Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Ekstrem


__ADS_3

Sekitar jam tiga pagi Elle terbangun, tiba-tiba saja dia ingin melakukan sesuatu, karena tidak mau sampai Arc terbangun Elle perlahan-lahan turun dari ranjangnya dan keluar menuju markasnya.


"Aku sangat ingin melakukan sesuatu yang ekstrem. Sepertinya aku punya mainan yang bagus didalam markas." kata Elle pada dirinya sendiri.


Setelah sampai didepan markas Elle berpapasan dengan anggotanya yang sedang berjaga.


"Selamat pagi nona" kata anggotanya karena ini sudah jam tiga pagi.


"Hemmmm, keluarkan tahanan yang berani mengusik ketenangan ku" kata Elle kepada anggotanya.


"Baik nona." kata Elle


Setelah beberapa saat seorang pria dibawa masuk oleh anggotanya dan dibaringkan diatas meja penyiksaan dan diikat disetiap tangan dan kakinya.


"Lepaskan aku, kenapa kalian menangkap ku." teriak pria tersebut.


prok prok prok


"Apa kau ingin dilepaskan?" kata Elle


"Lepaskan aku, dasar ******." kata pria tersebut kepada Elle.


Belum sempat Elle berkata, Kayo datang menghampiri Elle karena diberitahu oleh anggota Elle jika nona ya ada diruang penyiksaan.


"Nona." kata Kayo.


"Hemmmm apa kau mau ikut bermain Kayo." kata Elle


"Tidak nona, silahkan nona saja yang bermain. Saya akan melihat saja." kata Kayo.


"Hemmmm, hai kau pria jelek kenapa kau mengikuti suamiku." kata Elle kepada pria tersebut.


"Siapa suami mu, aku tak tau siapa dia." kata pria tersebut karena dia tidak tau siapa suami wanita yang menangkapnya.


"O...walah aku lupa." kata Elle, membuat para anggotanya hanya bisa menahan tawa karena nona ya sungguh lucu.


"Orang yang sedang kau ikuti selama satu Minggu ini." kata Elle santai sambil duduk.


"Setau ku Tuan Arc belum menikah, dan juga kata nona Olivia tuan Arc tidak pernah dekat dengan wanita lain." batin pria tersebut.

__ADS_1


Elle yang mendengar perkataan pria tersebut membuatnya marah, ternyata wanita itu memang harus dia musnahkan dimuka bumi ini.


"Cepat katakan apa yang ingin kau lakukan pada suamiku." kata Elle kembali dengan aura yang menggerika.


"Bu...bukan urusanmu, jadi lepaskan aku." kata pria tersebut.


"Melepas mu, jangan harap. Karena kau sudah berani mengusikku terima akibatnya." Elle langsung pergi ke lemari senjata untuk melihat alat apa yang akan dia gunakan.


"Sepertinya ini sangat menarik." kata Elle sambil mengambil sebuah mesin pemotong tulang.


Elle langsung mendatangi pria tersebut dengan senyum yang menggerika membuat pria tersebut sangat ketakutan.


"A...apa yang ingin kau lakukan pada ku." teriak pria tersebut.


"Aku hanya mengambil sedikit bagian otakmu untuk aku buat exprimen." kata Elle, dengan santai ya Elle menggores kepala pria tersebut membuatnya berteriak dengan kencang.


"Akhhhhhh s....sakit, a..aku mohon hentikan." lirih pria tersebut.


"Wah apa kau suka dengan suara ya Kayo?" kata Elle kepada Kayo


"Tidak nona, suaranya sangat jelek sangat merusak pendengaran." kata Kayo kepada Elle yang asyik menggores kepala pria tersebut.


Setelah berhasil membuka tengkorak kepala pria tersebut Elle melihat isinya, dan memandangnya dengan seksama.


"Tidak ada yang bagus, Kayo ambilkan aku beberapa hewan serangga pemakan daging sepertinya mereka akan suka." kata Elle kepada Kayo.


"Baik nona." kata Kayo.


Sedangkan pria yang kepalanya sedang dibuka oleh Elle hanya bisa kesakitan, apalagi saat mendengar perkataan Elle yang meminta binatang serangga pemakan daging membuatnya menyesal telah menuruti perkataan nona ya untuk mengikuti kegiatan apa saja yang dilakukan oleh Arc agar dia dapat menjebak Arc nantinya.


Saat Kayo sudah datang menghampiri Elle dengan membawa apa yang dia minta, Elle tiba-tiba mengurungkan niatnya dia akan menggunakan pria ini sebagai umpan memancing rubah pelakor.


"Ini nona yang Anda inginkan." kata Kayo


"Aku berubah pikiran Kayo, panggilkan aku Hanz aku ada kerjaan untuknya." kata Elle.


"Baik Nona." kata Kayo dan pergi untuk memanggil Hanz.


Setelah selesai dengan urusannya Elle tidak langsung pergi kekamar ya melainkan pergi ke kandang hewan kesayangannya.

__ADS_1


Belum sampai ke dalam kandang hewan kesayangannya, sebuah tangan kekar menarik Elle kedalam pelukannya.


"Apa yang kau lakukan pada jam segini Sweety?" kata Arc.


Arc baru saja terbangun ketika dia merasakan bahwa sang istri tidak ada didalam kamarnya. Arc mengira jika Elle dikamar mandi setelah menunggu beberapa saat, belum juga ada tanda-tanda jika Elle akan keluar dari kamar mandi. Karena khawatir Arc langsung menggedor pintu kamar mandi tapi tidak ada sahutan karena merasa khawatir Arc langsung masuk kedalamnya tapi ternyata tidak ada sang istri di kamar mandi.Karena tidak menemukan Elle disana Arc langsung keluar dan pergi menuju markas Elle, pasti sang istri ke markasnya.


"Sweety" kata Arc sekali lagi karena Elle hanya diam saja


"Tidak ada, hanya bermain sedikit." kata Elle


"Ya sudah ayo kita kembali ke kamar kita." kata Arc


"Tapi aku mau makan honey, anakmu minta dibuatkan steak daging" kata Elle dengan manja


"Baiklah, apa pun untuk istri dan anakku." kata Arc sambil membawa Elle pergi keruang dapur.


****


Sedangkan di Negara C


Seorang pria masuk kedalam sebuah ruang kerja yang ada disebuah mansion.


"Ada apa kau datang kemari xian" kata pria paruh baya


"Ada yang harus saya sampaikan Tuan Jiazhen." kata Juan.


"Ada apa" kata Tuan Jiazhen


"wanita tersebut mengetahui jika anak saya mengikutinya, dia mengatakan jika Tuan ingin mengetahui tentangnya Tuan bisa menanyakan padanya secara langsung." kata Xian


"Baiklah, apa Shen sudah mengetahui tentang wanita tersebut?" kata Tuan Jiazhen


"Sepertinya Tuan Shen sudah mengetahui keberadaannya. Jadi lebih baik kita pergi secepatnya menemui wanita tersebut." kata Xian.


"Seperti yang kau katakan kita harus secepatnya menemui dia, persiapkan keberangkatan kita hari ini juga." kata Tuan Jiazhen


"Baik Tuan" kata Xian dan langsung pergi untuk menyiapkan apa yang mereka perlukan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2