Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Merampok


__ADS_3

Kayo yang berada didalam kamar sedang memasukkan bajunya kedalam koper, dia akan pergi dari mansion Boy karena ingin mengerjai suaminya itu.


"Aku akan mengerjainya, karena membuat aku tidak bisa kemana-mana tanpa ijinnya." batin Kayo dan menyelesaikan pekerjaannya.


Setelah selesai Kayo langsung keluar dari kamar dengan membawa kopernya, Boy yang berada didepan pintu terkejut saat Kayo keluar dengan membawa kopernya.


"Mommy mau kemana." kata Boy menghampiri Kayo


"Aku akan keluar dari mansion ini, jadi carilah apa yang kau katakan tadi." kata Kayo sambil berjalan melewati Boy


"Tidak, Daddy hanya bercanda mom. Jangan tinggalkan Daddy." kata Boy sambil memeluk Kayo.


"Lepas" kata Kayo


"Tidak, tidak mau." kata Boy sambil menggelengkan kepalanya.


"Lepas atau kau tidak akan bertemu dengan ku ataupun anakmu." kata Kayo


Mendengar itu, Boy langsung melepaskan pelukannya. Setelah terlepas dari pelukan Boy, Kayo berjalan sambil membawa kopernya diikuti Boy yang juga turun kebawah.


"Kau mau kemana sayang." kata Mama Kinan


"Aku akan pergi dari mansion ini, aku akan mencari Daddy baru untuk anak-anakku. Karena Daddy kandungnya tidak menginginkannya." kata Kayo membuat Boy langsung mengambil koper Kayo dan membuangnya kearah lain.


"Tidak, Mommy hanya milik Daddy." teriak Boy


"Mom, jangan tinggalkan Daddy. Daddy akan menuruti semua kemauan Mommy." kata Boy dengan suara memohon.


"Kena kau." batin Kayo


"Sudah lah, lebih baik aku pergi saja." kata Kayo


"Tidak, Daddy mohon jangan tinggalkan Daddy. Mommy mau apa akan Daddy turuti." kata Boy sambil memeluk Kayo.


Mendengar itu Kayo tersenyum, Mama Kinan yang melihat itu yakin jika Kayo hanya mengerjai anaknya yang bodoh itu. Karena sifat Boy sama dengan Papa Luis yang tidak akan melepaskan apapun yang sudah menjadi miliknya.


"Dasar mafia bodoh" batin Mama Kinan.


"Kalau begitu lepas pelukanmu." kata Kayo

__ADS_1


"Tidak, nanti Mommy pergi meninggalkan Daddy." kata Boy yang masih memeluk Kayo


"Baru saja kau mengatakan akan menuruti perkataan ku, tapi sekarang kau tidak mau." kata Kayo


"Baiklah, tapi janji ya tidak meninggalkan Daddy" kata Boy sambil menyodorkan jari kelingkingnya.


"Dasar anak kecil." kata Kayo.


"Janji dulu" kata Boy


"Iya" kata Kayo sambil menautkan jari kelingkingnya.


"Sekarang bilang Mommy mau apa, nanti akan Daddy penuhi." kata Boy


"Aku minta semua kartu yang ada didalam dompetmu." kata Kayo


"Baiklah," kata Boy mengeluarkan dompetnya dari saku celananya dan mengeluarkan semua kartu yang dia miliki.


"Ini semua milik Mommy." kata Boy memberikan Sekitar lima kartu yang dimilikinya yang berwarna hitam dan gold.


"Bagus, ini uang untuk jajan mu." kata Kayo mengeluarkan beberapa lembar uang untuk jajan Boy


"Mau diambil apa tidak" kata Kayo


"Iya, Daddy akan ambil." kata Boy "Untung masih ada satu kartu yang aku miliki." batin Boy


"Bukan aku tidak tau isi di dalam otak mu itu, gunakan dengan baik uang ini dan juga satu kartu yang ada di dalam dompetmu itu." kata Kayo membuat Boy langsung tercengang mendengar perkataan istrinya yang tau jika masih ada kartu didalam dompetnya.


"Mama, ayo kita shopping ke mall. Aku juga akan mengajak yang lainnya." kata Kayo kepada Mama Kinan, membuat yang diajak kegirangan karena bisa menghabiskan uang anaknya bersama dengan menantu kesayangannya.


"Tamatlah riwayat kartuku jika sudah membawa mama." batin Boy.


Setelah mendapat apa yang di inginkan ya, saat ini Kayo dan mama Kinan sudah berada di mall, mereka sedang menunggu Elle dan juga yang lainnya. Tidak begitu lama Elle dan yang lainnya sudah datang, Kayo juga mengajak para orang tua agar Mama Kinan bisa mengobrol dengan yang sepantaran dengannya.


"Tumben kau mengajak kami." kata Bianca yang juga diajak


"Lihat" kata Kayo memperlihatkan kartu yang didapatnya dari suaminya Boy


"Wow banyak sekali, kau merampok suamimu." kata Elle

__ADS_1


"Iya nona, aku merampoknya." kata Kayo


"Bagus itu, ayo sekarang kita serbu mall ini." kata Elle yang bersemangat untuk berbelanja.


Mereka menjadi dua kelompok, para orang tua pergi bersama orang tua lainnya dan di dampingi para bodyguard yang telah diutus oleh Daddy David yang tidak mau istrinya dilirik oleh pria lain.


Dan kelompok satunya adalah rombongan para wanita muda, yang juga dikawal oleh para bodyguard yang diperintahkan oleh Arc dan juga Boy. Padahal tidak di kawal pun tidak ada yang akan berani mengganggu mereka.


Elle yang ingin memegang pakaian yang menurutnya sangat bagus dikejutkan oleh suara yang melarang Elle untuk menyentuh pakaian yang ingin dia lihat.


"Jangan sentuh pakaian itu." kata sebuah suara.


"Kenapa, aku ingin membelinya." kata Elle ketika melihat siapa yang melarangnya untuk membeli pakaian tersebut.


"Karena itu sudah menjadi incaran ku, baju itu juga tidak akan muat untukmu, lihat perutmu itu buncit seperti wanita hamil." kata wanita yang memakai pakaian yang terbuka di bagian atas dan bawahnya.


"Emang aku lagi hamil, emang situ kurus seperti busung lapar. Tidak punya uang untuk membeli makanan." kata Elle


"Dasar wanita kurang ajar." kata wanita itu yang ingin memukul Elle tapi langsung dicegah oleh Kayo.


"Singkirkan tangan kotor anda dari nona saya." kata Kayo


"Apa kau bilang, tangan ku kotor. Apa kau tidak lihat tanganku yang bersih ini." kata wanita


"Sudah Jessy, lebih baik kita pergi saja dan cari pakaian di toko lain saja." kata wanita muda sepertinya teman wanita yang dipanggil Jessy tadi.


"Awas kau, akan aku balas." kata wanita bernama Jessy sambil menunjuk ke arah Kayo.


"Siapa takut." kata Kayo.


"Ayo kita lanjutkan kembali acara shopping kita, dengan kartu suami mu." kata Elle membawa Kayo ketempat yang sudah ada Bianca dan Marsha.


"Dasar sialan wanita itu akan aku balas nanti dia." kata Jessy setelah keluar dari toko tersebut bersama dengan temannya.


"Sudah jangan seperti itu, kau tidak akan bisa mengganggu mereka. Apa kau tidak lihat mereka dikelilingi para bodyguard yang banyak, sepertinya mereka anak-anak orang yang berkuasa." kata temannya itu memperingati Jessy.


"Tenang saja, jika aku menjadi menantu keluarga Fernandes, aku juga akan menjadi kaya." kata Jessy


"Terserah kau saja." kata temannya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2