedang tidur, Elle berencana ke markasnya karena dia akan membuat sebuah obat yang akan dia gunakan saat bermain dengan mainan barunya nanti.
"Kamu mau kemana sayang?" kata Mama Amanda saat melihat Elle yang turun dari tangga.
"Elle ingin ke ruangan khusus, nanti jika suamiku mencari bilang saja Elle berada diruangan khusus." kata Elle sambil berjalan meninggalkan Mama Amanda.
"Iya sayang, jangan terlalu lama disana kamu baru saja sembuh." teriak Mama Amanda kepada Elle yang sudah berjalan jauh darinya.
"Anak itu tidak bisa diam selalu saja melakukan apa yang ingin dia lakukan." kata Mama Amanda sambil masuk kedalam kamar Carl.
Setelah sampai di pintu gerbang Elle berpapasan dengan Hiro yang akan masuk kedalam.
"Nona." kata Hiro ketika berpapasan dengan Elle.
"Kau dari mana?" kata Elle
"Saya baru saja membeli bahan untuk membuat sesuatu nona. Silahkan nona." kata Hiro mempersilahkan nona ya untuk duluan masuk.
Mereka berjalan beriringan menuju laboratorium khusus anggota yang membuat segala macam racun, penawarnya dan lainnya
"Hemmm...apa kah yang aku minta sudah kalian buat." kata Elle kepada Eiji
"Sudah nona, tapi kita belum menguji obat tersebut." kata Eiji.
"Nanti kita akan mencobanya kepada mainan baru kita." kata Elle kepada Eiji dan di angguk oleh Eiji dan lainnya.
Setelah berbicara dengan mereka, Elle langsung keluar menuju ruangan hewan kesayangannya. Sudah lama Elle tidak bermain-main dengan mereka.
"Zia, Zion, black kemarilah." kata Elle memanggil mereka, tidak lama terdengar auman mereka.
"Mama kami merindukanmu." kata Zion sambil mengelus kaki Elle.
"Mama juga merindukan kalian. Sepertinya kalian makan enak selama Mama tidak melihat kalian." kata Elle setelah melihat para hewan kesayangannya yang semakin besar.
"Tentu mama, apa kita akan melakukan perburuan lagi mama." kata Black
"Belum, nanti jika kita melakukannya Langi mama akan membawa kalian." kata Elle sambil mengelus Black
Sedangkan Arc yang berada didalam kamar terbangun. Saat menoleh ke segala arah Arc tidak menemukan sang istri.
"Sweety kau dimana?" kata Arc berteriak memanggil Elle. "Sweety" teriak Arc lagi tapi tetap tidak ada yang menjawab.
"Kemana dia" kata Arc sambil berjalan kelantai bawah untuk mencari sang istri.
"Sweety" teriak Arc mencari Elle dan tetap tidak ada yang menyahut ya.
Saat menuju kelantai bawah Elle berpapasan dengan mama dan juga Carl yang baru saja keluar dari kamar Carl.
"Edy gendong." kata Carl kepada Arc, melihat itu Arc langsung menggendongnya.
"Kamu semakin berat sayang." kata Arc sambil mencium anaknya.
__ADS_1
"Kan cal makan Edy." kata Carl polos
"Iya, Mama ada melihat istriku." kata Arc kepada Mama Amanda.
"Tapi dia bilang akan ke ruangan khusus." kata Mama kepada Arc, mendengar itu Arc ingin ke sana juga.
"Carl dengan Grandma ya, Daddy ingin menemui Mommy." kata Arc kepada Carl.
"Tidak, cal mau ikut." kata Carl
"Tidak boleh Carl tinggal aja ya sayang." kata Arc membujuk Carl.
"Tidak mau cal mau ikut hiks hiks ikut Edy." kata Carl dengan menangis.
"Bawa saja Arc, dari tadi dia mencari Elle." kata Mama Amanda.
"Baiklah ma, Carl jangan nakal ya nanti.
"Oke Edy, cal akan jadi anak baik." kata Carl sambil tersenyum.
Mereka berdua langsung menuju ruangan khusus tersebut, setelah mereka dipindai melalui pendeteksi yang ada di depan gerbang tersebut mereka berdua memasuki tempat tersebut.
"Tempat apa ini Edy?" kata Carl kepada Arc
Belum sempat Arc menjawab pertanyaan Carl, Arc melihat istrinya berada diantara tiga ekor hewan buas dengan keadaan berlumuran darah langsung histeris.
"Sweety apa yang terjadi." teriak Arc dan ingin menghampiri Elle tapi langsung dihalangi oleh Black.
"Carl cepat lari dari sini, Daddy akan menyelamatkan Mommy. Cari bantuan oke." kata Arc menurunkan Carl dan menyuruhnya untuk pergi mencari bantuan.
"Tidak usah meminta bantuan honey, mereka kesayangan ku." kata Elle sambil mengelus Zion yang baru saja memangsa buruannya sehingga darah angsa Zion terkena pada tubuh Elle.
"APA." teriak Arc ketika mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh istrinya. "Jangan bercanda Sweety, mereka hewan buah ayo kemari jangan disitu. Lihat kau berdarah kemarilah Sweety cepat." kata Arc membujuk Elle agar menghindar dari hewan buas tersebut.
"Apa sih ini darah mangsa yang baru saja dimakan oleh Zion. Iya kan Zion sayang." kata Elle sambil mengelus wajah Zion, melihat itu membuat Arc semakin takut. Takut jika harimau itu menerkam Elle.
"Sweety jangan seperti itu nanti kamu akan diterkamnya, cepat lari kesini." kata Arc kembali.
"Tidak mereka kesayanganku, Black cepat kemari." kata Elle kepada Black yang masih memandang Arc juga Carl. " jangan memandang mereka seperti itu, mereka berdua adalah suami dan anakku." kata Elle dengan suara tegas karena Black masih memandang Arc dan Carl seperti mangsa.
Mendengar perkataan tuannya Black langsung menunduk seperti memberi hormat dan menghampiri Elle dan duduk disisinya.
Arc yang melihat itu sungguh takjub, karena istrinya bisa berbicara dengan hewan tersebut.
"Apa kau bisa berbicara dengan mereka Sweety?" batin Arc
"Seperti yang kau lihat." kata Elle sambil mengelus Black
" Menakjubkan." kata Arc sambil menghampiri Elle dengan menggendong Carl kembali.
"Mereka sudah jinak honey, mereka aku ketemukan saat masih kecil." kata Elle sambil mengambil Carl dari gendongan Arc.
"My cal takut." kata Carl ketika berada dekat dengan hewan-hewan tersebut.
"Jangan takut sayang, mereka jinak. Apa Carl ingin bermain dengan mereka." kata Elle kepada Carl
"Apa boleh my." kata Carl.
"Boleh sayang." kata Elle "Carl ini nama ya Zion, ini Zia dan ini black." kata Elle memperkenalkan nama hewan tersebut.
"Kalian bertiga bermainlah bersama dengan anak ku, jika sampai dia terluka awas kalian." kata Elle kepada Zion, Zia dan Black
"Baik Mama" kata mereka serempak.
"Naikan dia di atas ku mama." kata Black, mendengar itu Elle langsung meletakkan Carl diatas punggung black. Merekapun pergi ke tengah untuk bermain
"Aku sangat mengagumimu Sweety." kata Arc sambil merai pinggang Elle dan langsung mencium bibirnya.
__ADS_1
Bersambung....