
Setelah memberi tugas pada suaminya, Elle langsung keluar untuk menuju mansion belakang karena hari ini dia akan memberi kejutan pada calon percobaannya.
Saat keluar dari kamar bertepatan dengan Kayo yang berjalan menuju kamarnya.
"Kau ada disini Kayo." kata Elle saat melihat Kayo
"Iya nona, anda mau kemana?" kata Kayo
"Aku ingin memberi kejutan pada calon percobaan yang ada di mansion belakang. Apa kau mau ikut." kata Elle
"Saya ikut nona." kata Kayo
Mereka berdua langsung menuju mansion belakang yang juga markas mereka. Hari ini Elle berencana akan memulai melakukan percobaan pada kelinci percobaannya.
"Selamat datang nona." kata para pelayan
"Hemmm, dimana kelinci yang akan menjadi bahan percobaan." kata Elle
"Dia ada di ruang santai nona." kata pelayan
"Baiklah, panggil Egon dan katakan padanya aku menunggu di ruang santai." kata Elle
"Baik nona, saya permisi dulu." kata pelayan tersebut dan langsung pergi dari hadapan Elle dan Kayo.
Sedangkan Olivia yang sedang berada di ruang santai sedang serius berbicara dengan seseorang yang ada diseberang sana.
"Aku mau kau mencarikan apa yang aku inginkan secepatnya dapat, setelah dapat aku akan mengambilnya dan memberimu uangnya." kata Olivia sambil mematikan sambungan telpon.
"Aku harus bisa menyingkirkan wanita itu, dan mendapatkan tuan Bruno agar aku bisa menguasai kekayaan ini." kata Olivia
Sedangkan dua orang wanita yang melihat dan mendengar perkataan Olivia hanya bisa tersenyum sinis dengan impian Olivia yang sangat menginginkan kekayaan.
Prok
Prok
Prok
Mendengar ada yang bertepuk tangan dari arah belakangnya Olivia langsung menoleh kearah belakang.
"M...mengapa kau bisa ada disini." kata Olivia dengan gugup
"Kenapa apa aku tidak boleh datang di mansionku sendiri." kata Elle yang duduk di sofa tunggal yang ada di ruang santai itu di ikuti oleh Kayo yang juga duduk di sofa lainnya.
"Mansion mu, jangan bermimpi. Ini mansion tuan Bruno." kata Olivia
"Apa kau mengenal Bruno." kata Elle dengan santai
"Jelas, aku adalah pacar ya." kata Olivia
"Kenapa wanita ini bisa ada di sini, apa tuan Bruno mengenalnya." batin Olivia
__ADS_1
"Ha ha ha jangan mengada, mana mau dia denganmu." kata Elle
"Kurang ajar, jelas dia mau dengan ku. Kau tidak lihat badanku yang sangat sempurna ini, tidak sepertimu yang membesar itu." kata Olivia
"Benarkah, apa badanku membesar Kayo." kata Elle kepada Kayo
"Tidak nona, hanya perut bagian depan anda saja yang membesar karena sedang mengandung." kata Kayo
"Kau dengar itu apa yang dikatakan Kayo." kata Elle
"Cih, palingan sebentar lagi tuan Arc akan meninggalkan wanita sepertimu dia hanya menginginkan seorang anak saja dari mu setelah itu akan membuang mu." kata Olivia
"Nona" sebuah suara membuat mereka langsung memandang arah suara yang memanggil.
"Kau sudah datang, apa menyenangkan berada dikamar terus sepanjang hari. Semenjak menikah kau jarang melakukan tugasmu Egon, dan hanya menugaskan bawahan mu saja. Apa mau aku kirim kau ke negara C untuk mengawasi perusahaan yang ada disana." kata Elle sambil melototkan mata kearah Egon
"Tidak nona." kata Egon
"Awas saja kau akan aku katakan apa Huanran agar menceraikan mu dan menikah dengan pria lain." kata Elle.
"Berisik kalian ini, pergi dari sini. Kalian menggangu ketenangan ku." kata Olivia
"PELAYAN" teriak Olivia dengan keras memanggil pelayan yang ada di mansion itu.
Tidak berapa lama seorang pelayan datang dan menghadap Olivia.
"Cepat kau usir mereka, dan jangan pernah biarkan mereka masuk kedalam mansion ini lagi." kata Olivia
Sedangkan pelayan yang mendengar perkataan Olivia hanya diam saja, karena siapa yang berani mengusir wanita yang sedang hamil tersebut jika dia lah yang merupakan pemilik dari mansion ini.
Mendengar perkataan Olivia, membuat Elle tertawa karena melihat tingkah Olivia yang seperti nyonya rumah di mansion ini.
"Mengapa kau tertawa hah, dasar wanita ja*ang." kata Olivia
Plak
"Hei, dasar pelayan kurang ajar mengapa kau menamparku hah. Dasar sialan." kata Olivia sambil mendorong pelayan tersebut sehingga terjatuh kelantai.
"Ada apa ini." kata Bruno yang melihat keributan yang terjadi di ruang santai tersebut.
"Tuan Bruno." kata Olivia dengan suara yang dibuat agak sedih. "Pelayan itu menampar aku, padahal aku tidak ada salah." kata Olivia mendekat kearah Bruno.
"Benarkah?" kata Bruno sambil melihat Olivia dan diangguki wanita itu.
"Wah kau senang ada wanita cantik di mansion ini Bruno." kata Elle
"Tidak nona." kata Bruno
"Mengapa tuan Bruno menghormati wanita ja*ang itu." batin Olivia
"Maaf tuan Bruno, apa Anda mengenal dia." kata Olivia sambil menunjuk Elle
__ADS_1
"Jelas aku mengenalnya, dia adalah nona ku. Dan mansion ini adalah miliknya aku hanya menumpang disini bersama dengan adikku." kata Bruno
"Apa, j.....jadi dia pemilik mansion ini " kata Olivia dengan terbata.
"Wah wah ternyata kau tidak tau siapa pemilik asli mansion ini. Sungguh sangat menyedihkan, berharap mendapatkan Pria kaya hanya dengan bermodalkan tubuh jelek mu itu nyatanya NOL BESAR." kata Elle sambil berjalan menghampiri Olivia.
"Dasar kau wanita kurang ajar." kata Olivia yang ingin menampar Elle
Classss
"Aarkkkk" teriak Olivia saat Elle telah memutus pergelangan tangan Olivia karena berani-beraninya wanita tidak tahu malu itu ingin menampar ya.
"Jangan pernah meletakkan tangan penuh dengan kemaksiatan mu itu menempel ke tubuhku." kata Elle sambil melototkan matanya kepada Olivia
"Bagaimana rasanya, enak kan?. Aku baik kan, telah membuat tangan penuh dosa mu itu hilang dari anggota tubuhmu. Bagian mana lagi anggota tubuhmu yang perlu aku hilangkan sehingga kau tidak berlumuran dengan dosa." kata Elle sambil mengitari Olivia
"Sialan kau." kata Olivia sambil menahan rasa sakit
"No no no jangan berbicara seperti itu, aku belum ingin membuang mulutmu yang kotor itu. Kita mulai anggota lainnya saja ya. Bagai mana dengan ini." kata Elle menunjuk pada daerah dada Olivia, membuat Olivia langsung menggelengkan kepalanya.
Sedangkan para anggota Elle yang melihat kejadian itu hanya tersenyum melihat kejadian itu.
"Atau ini saja." kata Elle yang langsung menyayat telinga Olivia, membuat wanita itu berteriak kesakitan karena perbuatan Elle.
"Kau tau mengapa aku memotong telingamu?" kata Elle dan tidak mendapat jawaban dari Olivia. "Hei jawablah" kata Elle karena Olivia tidak mau berbicara
"Baiklah, biar aku katakan apa yang membuat aku melakukannya. Aku melakukannya karena kau tidak mau mendengar perkataan ku." kata Elle
"Dasar wanita sialan, aku akan membunuhnya jika sudah keluar dari tempat ini." batin Olivia
"Kenapa? ingin membunuhku." kata Elle, membuat Olivia langsung melototkan matanya saat Elle mengetahui niatnya. "Jangan melototkan mata seperti itu, dari caramu melihatku aku tau apa isi didalam pikiranmu itu." kata Elle
"Bawa apa yang telah aku buat ke ruang santai." kata Elle sambil menelpon seseorang
Setelah beberapa saat Hiro datang ke ruang santai dan langsung menuju nonanya.
"Kau sudah datang, suntikkan apa yang kau bawa pada dirinya." kata Elle saat melihat Hiro dan setelah itu menunjuk Olivia.
"Baik nona." kata Hiro dan satu anggota lainnya memegang tubuh Olivia.
"Lepas, dasar wanita sialan." kata Olivia berteriak
"Diam lah, jangan banyak bergerak." kata Hiro yang mendekati Olivia
"Jangan menyentuhku, lepaskan tangan kotor kalian." teriak olivia
"Diam" kata Hiro sambil menyuntikkan sesuatu ke tubuh Olivia
"Aku akan membunuh kalian, dasar monster menjijikan kau Elle." teriak Olivia
"He he he iya aku mister." kata Elle
__ADS_1
"Masukkan dia kedalam penjara, kita akan lihat seperti apa reaksi dari virus itu nantinya." kata Elle kepada anggotanya.
Bersambung.....