
Di negara C
Disebuah mansion seorang wanita sedang duduk di taman yang ada di mansion tersebut. Tiba-tiba ada seseorang yang menutup matanya dari arah belakang.
"Hio jauhkan tangan busuk mu dari wajah cantikku." kata wanita itu
"Dasar kau ini Ann, tanganku ini harum seperti dirimu." kata Hio sambil mengerlingkan matanya menggoda Annchi.
"Dasar Playboy" kata Annchi
"Tapi kau sukakan, Ann kita akan pergi ke negara L untuk bertemu dengan wanita yang mirip denganmu." kata Hio
"Benarkah?" kata Annchi langsung memandang Hio
"Iya, aku sudah mendapatkan data tentang dirinya, tapi aneh sebelumnya kami sangat susah untuk mendapatkan data dirinya tapi tiba-tiba saja datanya dengan mudah kami dapatkan. Sepertinya dia tau jika ada yang mencarinya jadi dia membiarkannya saja." kata Hio
"Hemmm memang sedikit aneh, tapi aku harus bertemu dengannya agar aku bisa memastikan jika apa dia anakku atau tidak." kata Annchi
"Iya, besok kita akan pergi ke negara itu setelah Raiden selesai bekerja." kata Hio dan terus memandang Annchi yang melihat arah taman bunga yang ada disana.
"Kau sangat cantik Annchi, aku sudah jatuh cinta padamu." batin hio dan tersenyum melihat wajah Annchi yang cantik.
"Baiklah, aku akan menyiapkan kebutuhanku disana nantinya. Apa kau mau juga aku siapkan kebutuhanmu disana nantinya." kata Annchi kepada Hio
"Iya, kau juga boleh menjadi istriku Ann." kata Hio tiba-tiba, Annchi yang mendengar kata-kata Hio hanya menggelengkan kepalanya atas perkataan Hio.
****
Sedangkan disebuah restoran di negara L, Jimmy sedang menunggu seorang wanita untuk makan siang bersama. Jimmy terus saja memperhatikan penampilannya melalui kaca yang ada di restoran tersebut. Setelah beberapa saat wanita yang ditunggu sudah datang, dan menghampiri Jimmy.
"Hai, apa sudah lama menungguku." kata wanita tersebut.
"Belum, duduklah" kata Jimmy dan menggeser kursi agar wanita itu duduk.
"Terimakasih." kata wanita tersebut
__ADS_1
Setelah memesan makanan mereka dan mengobrol dengan santai, tiba-tiba datang seorang pria yang langsung memanggil wanita tersebut.
"Marsha" kata pria itu dan menghampiri mereka Marsha dan Jimmy,.
Jimmy yang melihat seorang pria memanggil Marsha langsung memandang pria tersebut. Jimmy langsung saja marah ketika melihat wajah pria tersebut yang tidak lain adalah Alex lelaki yang mengejar Marsha sampai saat ini.
"Hai Alex." kata Marsha
"Apa aku boleh bergabung disini." kata Alex
Belum sempat Marsha mengeluarkan suaranya Jimmy sudah berkata duluan.
"Tidak boleh, di restoran ini masih banyak tempat yang kosong. Jangan mengganggu makan siang aku, dengan calon istriku." kata Jimmy dengan tegas, membuat Marsha melongo atas perkataan Jimmy yang barusan saja.
"Apa, calon istri. Marsha apa benar dia calon suami mu?" kata Alex
Lagi-lagi Jimmy menjawab perkataan Alex, yang membuat Alex langsung pergi dari tempat itu.
"Jelas, aku sudah mengenal keluarganya dan kami akan menikah Minggu depan." kata Jimmy dengan santainya, Marsha yang mendengarnya hanya bisa terdiam dengan apa yang didengarnya.
"Ya ampun apa yang aku dengar tidak salah?" batin Marsha
"Kenapa?" kata Jimmy
"Apa yang barusan kau katakan" kata Marsha
"Yang mana? lebih baik kita pulang saja." kata Jimmy
"Mengatakan aku adalah calon istrimu, kita saja tidak pernah pacaran bagaimana mau menikah." kata Marsha.
Cup
"Mulai sekarang kita pacaran" kata Jimmy setelah mencium bibir Marsha "Dan Minggu depan kita menikah." kata Jimmy
"Tidak bisa seperti itu, aku tidak mau." kata Marsha.
__ADS_1
"Kalau kau tidak mau tidak apa, tapi lihat saja akan aku hamil kamu dan kau akan menjadi istriku." kata Jimmy sambil tersenyum mesum
"Ais dasar gila." kata Marsha dan meninggalkan Jimmy
"Tapi kau suka kan " teriak Jimmy, Marsha yang mendengarkan teriakan Jimmy sangat malu karena banyak orang yang ada disekitarnya.
"Memalukan, tapi aku suka." batin Marsha, Jimmy mengikuti Marsha yang pergi menuju mobil yan dibawa olehnya.
"Kenapa kau mengikuti ku, pulang sana dengan mobilmu." kata Marsha sambil mengeluarkan kunci mobilnya, melihat itu Jimmy langsung mengambil kunci yang dipegang oleh Marsha.
"Kembalikan, aku mau pulang." kata Marsha
"Iya aku tau, tapi dengarkan apa yang aku katakan. Malam nanti aku akan datang ke rumahmu bersama dengan keluargamu aku akan melamar mu didepan orang tuamu. Ya sudah pulanglah, hati-hati dijalan, sayang." kata Jimmy dan mendaratkan ciuman di kening Marsha dan pergi dari hadapan Marsha.
Marsha masih melongo atas perbuatan yang baru saja dilakukan oleh seorang Jimmy, berkali-kali Marsha menggelengkan kepalanya.
"Apa ini mimpi?" kata Marsha dan langsung mencubit pipinya sendiri "Au...sakit, ini tidak mimpi, jadi ini semua nyata." kata Marsha
"AH...." teriak Marsha membuat semua orang yang ada diparkiran tersebut memandangnya, Marsha langsung masuk kedalam mobilnya karena malu dilihat semua orang.
Sedangkan Jimmy langsung pulang ke mansion, pekerjaannya sudah diserahkan kepada Daniel karena ada sesuatu yang penting harus dia lakukan saat ini juga untuk kelangsungan masa depannya.
Setelah sampai Dimansion, Jimmy langsung saja masuk kedalam. Jimmy membuat kehebohan di dalam mansion dengan berteriak membuat semua orang melihatnya.
"Mama" teriak Jimmy
"Ada apa Jimmy, kenapa berteriak" kata Mama Amanda ketika keluar dari kamar Carl untuk menemani Carl tidur siang.
"Ma, aku mau melamar Marsha" kata Jimmy kepada Mama Amanda saat mendekat padanya.
"Ha...me...melamar Marsha." kata Mama terbata.
"Iya ma, aku tidak mau dia diambil orang lain. Jadi malam ini kita akan pergi ke mansion orang tuanya untuk melamar Marsha." kata Jimmy.
"Tapi kita belum melakukan persiapan Jimmy, tidak mungkinkan kita datang ke mansion ya Tanpa membawa apa-apa." kata Mama Amanda.
__ADS_1
"Tenang saja ma, aku akan mencari apa yang akan kita bawa nanti ke sana. Jadi mama persiapkan diri saja dan katakan pada yang lainnya juga, Aku pergi dulu ma." kata Jimmy dan langsung pergi mencari apa yang dia perlukan untukelamar Marsha.
Bersambung.....