
Saat ini Bianca sedang duduk di taman belakang sambil meminum teh yang telah disediakan oleh pelayan yang ada di mansion belakang.
"Siapa kau." sebuah suara berbicara kepada Bianca
Melihat ada yang berbicara pada ya Bianca langsung menoleh kearah datangnya suara, melihat siapa yang berbicara padanya Bianca langsung melanjutkan apa yang sedang dilakukannya.
"Hei aku sedang berbicara padamu." kata Olivia dengan nada ketusnya.
"Ada apa." kata Bianca
"Ada hubungan apa kau dengan tuan Bruno." kata Olivia
"Apa aku harus memberi tahu padamu apa hubunganku dengannya, terserah diri ku mau melakukan apa padanya memeluknya menciumnya itu tidak ada hubungannya denganmu." kata Bianca
"Hei, kau dengar ya wanita jelek dia itu akan menjadi milikku. Jadi jauhi dia." kata Olivia dengan marah saat Bianca berkata seperti itu.
"Ha ha ha benarkah." kata Bianca dengan suara mengejeknya sambil berdiri menghadap Olivia.
"Setau ku, dia tidak suka dengan wanita sepertimu. Apalagi wanita yang sudah bekas sepertimu." kata Bianca
"Dasar ******, aku akan merobek mulutmu itu." kata Olivia yang siap akan menampar Bianca tapi tiba-tiba diurungkannya dan langsung mengambil tangan Bianca dan mengarahkannya ke pipi dirinya sendiri.
Plak
"Aku mohon jangan sakiti aku." kata Olivia tiba-tiba, membuat Bianca langsung heran atas apa yang baru saja terjadi.
"Ada apa ini." sebuah suara dari arah belakang.
Bianca yang mendengar ada yang berbicara di belakangnya langsung menoleh kearah tersebut.
"O...ternyata dia mau bermain bersamaku." batin Bianca
"Apa yang terjadi di sini, Bianca." kata Bruno yang mendatangi mereka berdua di taman.
"Mampus kau, aku akan membuat tuan Bruno membencimu." batin Olivia
"T...tidak ada apa-apa tuan." kata Olivia sambil menangis segegukan.
"Mengapa kau menangis " kata Bruno pada Olivia
"Maaf tuan, wanita ini tadi mengatakan jika saya menggoda Anda." kata Olivia dengan tangis lirihnya.
__ADS_1
"Benar seperti itu." kata Bruno pada Bianca
"Iya, kan benar apa yang aku katakan." kata Bianca yang langsung pergi dari sana.
Melihat adiknya pergi Bruno langsung mengikutinya membuat Olivia marah karena Bruno tidak mempedulikannya.
"Awas saja, akan aku beri pelajaran pada wanita gatal itu." kata Olivia sambil berjalan masuk kedalam mansion.
Sedangkan di dalam sebuah kamar, Arc tidak mau sedikitpun melepaskan pelukannya pada sang istri yang mulai risih karena kelakuan suaminya.
"Honey, lepas aku mau ke kamar mandi dulu." kata Elle
"Mau apa?" kata Arc
"Aku mau pipis honey, aku sudah tidak tahan." kata Elle
"Baiklah." kata Arc yang langsung melepas pelukannya tapi tiba-tiba menggendong Elle dan membawanya ke dalam kamar mandi.
"Yakkkkk apa yang kau lakukan." kata Elle saat melihat Arc yang tidak keluar juga.
"Aku akan menunggu mu disini." kata Arc
"Apa sudah?" kata Arc dan diangguki oleh Elle.
Lagi-lagi Arc menggendongnya dan membawanya ke arah ranjang dan membaringkan Elle setelah itu dirinya juga berbaring di sisi istrinya.
"Honey!!!" kata Elle
"Apa?" kata Arc yang melihat kearah istrinya.
"Aku lapar" kata Elle dengan wajah memerasnya
"Kau mau makan apa Sweety?" kata Arc sambil mengelus wajah Elle
"Aku ingin makan stek." kata Elle
"Baiklah, aku akan membuatkannya untukmu." kata Arc yang bangun.
"Tapi aku mau daging rusa." kata Elle
"Rusa." kata Arc
__ADS_1
"Iya, terus rusanya harus yang jantan dan baru ditangkap terus harus yang muda rusanya dan juga harus dari hasil buruan." kata Elle dengan wajah berbinar ya.
"Tapi Sweety itu sangat sulit untuk dicari." kata Arc
"Jadi kau tidak mau mencarikannya untuk anakmu." kata Elle sambil menampilkan wajah sedihnya dan mengelus perutnya yang sudah membuncit.
"Baby, nanti kita cari Daddy baru saja ya. Daddy yang mau menuruti keinginan kita." kata Elle berbicara pada perutnya dan sambil mengelusnya.
"Tidak, aku akan mencarikannya. Kau di mansion saja jangan kemana pun." kata Arc yang langsung bangkit dan berlari keluar dari kamarnya.
"Bagus setidaknya dengan ini tidak membuatnya di dekatku terus seperti permen karet." kata Elle setelah melihat Arc tidak terlihat lagi.
Arc yang sudah keluar dari kamarnya dan berjalan menuju keluar mansion bertemu dengan Boy dan Kayo yang datang ke mansion.
"Kau mau kemana?" kata Boy saat melihat Arc yang tergesa-gesa
"Aku ingin mencari makanan yang istriku inginkan." kata Arc
"Memang di mansion ini tidak ada." kata Boy
"Tidak ada, kenapa kau datang kesini?" kata Arc
"Biasa, istriku ingin bertemu dengan Elle." kata Boy
"Baiklah aku akan pergi dulu mencari makanan Elle inginkan." kata Arc
"Baik-" perkataan Boy langsung dipotong Kayo
"Dad, aku mau makan apa yang nona Elle mau makan." kata Kayo tiba-tiba
Arc yang mendengar itu merasa senang karena ada yang akan menemaninya berburu.
"Baiklah, emang apa yang diinginkan Elle." kata Boy kepada Arc.
"Daging rusa terus harus dari hasil berburu dan juga rusanya harus masih muda dan berjenis jantan." kata Arc, membuat Boy langsung melongo mendengarnya.
"Sudah ayo cepat kita cari." kata Arc yang langsung menarik tangan Boy dan membawanya keluar dari mansion.
Setelah kepergian suaminya dan Arc, Kayo langsung menuju kamar Elle.
Bersambung....
__ADS_1