
Saat ini disebuah restoran tepatnya di ruangan VVIP, seorang wanita sedang menunggu seorang pria yang sudah dibayar ya untuk menyingkirkan seorang yang menghalangi impiannya.
"Dimana sih dia, mengapa lama sekali." gumam wanita tersebut.
Tidak berapa lama masuklah seorang pria yang tidak di kenalnya kedalam ruangan VVIP yang telah dipesannya.
"Siapa kau, mengapa masuk kedalam ruangan ini." kata wanita tersebut.
"Aku orang yang ingin menyampaikan pesan dari bos ku." kata pria tersebut.
"Berati kau anak buah preman yang aku bayar untuk melenyapkan wanita sialan itu." kata wanita tersebut.
"Iya nona Olivia." kata pria tersebut.
"Apa kalian sudah menyingkirkannya." kata Olivia antusias.
"Lihat saja ini nona." kata pria tersebut sambil meletakkan sebuah kotak yang berukuran agak besar ke atas meja.
"Apa isinya." kata Olivia.
"Bukti jika kami telah melenyapkan." kata pria tersebut.
"Benarkah" kata Olivia dan diangguki pria tersebut.
"Sebaiknya anda melihat isi yang ada didalam nona." kata pria tersebut.
__ADS_1
"Nanti saja, apa kau sudah memiliki kekasih." kata Olivia sambil menatap pria yang ada didepannya dengan tatapan yang sangat mendamba.
"Pria ini sangat tampan, sepetinya dia juga memiliki badan yang bagus." batin Olivia.
"Saya tidak akan menjawab hal diluar kerja sama." kata pria tersebut.
"Dasar wanita murahan, aku jijik sekali melihat wajahnya itu. Ingin sekali aku mengulitinya." batin pria tersebut.
"Ayolah, aku hanya bertanya sedikit saja." kata Olivia sambil mengedipkan matanya.
"Saya sudah menikah" kata pria tersebut
"Benarkah, apa istrimu sangat cantik." kata Olivia
Tampa mengatakan apa pun, pria itu langsung keluar dari ruangan tersebut karena merasa sangat jijik dengan kelakuan wanita yang ada didalam.
"Apa kau sudah memberikan kado itu kepadanya egon." kata Elle
"Sudah nona." kata Egon
Ternyata yang masuk dan memberikan kotak kepada Olivia tersebut adalah Egon.
"Ada apa dengan wajahmu itu." kata Elle saat melihat wajah Egon
"Saya sangat tidak suka melihat wajahnya nona, apa lagi saat dia menggoda saya." kata Egon
__ADS_1
"Ha ha ha, apa kau tidak suka padanya dia cantik dan juga sexy." kata Elle
"Saya tidak suka pada wanita seperti itu nona." kata Egon.
"Jadi kau suka seperti Ran." kata Elle
"Iya nona. Eh t...tidak nona." kata Egon gagap
"Sudahlah, jangan berani berbohong kepadaku Egon aku tau apa isi hati dan pikiranmu." kata Elle
Sedangkan Olivia yang penasaran dengan isi yang ada didalam kota yang ada di atas mejanya. langsung berdiri dan membuka apa yang ada didalamnya.
Betapa terkejutnya Olivia saat melihat yang ada di dalam kotak tersebut adalah kepala bos preman yang telah terpisah dari tubuhnya.
"Aakkkkkk" teriak Olivia dan wajahnya seketika memucat saat melihat kepala yang berlumuran darah.
Elle lang mendengar itu sangat senang.
"Sekarang terimalah hadiah selanjutnya" kata Elle sambil menekan tombol yang ada ditangannya.
Seketika itu juga kepala yang ada di dalam kotak itu meledak dan membuat darah yang berada didalam kotak itu berhamburan dan mengenai wajah Olivia, Membuat wanita itu pingsan seketika.
"Ayo kita pulang" kata Elle
"Baik nona." kata Egon dan langsung membukakan pintu ruangan tersebut dan langsung pergi dari restoran itu.
__ADS_1
Pelayan yang akan mengantarkan makanan kedalam ruangan Olivia sangat terkejut saat melihat apa yang terjadi di dalam, dan langsung memanggil manager restoran tersebut.
Bersambung....