
Untuk pembaca setia ku
Tolong berikan hadiah bunga 🌹
Supaya aku lebih semangat 🤭🥰
💋💋💋💋 Happy Reading 💋💋💋💋
Tangan Ica perlahan bergerak memegang kening yang mengeluarkan darah. "ya tuhan , tolong selamatkan hamba dan teman hamba." batin Ica.
Dengan susah payah Ica mencoba untuk mengambil ponsel di dalam tasnya ,ia ingin menghubungi kekasihnya, namun karena terlalu banyak darah yang keluar dari keningnya , sehingga menyebabkan matanya berkunang-kunang ,dan tangannya tak sengaja menghubungi Rian .
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Rian yang sedang melihat data restorannya , tiba-tiba mengerutkan keningnya, ketika melihat siapa yang sedang menghubungi dirinya. dengan wajah yang sumringah , Rian langsung mengangkat panggilan di ponselnya.
"Halo assalamu'alaikum ca." ucap Rian . dirinya begitu bahagia , ketika Ica menghubungi nya.
"Wa- wa'alaikum salam, mas tolong." ucap Ica Terbata. dirinya sudah tidak kuat , karena darah yang keluar dari keningnya semakin banyak akhirnya Ica pingsan dan ponselnya terjatuh.
"Halo ca ,kamu kenapa ,halo." ucap Rian khawatir.berulang kali Rian memanggil namun nihil tak ada jawaban. "apa yang terjadi ca." batin Rian.
Rian lalu menghubungi Zidan. drrttt drrttt drrttt ponsel Zidan berbunyi, Zidan sempat mengerutkan keningnya, melihat nama yang tertera di layar ponsel nya. "Rian ,tidak biasanya anak itu menghubungi ku." batin Zidan. ia merasa sedikit heran.
Dengan perasaan yang masih tanda tanya, Zidan akhirnya mengangkat telepon dari Rian.
"Halo." ucap Zidan. "halo dan ,kamu segera lacak sekarang di mana Ica berada, cepat ini darurat dan." ucap Rian panik. Zidan merasa bingung atas apa Rian ucapkan.
"Tunggu, biar aku cek." ucap Zidan. meskipun dirinya masih belum paham. tak butuh waktu lama akhirnya Zidan menemukan lokasinya.
__ADS_1
"Aku sudah menemukan di mana Ica berada, tapi tolong apa yang sebenarnya terjadi?." tanya Zidan selidik. Rian pun menceritakan awal Ica menelpon dirinya.
Dengan langkah cepat Zidan menuju tempat parkir, ia langsung tancap gas menuju lokasi dimana kekasihnya berada. "suara Ica seperti menahan sakit." kata-kata yang di ucapkan Rian terus berputar di telinganya.
"Damn it, kenapa aku bisa kecolongan seperti ini." ucap Zidan sambil memukul setir mobilnya.
"Pantas saja aku di suruh mengajar di kampus x, ternyata mereka ingin leluasa bergerak,awas saja kalau sampai terjadi sesuatu pada kekasihku ,aku tidak akan mengampuni mereka." batin Zidan.
Tiga puluh menit kemudian, mobil Zidan telah sampai di lokasi kejadian , dimana Ica dan Sindi berada.
"Ya tuhan Ica." Zidan berteriak sambil berlari menuju mobil yang Ica tumpangi. "bertahanlah sayang." ucap Zidan. ia melihat Ica dan Sindi tak sadarkan diri, dengan sekuat tenaga ia membuka pintu mobil tersebut.
Selang beberapa menit terdengar suara mobil berhenti. "dan." Rian memanggil Zidan. Rian berlari ke arah sahabat nya itu.
"Apa udah bisa di buka?." tanya Rian . Zidan menggeleng lemah. "kamu mundur." ucap Zidan . kemudian Zidan meninju kaca mobil tersebut.
Akhirnya pintu mobil pun bisa terbuka. "Rian kamu angkat Sindi ." ucap Zidan ,sambil mengangkat tubuh Ica. "baik." ucap Rian . ia pun mengangkat sindi dan membawanya ke dalam mobil.
Tak lama kemudian Zidan sampai di rumah sakit ,ia langsung menggendong Ica dengan sedikit berlari. para petugas rumah sakit pun langsung menyambut kedatangan Zidan , mereka membawa brankar dorong , lalu Zidan meletakkan Ica ke brankar dorong tersebut.
Para suster membawa Ica ke UGD, "maaf pak, Anda tunggu di luar." ucap salah satu suster.zidan pun dengan pasrah mengikuti apa yang suster itu ucapkan , meskipun hati kecilnya tak ingin jauh dari Ica.
Tak lama kemudian, Rian pun sampai di rumah sakit , ia pun dengan cepat menggendong Sindi menuju UGD .
"Maaf pak, anda tidak bisa masuk." ucap suster. "baik." Rian pun menunggu di depan pintu UGD. Rian perlahan menghampiri Zidan , dirinya nampak prihatin dengan sahabatnya itu. "kamu yang sabar , Ica wanita yang kuat ,dia pasti mampu melewati masa kritis nya." ucap Rian .
Rian terharu dan salut pada Zidan , dirinya melihat cinta yang begitu besar untuk Ica. "aku harus bisa melupakan mu ca." batin Rian.
"Thanks , untuk semuanya." ucap Zidan tulus. dirinya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi , jika Rian tidak memberitahu nya. "kamu nggak perlu sungkan , sudah sepantasnya seorang sahabat membantu." ucap Rian .sambil menepuk pundak Zidan.
__ADS_1
Zidan merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel, lalu ia melakukan panggilan. "halo tuan." ucap seseorang kepercayaan Zidan."sekarang kamu jemput Ifan disekolah lalu jemput ibu." ucap Zidan.
"Baik tuan ." ucap orang kepercayaannya. "berhati-hatilah , dan setelah itu kamu cari tau siapa yang melakukan hal ini." ucap Zidan."baik tuan, saya akan bekerja semaksimal mungkin." tutur orang kepercayaannya.
Sementara itu ,Rian juga tengah menghubungi Sinta. "halo Assalamu'alaikum Bu Sinta." sapa Rian "wa'alaikum salam nak Rian , ada apa ya?." ucap Sinta. "maaf sebelumnya Bu , anak ibu ada di rumah sakit." terang Rian .
"Apa , tidak mungkin nak Rian pasti salah orang." ucap Sinta sangat terkejut. "maaf Bu , saya tidak salah orang ,anak ibu dan Ica kecelakaan , mobil anak ibu menabrak sebuah pohon di jalan xxx , saya membawa anak ibu ke rumah sakit yang tidak jauh dari tempat lokasi kejadian." terang Rian .
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Sinta terkulai lemas mendengar perkataan Rian . "ya tuhan selamatkan lah anakku dan Ica." batin Sinta. dirinya lalu bergegas menuju tempat di mana Sindi di tangani.
Di sepanjang jalan ,Sinta terus berdoa , dirinya merasa sangat sedih dan takut . dan yang lebih mengejutkan nya , seseorang yang telah merencanakan kecelakaan itu. Rian telah memberitahukan semuanya pada dirinya.
"Siapa yang tega melakukan ini semua." batin Sinta. ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi , karena dirinya ingin segera sampai . "aku akan melaporkan ke pihak berwajib ,aku ingin hukuman yang setimpal atas perbuatannya." gumam Sinta sambil mengepalkan tangannya.
💋💋💋💋💋💋💋
Sementara itu di tempat yang berbeda , tubuh Ratna langsung lemas mendengar salah satu anaknya mengalami kecelakaan. Ifan pun langsung memeluk ibunya ."ibu yang sabar ,kak Ica tidak lemah dia pasti bisa melalui masa kritisnya." ucap Ifan dengan berlinang air mata.
"Aku tak akan mengampuni ,jika sesuatu terjadi pada kak Ica." batin Ifan . sambil mengepalkan tangannya. Ifan lalu mengambil menyiapkan perlengkapan yang harus di bawa. kemudian mereka berangkat menuju rumah sakit dengan seseorang suruhan Zidan.
Ratna terus berdoa di sepanjang perjalanan. "ya tuhan selamatkan lah anakku serta teman nya , jangan pisahkan kami." batin Ratna .air mata nya pun tak berhenti membasahi kedua pipinya. Ifan yang melihat pun merasa sangat sedih.
"Kalau sampai wanita itu ada sangkut pautnya dengan kecelakaan ini , aku akan buat perhitungan dengan keluarganya." batin Ifan .
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
TOLONG MINTA DUKUNGAN NYA YA 🥰
__ADS_1
SEE YOU 🖐️🖐️🖐️