
Selepas kepergian Restu, Vinka kembali melanjutkan aktifitasnya. Vinka ingin pulang lebih awal. Ia merasa kurang fit hari ini. Setelah melaksanakan salat zuhur. Vinka segera memanggil Leni keruangannya.
Tok tok tok
" Assalamu'alaikum. Anda memanggil saya Bu Vinka?" Leni memang akan bersikap sebagai atasan dan bawahan jika sedang dalam urusan pekerjaan.
" Waalaikum salam. Masuk Len."
Leni menunduk hormat dan masuk ke ruangan Vinka. Leni mendekat ke arah Vinka.
" Ada yang bisa saya bantu Bu?"
" Kalau diruanganku seperti ini. Jangan terlalu formal." Vinka mengingatkan Leni.
" Hheeee ... iya Vinka. Maaf."
Vinka menatap Leni. Ia tau asistennya itu sangat mengkhawatirkannya.
" Aku kurang enak badan. Tolong kamu rekap semua pekerjaanku. Setelah beres tolong kirimkan email ke aku."
" Baik Vinka. Akan segera aku kerjakan. Kamu tak perlu khawatir. Istirahatlah. Aku tau kamu kurang sehat hari ini."
" Terimakasih Len. Maaf merepotkanmu."
" Tidak masalah Vinka. Lagi pula ini sudah menjadi tanggung jawabku sebagai asisten kamu."
" Kamu tidak tertekan kan, kerja disini?"
" Tidaklah Vinka. Punya bos yang baik kaya kamu. Aku sangat bersyukur."
" Jangan memujiku. Aku bisa gede kepala." Vinka tersenyum menatap Leni.
" Aku berkata jujur Vinka. Kalau aku tidak betah. Sudah dari kemarin aku resign."
" Alhamdulillah kalau kamu betah. Aku pamit pulang dulu. Assalamu'alaikum."
" Waalaikum salam."
Vinka berlalu pergi dari ruko. Ia tidak mengendarai motor sendiri. Ia memesan taxsi online. Tak butuh waktu lama taksi yang Vinka pesan sudah sampai. Vinka segera masuk dan pulang ke rumah orang tuanya.
*
*
*
*
Sementara itu dikediaman Wahyu.Wahyu terlihat uring-uringan mencari album foto pemberian Vinka.
" Aku taruh dimana sichh album fto itu? Perasaan kemarin aku masukkan tas sebelum pulang."
Wahyu terus mengacak- ngacak kamarnya. Ia terus mencari barang tersebut. Bahkan saat ini kamar Wahyu sudah seperti kapal pecah.
Bu Asty yang mendengar kegaduhan segera mendatangi kamar putranya.
" Wahyu. Kamu sedang mencari apa? Kenapa kamar kamu acak-acakan seperti ini?"
" Aku sedang cari album fto Bu. Apa Ibu melihatnya?" Wahyu terus mengacak-acak isi kamarnya.
Bu Asty sebenarnya tau apa yang Wahyu maksud. Ia memang sengaja menyembunyikan barang tersebut. Ia tidak ingin Wahyu mengingat istri dan anaknya. Rencananya bisa gagal jika ingatan Wahyu sembuh.
Wahyu merasa frustasi karena album foto yang Vinka berikan hilang. Bahkan ia tidak bisa menghubungi Vinka karena tidak menyimpan nomer wanita itu. Saat kecelakaan itu memang Vinka sudah mengembalikan ponsel dan barang-barang Wahyu. Namun Bu Asty menyimpannya dan Wahyu tidak pernah tahu.
__ADS_1
" Seingatku aku kemarin membawanya pulang. Kalau sudah begini, gimana aku bisa menghubungi Vinka untuk minta album foto baru."
Wahyu menjambak rambutnya sendiri. Ia begitu pusing dengan keadaannya saat ini. Ditambah Ibunya yang selalu memaksa untuk segera menikah dengan wanita pilihannya.
" Kepalaku serasa mau meledak. Siapa yang bisa aku mintai tolong agar aku bisa bertemu dengan Vinka. Atau mau membantuku untuk memulihkan memori ingatanku." Wahyu berfikir sejenak.
Saat ini ia bahkan belum mengingat alamat Vinka maupun teman-temannya. Wahyu mengotak atik ponsel baru yang diberikan Ibunya. Nomer kontak di ponsel tersebut baru sedikit. Hanya ada nomer Ibunya dan juga Menik. Wanita yang digadang-gadang akan menggantikan Vinka.
" Sial. Disini tidak ada nomer kontak temanku satu pun." Wahyu semakin frustasi.
Ia kelimpungan sendiri dan kelelahan setelah mengacak-acak seluruh isi kamarnya. Wahyu merebahkan dirinya di ranjang. Sungguh berat beban yang ia rasakan. Bahkan ia belum bertemu dengan kedua anaknya setelah ia sadar dari koma. Wahyu semakin penasaran, kenapa anaknya tidak pernah dibawa saat Vinka datang ke rumah sakit.
Apa benar anak itu bukan anaknya?. Sehingga Vinka takut mereka bertemu dengan Wahyu. Fikiran-fikiran buruk terus memenuhi isi fikiran Wahyu. Hingga ia tertidur karena kelelahan.
*
*
*
Sementara itu, Vinka telah sampai di kediaman kedua orang tuanya. Kedatangan Vinka disambut oleh kedua anaknya. Safa sekarang sudah bisa berjalan dan pintar sekali bercerita. Hal itu yang membuat Vinka sangat terhibur walau ia sedang tertimpa beban yang sangat berat.
" Ibuu ... " Safa dan Elsa berlari menghampiri Vinka.
Vinka merentangkan kedua tangannya menyambut kedua buah hatinya. Kesedihan yang tadi ia rasakan berganti dengan senyuman kebahagiaan.
" Anak-anak Ibu yang pintar. Hari ini kalian nakal tidak? Jadi anak baik dan kebanggaan Ibu ya sayang. Maafkan Ibu, karena belum ada waktu untuk kalian." Vinka menatap kedua anaknya sedih.
" Tidak apa-apa Bu. Kami mengerti kok." Elsa yang memang sudah bisa mengerti dengan keadaan kedua orang tuanya bisa lebih faham.
Sementara Safa, ia belum begitu mengerti apapun. Bahkan Safa belum tau kalau Wahyu adalah ayahnya. Vinka memang kerap memperlihatkan foto Wahyu kepada Safa. Tapi balita itu malah lebih suka bermain bersama Restu.
Semenjak Wahyu sakit. Restu memang sering berkunjung ke rumah dan bermain dengan anak-anaknya. Hal itu membuat Vinka sedikit risih. Apalagi sudah terdengar gosip yang tidak enak dari tetangga sekitar rumahnya.
" Aku mau Bu." jawab Elsa cepat.
Sementara Safa masih bingung. Karena tadi baru saja Safa bertemu dengan Restu. Balita itu hanya diam mengamati wajah sang Ibu.
Vinka tau yang Safa fikirkan. Balita itu pasti bingung dengan ucapannya mengenai ayah yang ia maksud. Vinka menghela nafas panjang sebelum menjelaskan kepada Safa. Ia memilih kata-kata yang pas agar balita itu bisa mengerti.
" Safa sayang. Pasti Safa bingung kan? Karena Ibu sering menyebut Ayah Safa. Ayah Safa bernama Wahyu, ia tidak tinggal disini sayang. Ayah Wahyu saat ini sedang sakit. Karena itu, Ayah Wahyu tidak pernah datang untuk bertemu dan main dengan Safa." Vinka menatap Safa dalam.
" Ayah Cafa naamanya Ahyu Bu."
" Iya sayang. Namanya Ayah Wahyu."
Vinka kemudian mengambil ponselnya dan mencari foto Wahyu digaleri. Vinka memperlihatkan foto Wahyu kepada Safa.
" Ini adalah Ayah Wahyu. Ayah Safa yang saat ini sedang sakit."
Safa mengamati dengan seksama wajah Ayahnya. Balita 2 tahun itu tersenyum.
" Ayah Ahyu janteng."
Cara bicara Safa yang masih belum jelas. Membuat balita itu malah terlihat semakin lucu. Vinka senang, Safa bisa menerima penjelasannya. Ia tidak sabar ingin mempertemukan Wahyu dengan anak-anak.
" Kak Elsa dan Safa main dulu ya! Ibu mau ke kamar dulu."
Vinka bangkit dan berjalan menuju kamarnya. Elsa yang melihat Ibunya tidak lagi seceria dulu merasa sedih. Elsa akan berusaha agar keceriaan keluarganya kembali seperti dulu. Ia tidak akan membiarkan kedua orang tuanya berpisah seperti yang dialami temannya.
" Safa main sama Mbak Lastri dulu ya! Kakak mau bicara sama Ibu sebentar. Nanti kita main bareng lagi,Ok."
Safa mengangguk dan berjalan ke halaman samping menemui pengasuhnya. Sementara Elsa kini menuju kamar Ibunya. Elsa mengintip sebentar sebelum mengetuk pintu.
__ADS_1
Tok tok tok
" Bu. Apa aku mengganggu Ibu?"
" Masuk Kak."
Elsa masuk ke dalam kamar Ibunya setelah mendapatkan ijin. Ia duduk disebelah Ibunya.
" Bu .... "
" Iya Kak. Ada apa?" Vinka tersenyum menatap putri sulungnya.
" Aku ingin ke rumah Ayah. Aku akan bicara baik-baik sama nenek. Aku tau, nenek tidak sejahat itu." Elsa berbicara sangat hati-hati.
Vinka membelai rambut Elsa." Ibu tau, maksud Kakak baik. Tapi Ibu tidak mau Kakak nantinya bersedih. Saat ini Ayah belum bisa mengingat kita."
" Aku yakin Bu, saat aku bertemu Ayah. Ayah pasti bisa mengenaliku. Lagi pula aku dan Safa mirip dengan Ayah. Pasti Ayah juga akan percaya kepadaku."
" Elsa sayang. Ada banyak hal yang tidak kamu mengerti sayang. Ibu tidak mau kamu nantinya sedih. Saat ini, biarkan dulu Ayahmu bersama nenek. Ibu yakin, suatu saat nanti. Ayah akan mencari kita dan kita bisa kembali berkumpul."
" Sampai kapan Bu? Sampai semuanya hancur. Elsa tidak ingin Ibu sama Ayah pisah. Elsa tidak ingin bernasip sama seperti teman Elsa yang bingung harus memilih dimana ia tinggal. Dioper- oper seperti bola. Elsa tidak mau Bu!"
" Semua itu tidak akan terjadi sayang. Ibu akan mempertahankan semuanya demi kalian." Vinka memegangi kedua bahu Elsa.
" Ibu Janji."
" Ya. Ibu akan berusaha."
Walau Vinka nampak ragu dengan ucapannya. Tapi ia sudah bertekat akan terus berusaha memperjuangkan pernikahannya. Vinka tidak ingin anak-anaknya tumbuh tanpa seorang Ayah.
" Elsa keluar dulu. Ibu harus pegang kata-kata Ibu. Aku nngak mau ada perpisahan."
Vinka mengangguk dan tersenyum. Elsa langsung keluar dari kamar Vinka setelah mengatakan semua keinginannya. Selepas kepergian Elsa, Vinka termenung memikirkan permintaan Elsa.
" Aku bingung. Aku harus berbuat apa? Menghadapi Ibu mertuaku. Aku serba salah. Apa aku bisa kuat dan mempertahankan pernikahanku sesuai keinginan Elsa. Aku juga tidak ingin mengorbankan kebahagiaan anak-anakku." Vinka ragu dengan ucapannya sendiri.
Vinka mencoba mencari tau di internet mengenai dampak dari perceraian. Vinka syok, saat mengetahui banyak dampak buruk dari perceraian. Vinka tidak bisa membayangkan, bagaimana nasib kedua anaknya jika semua itu terjadi.
" Astaga. Banyak dampak negatifnya ternyata. Tapi bertahanpun akan semakin sulit. Aku harus bagaimana Ya Allah."
Vinka semakin putus asa. Ia bingung harus berbuat apa. Kalau ia hanya diam, bisa saja mertuanya akan semakin besar kepala dan bertindak semena-mena. Tapi kalau ia melawan. Ia takut Wahyu akan marah dan menganggap bahwa ia bukan menantu yang baik.
Vinka merebahkan tubuhnya, ia menatap langit-langit kamarnya. Saat ini ia sungguh butuh teman untuk berbagi. Yang bisa memberikan solusi. Ia tidak bisa bertemu ataupun menghubungi Wahyu. Semua akses telah ditutup dan dijaga ketat oleh Ibu mertuanya.
" Apa dengan cara mendekatkan Elsa pada mereka. Mertuaku akan luluh dan Mas Wahyu akan sembuh dari amnesianya."
Vinka fikir, usulan Elsa tadi ada baiknya juga dicoba. Bagaimanapun juga, ikatan batin antara Ayah dan anak pastilah sangat kuat. Dan mertuanya juga tidak mungkin mengusir Elsa, cucunya sendiri.
" Aku akan mencobanya. Semoga cara ini berhasil."
ππππππππππ
Segini dulu ya guyyysss
terimakasih sudah berkenan mampir.
Yukkss jangan lupa like, komen, vote, subcribe dan hadiahnya.
Semangatin Author trs ya!!
agar cepat kelar nie episode dan buat karya baru yang lbih menarikπ€π€π
Salam cintaku untuk kalian semuaπ₯°
__ADS_1