
Hari ini adalah konferensi pers yang akan diadakan oleh Elle agar semua orang tau bahwa dialah pemilik asli perusahaan E&J company.
"Sweety, apa kau yakin ingin melakukan konferensi pers tersebut?" kata Arc kepada istrinya. "Jika kau melakukan itu, nanti orang lain melihat wajahmu aku tidak suka." kata Arc dengan wajah cemberutnya.
"Jangan cemberut, hal ini akan terjadi sekarang atau pun nanti." kata Elle memandang suaminya yang sedang cemberut.
"Baiklah, kapan kau akan melakukan konferensi pers ya?" kata Arc sambil memeluk Elle dengan erat.
"Nanti siang, pagi ini aku akan melihat keadaan Jimmy." kata Elle sambil melepas pelukan suaminya.
"Aku juga akan ikut menjenguk Jimmy, apa kamu mau aku mendanpingimu saat konferensi pers nanti?" kata Arc
"honey, aku bisa melakukannya sendiri. Aku ingin orang mengenalku dengan kemampuan aku sendiri bukan karena kamu ada disamping ku." kata Elle sambil mengelus wajah suaminya.
"Baiklah, terserah padamu Sweety. Jika kamu membutuhkan bantuan katakan saja padaku, aku akan selalu berada paling depan untukmu." kata Arc sambil mencium punggung tangan Elle.
Mereka pun langsung menuju rumah sakit yang diikuti oleh Kayo dan Jhon serta beberapa mobil bodyguard. Setelah sampai dirumah sakit mereka menuju keruangan Jimmy, dari depan kaca pintu mereka dapat melihat Marsha yang sudah ada didalam. Elle langsung memberhentikan Arc saat akan membuka pintu.
"Ada apa Sweety?" kata Arc
"Kau lihat itu" tunjuk Elle lewat kaca yang ada di tengah pintu, Arc langsung melihatnya.
"Marsha!" kata Arc ketika melihat adiknya didalam ruangan Jimmy "Apa yang dilakukannya?" kata Arc kepada Elle.
"Dasar tidak peka, apa kau tau kalau Marsha menyukai Jimmy." kata Elle kepada suaminya.
"Apa benar?" kata Arc sambil melihat adiknya didalam ruangan Jimmy.
"Kita lihat apa yang terjadi." kata Elle kepada suaminya. "Apa kau tau Jimmy sudah sadar." kata Elle kembali.
"Jadi Jimmy sudah sadar" kata Arc kepada istrinya
Sedangkan didalam ruangan tersebut Marsha masih memandang Jimmy yang masih betah dengan tidurnya.
"Kenapa kau tidak mau bangun, apakah kau sedang bermimpi yang indah sehingga kau tak ingin bangun dari tidurmu." kata Marsha, saat Marsha ingin mengatakan sesuatu ponsel Marsha berdering.
"Alex, mau apa dia meneleponku?" kata Marsha sambil mengangkat telpon dari Alex
π Marsha
Ada apa
πAlex
Apa kita bisa bertemu hari ini
π Marsha
Tidak bisa, aku lagi sibuk
__ADS_1
πAlex
Ayolah Marsha, kenapa kau menghindari ku. Apa karena aku mempunyai perasaan padamu sehingga kau menghindari ku. Kita sudah kenal lama Marsha.
π Marsha
Alex perasaanku padamu hanya sebagai sahabat
"Aku tidak akan membiarkan Marsha diambil orang lain." batin Jimmy, Elle yang mendengarnya hanya tersenyum saja dari balik pintu.
πAlex
Aku mohon Marsha, untuk kali ini saja aku ingin bertemu denganmu.
π Marsha
Baiklah, kita bertemu ditempat biasa
πAlex
Oke aku akan menunggumu sampai datang.
π Marsha
Iya
"Maaf aku harus pergi" kata Marsha dan hendak pergi dari ruangan Jimmy, tapi tiba-tiba ada sebuah tangan yang memegang tangan Marsha. Merasa ada sesuatu yang memegang tangannya Marsha melihat arah tangannya. Sebuah tangan memegang pergelangan tangan Marsha.
"M... Marsha" kata Jimmy pura-pura seperti orang baru sadar, Marsha syok melihat Jimmy telah sadar.
"K..kau sudah sadar?" kata Marsha
"H...haus" kata Jimmy dengan aktingnya, mendengar itu Marsha langsung mengambil botol minuman yang ada dibalas dan meminumkannya kepada Jimmy mengunakan sedotan.
Setelah itu Marsha langsung menekan tombol yang ada didekat ranjang Jimmy untuk memanggil Dokter. Tidak beberapa lama Dokter pun datang.
"Dokter dia sudah sadar, tolong lihat keadaannya." kata Marsha kepada Dokter
"Baik nona" kata Dokter tersebut "Ya ampun padahal kan tuan Jimmy sudah sadar dari semalam apa nona Marsha tidak tahu." batin Dokter tersebut.
Elle yang mendengar batin dokter tersebut, ingin sekali menertawai Marsha yang telah dibohongi oleh Jimmy.
"Ada apa Sweety" kata Arc ketika melihat Elle seperti menahan ketawa.
"Tidak ada honey" kata Elle kepada arc "Ayo kita masuk dan ikuti saja apa yang aku katakan oke." kata Elle sambil menggandeng tangan Arc masuk kedalam ruangan Jimmy dan Arc mengikutinya.
"Marsha kau disini?" kata Elle berpura-pura tidak tau kalau ada Marsha di dalam ruangan Jimmy.
"Iya kak, aku menjenguk Jimmy." kata Marsha. "Kak Elle aku pergi dulu ya, soal ya ada seseorang yang harus aku temui." kata Marsha
__ADS_1
"Oh apa kekasihmu?" kata Elle sambil memandang Jimmy yang sudah manyun bibirnya.
"I..itu ka--"perkataan Marsha langsung dipotong Elle.
"Tidak apa, bersenang-senang lah dengan kekasihmu. Sebaiknya kalian menikah saja dari pada berbuat sesuatu yang tidak baik." kata Elle memberikan usulan, sedangkan Jimmy yang mendengarnya semakin panas.
"Baiklah kak, aku pergi dulu." kata Marsha dan ketika ingin keluar dari ruangan tersebut Jimmy langsung memanggilnya.
"Terimakasih telah menjengukku." kata Jimmy "Jimmy kau dasar bodoh tahan dia mengapa kau tak menahannya." batin Jimmy, Elle yang mendengar itu semakin ingin mengerjai Jimmy.
"Marsha apa kau butuh tempat yang bagus untuk berkencan, karena aku tau tempat yang bagus untuk melakukan kencan." kata Elle sambil memandang Jimmy yang semakin merah padam wajahnya.
"Tidak usah kak, aku pergi dulu." kata Marsha
"Hati-hati dijalan." kata Arc
"Iya Abang" kata Marsha dan memandang Jimmy, tapi yang dipandang hanya diam saja.
Arc yang melihat kelakuan dua manusia tersebut hanya bisa geleng kepala, karena mereka tidak mau mengakui perasaan mereka masing-masing.
"Honey sebaiknya kau menikahkan mereka daripada mereka berbuat yang tidak baik nanti." kata Elle kepada Arc
"Sepertinya yang kamu bilang ada benarnya" kata Arc mengikuti apa yang istrinya mau.
Jimmy yang mendengar itu langsung cemberut akan perkataan sepasang suami istri tersebut.
"Jika kalian hanya akan membicarakan masalah itu lebih baik kalian keluar dari sini, aku ingin istirahat." kata Jimmy sambil membaringkan tubuhnya di ranjang.
"Kenapa kau marah, kau kan bukan pacar ya Marsha, jadi santai saja. Kami sebagai keluarga hanya ingin memilihkan jodoh yang terbaik untuk Marsha." kata Arc
"Terserah" kata Jimmy sambil memejamkan matanya "Hanya aku yang sesuai untuk Marsha, aku tidak akan membiarkan Marsha dimiliki oleh orang lain." batin Jimmy, Elle yang mendengarnya tersenyum.
"Aku akan melakukan konferensi pers siang ini, untuk mengatakan bahwa akulah CEO sebenarnya di E&J company." kata Elle kepada Jimmy.
"Terserah kau saja, itukan perusahaan mu. "kata Jimmy masih dengan memejamkan matanya. "Bagus, jika Elle mengatakan bahwa dia adalah CEO sebenarnya akan membuat aku tidak repot lagi masalah perusahaan sehingga aku dapat mengejar cinta ku." batin Jimmy
"Bukan berarti kau bisa santai karena aku sudah muncul di publik, kau masih harus bekerja dengan giat." kata Elle
"Cih...dasar adik tak berperasaan." kata Jimmy langsung membuka mata ketika Elle mengatakan itu.
"Itu benar yang dikatakan oleh istriku, kau harus bekerja dengan giat agar kau dapat mencari pasangan hidup nantinya." kata Arc menimpali perkataan istrinya.
"Dasar kalian ini, keluarlah aku ingin istirahat " kata Jimmy dan langsung memunggungi Elle dan juga Arc.
"Ayo honey, kita pergi biarlah dia meratapi nasibnya." kata Elle sambil mengajak Arc untuk keluar dari ruangan Jimmy.
"Apa yang dikatakannya waktu itu bohong, dia mengatakan bahwa mencintaiku tapi apa dia menemui pria lain." batin Jimmy.
"Bersambung....
__ADS_1