
Di sebuah hutan, dua orang manusia sedang bersembunyi untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
"Ini semua gara-gara istrimu, mengapa minta hal yang aneh-aneh sih. Kenapa tidak makan sesuatu yang mudah saja mendapatkan bahannya malah ingin makan yang bahannya susah sekali didapatkan." gerutu pria yang sejak dari tadi melihat sekeliling yang ada didekatnya yang gelap gulita.
"Kau bisa diam tidak, kita sedang mencari buruan." kata pria satunya lagi dengan suara pelan.
"Seharusnya aku tidak membawa istri ku tadi Kemansion Elle." kata pria tersebut yang tidak lain adalah Boy
"Ssssss, diam." kata Arc yang sedang melihat sesuatu yang bergerak di depan sana.
"Apa sih, kau ini." kata Boy
Plak
"Aku bilang diam" kata Arc dengan suara tingginya, membuat buruan mereka langsung lari.
"Lihat buruan kita pergi gara-gara mendengar suaramu yang jelek itu." kata Boy saat melihat rusa buruan mereka pergi
Bhuk
Bhuk
"Kau itu yang membuat mereka pergi, dasar sialan kau itu. Aku tidak akan mau lagi mengajakmu pergi berburu jika seperti ini." kata Arc setelah memukul perut Boy karena saking geramnya dengan pria itu.
"Sakit, kau ini tidak berperasaan." kata Boy "Kau mau aku bunuh hah disini." kata Boy
"Bunuh saja, kalau aku mati aku akan menjadi hantu gentayangan dan mencari mu." kata Arc
"Hei jangan berbicara masalah hantu di hutan seperti ini." kata Boy yang langsung memeluk lengan kekar Arc
"Hei kenapa kau, lepaskan tanganku." kata Arc
"Tidak akan, ini semua karena mu aku harus terjebak di hutan sampai malam seperti ini." kata Boy.
"Iya aku tau tapi lepas tanganmu, aku risih di Pepet oleh laki-laki." kata Arc "Tunggu dulu apa kau takut dengan hantu." kata Arc
"Tidak." kata Boy dengan cepat dan langsung melepas pelukan dari tangan Arc
"Benarkah?" kata Arc sambil memicingkan matanya kepada Boy
__ADS_1
"Benar, aku tidak takut pada apa pun." kata Boy berusaha menyembunyikan rasa takutnya.
Srekkk
"Hantu." teriak Arc
"Tidak pergi kalian dari sini." teriak Boy sambil memeluk tangan Arc dan memejamkan matanya. "Aku masih ingin bersama dengan istri dan juga calon anak-anak kami. Kau makan saja dia." kata Boy sambil mendorong Arc
"Ha ha ha ha, kau lucu masa badan besar dan seorang ketua mafia takut dengan hantu." kata Arc menertawai Boy yang langsung memeluk lengannya dan memejamkan matanya.
"Diam Arc, cepat kita cari rusanya dan pergi dari hutan ini secepatnya." kata Boy yang masih saja memeluk lengan Arc.
"Dasar penakut." kata Arc "Lepaskan tanganku." kata Arc yang langsung melepas tangan Boy dengan kasar.
"Hantu." kata Arc sambil berlari meninggalkan Boy sambil tertawa karena dapat mengerjai Boy
"Jangan tinggalkan aku arc" teriak Boy sambil mengejar Arc yang lebih dulu berlari meninggalkannya.
Pagi harinya, Elle dan yang lainnya sudah berada di meja makan untuk sarapan pagi tanpa Arc dan digantikan dengan keberadaan Kayo.
"Kemana suami kalian mengapa sampai pagi seperti ini belum juga datang." kata Mama Amanda
"Kau tidak meminta hal aneh kan sayang." kata Mama Amanda
"Tidak ma, Elle cuma meminta dibuatkan stik saja. Tapi sampai sekarang belum pulang." kata Elle yang berbohong agar tidak terkena amukan amarah Mama Amanda.
"Benarkah?" kata Mama Amanda
"Iya Mama, jika Mama tidak percaya tanya saja pada Kayo." kata Elle sambil memandang Kayo yang ada didekatnya.
"Ya sudah, sekarang makanlah mungkin sebentar lagi suami kalian pulang." kata Mama Amanda.
"My" kata Carl
"Ada apa sayang." kata Elle
"Tapan cal atihan My." kata Carl sambil memakan sereal nya.
"Nanti sayang, habiskan dulu makanan mu kemudian berlatihlah dengan ancle Egon." kata Elle
__ADS_1
"Oce My" kata Carl semangat.
Tidak begitu lama terdengar keributan dari arah luar mansion membuat semua yang ada di meja makan langsung berjalan melihat keluar mansion.
Diluar mereka dapat melihat banyaknya rusa yang telah diturunkan dari mobil truk yang diantaranya masih ada yang hidup dan ada juga yang sudah mati.
"Wawww banyak sekali." kata Elle setelah melihat apa yang ada didepan matanya.
Setelah semuanya diturunkan, tidak berapa lama dari arah belakang keluarlah Arc dan juga Boy dalam keadaan yang memprihatinkan dimana baju dan wajah mereka yang sangat Kumal.
"Apa yang terjadi ini" kata Mama Amanda yang baru saja datang "Mengapa banyak sekali rusa dan mengapa tampang kalian seperti itu." kata Mama Amanda
"Kami baru saja dari hutan Mama, karena Elle ingin memakan stek daging rusa dan harus rusa jantan dan masih muda. Arc terpaksa berburu sampai sepagi ini untuk mencarikan apa yang Elle inginkan." kata Arc
"Dan kau mengapa juga ikut-ikutan seperti ini Boy." kata Mama Amanda yang tidak habis pikir dengan pikiran Elle yang sedang mengidam.
"Karena Kayo juga menginginkan apa yang Elle inginkan terpaksa aku diseret oleh Arc." kata Boy
"Mommy, badan Daddy sakit semua." kata Boy yang menghampiri Kayo, tapi yang dihampiri langsung menghindar.
"Mommy" kata Boy saat melihat Kayo menghindarinya dengan wajah kumalnya.
"Daddy bau" kata Kayo sambil menutup hidung nya.
"Kalian cepat masuk dan bersihkan badan kalian itu yang saat ini persis seperti gembel." kata Mama Amanda
Mendengar perkataan Mama Amanda, Arc dan Boy langsung masuk ke dalam mansion dan membersihkan tubuh mereka di dalam kamar masing-masing.
"Elle jangan seperti itu, Mama tau ini pasti bukan ngidam tapi keinginanmu yang ingin mengerjai suamimu kan." kata Mama Amanda melihat kearah Elle
"He he he, habisnya dia lengket terus ke Elle Mama. Elle risih jika di peluk terus." kata Elle
"Jadi sekarang mau kita apakan daging rusa sebanyak ini." kata Mama Amanda
"Kita buat barbeque saja Mama, ajak yang lainnya." kata Elle
"Baiklah, sekarang kalian berdua urus dulu suami kalian." kata Mama Amanda
"Baik Mama" kata Elle dan juga Kayo.
__ADS_1
Bersambung....