
Sudah dua hari ini Carl tidak bangun juga dari tidurnya, dan sudah dua hari juga Elle selalu meminta bertemu dengan Carl tapi tidak dibolehkan oleh Arc. Hari ini Elle sudah tidak bisa lagi mampu membendung rindunya pada Carl.
"Aku ingin bertemu dengan Carl, sekarang dan keluar dari rumah sakit ini. Aku sudah bosan Mama." kata Elle kepada Mama Annchi yang sedang menjaganya.
"Nantinya sayang, tunggu suamimu datang." kata Mama Annchi
"Tidak aku mau sekarang juga." kata Elle sudah tidak mau dibantah lagi.
Saat Elle ingin turun dari ranjang, Arc masuk kedalam ruangannya.
"Ada apa Sweety, kenapa kau ingin turun." kata Arc menghampiri Elle dan mencium keningnya.
"Aku ingin bertemu dengan Carl honey." kata Elle kepada Arc.
"Nanti saja ya, sekarang Carl sedang istirahat." kata Arc.
Elle yang sudah jengah langsung menatap Arc dengan tajam, sudah beberapa hari ini Arc selalu pergi darinya jika dia sudah tidur, Elle mengetahui itu tapi membiarkannya saja. Sekarang Elle sungguh tidak sanggup lagi jika hanya diam.
"Katakan yang sejujurnya apa yang terjadi padaku." kata Elle dengan tatapan tajam dan suara yang dingin.
Arc yang melihat tatapan tajam istrinya dan suara yang dingin, langsung menoleh kearah lain.
"Katakan?" kata Elle dengan menaikkan satu oktaf suaranya, Mama Annchi yang melihat itu pergi keluar dari ruangan Elle agar suami istri itu dapat berbicara berdua saja.
"Katakan sekarang juga atau aku akan pergi dan tak akan mau bersamamu lagi." kata Elle dengan aura mencekam.
"Sweety, tapi kau harus janji untuk tenang oke. Aku tidak ingin baby kita kenapa-kenapa. Janji ya." kata Arc dengan lembut pada Elle.
"Hemmm" kata Elle.
"Janji Sweety bukan Hemmm." kata Arc sambil mengelus pipi Elle yang makin berisi.
"Iya aku janji." kata Elle.
__ADS_1
"Carl sekarang sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri, karena luka yang diterimanya dan penyiksaan yang dia terima kemungkinan akan menimbulkan trauma." Kata Arc membuat Elle langsung melototkan matanya mendengar perkataan Arc.
"Saat aku menemukannya, Carl mengalami kekerasan fisik. wajah, tangan dan kakinya terluka." kata Arc kembali.
"Mengapa kau tidak mengatakannya kepadaku, mengapa kau merahasiakannya kepadaku, mengapa." teriak Elle membuat Mama Annchi yang ada diluar langsung masuk.
"Ada apa sayang?" kata Mama Annchi kepada Elle.
Melihat Elle yang berteriak dan menangis, Arc langsung memeluk Elle untuk menenangkannya.
"Tenang Sweety, Carl sudah melewati masa kritisnya kita hanya menunggu dia sadar saja. Jadi jangan menangis dan bersedih apa kau tak kasihan kepada baby yang ada di perutmu." kata Arc sambil melepas pelukannya dari Elle dan menatap wajah Elle yang sudah basah dengan air mata.
Semenjak hamil Elle menjadi wanita yang suka menangis, mungkin karena hormon kehamilannya.
"Tenang sayang, benar apa yang dibilang oleh suamimu. Jangan menangis terus ya." kata Mama Annchi sambil mengelus rambut Elle.
"Jangan bersedih lagi Sweety, aku sudah menangkap orang yang menyakiti anak kita dan membawanya ke markas. Kita akan membalas perbuatannya." batin Arc, Elle yang mendengar pikiran Arc langsung memandang Arc yang tersenyum padanya dan dibalas senyuman dari Elle.
"Ya sudah jika kamu mau melihat Carl, ayo kita pergi keruangan ya yang ada disebelah ruangan mu." kata Arc
"Iya aku melihat keadaan anak kita Sweety." kata Arc sambil membantu Elle turun dari ranjang.
"Mama, aku dan Elle akan keruangan Carl apa mama mau ikut?" kata Arc kepada Mama Annchi.
"Iya Mama juga mau melihat keadaan Carl karena kau tidak pernah membolehkan kami semua masuk kedalam ruangan cucu Mama yang imut itu." kata Mama Annchi.
Didalam ruangan Carl Elle dan Mama Annchi dapat melihat keadaan anaknya, kaki dan tangan yang memakai gips karena tulangnya patah dan wajah Carl yang masih sedikit bengkak karena ditampar oleh pria itu dengan kuat kepada anak yang mau menginjak umur lima tahun.
Mama Annchi yang melihat keadaan cucunya seperti itu tidak sanggup melihatnya terlalu lama, karena itu Mama Annchi keluar dan menangis diluar.
Melihat keadaan anaknya seperti itu Elle menitikkan air matanya, Arc yang melihatnya langsung menghapus air mata Elle.
"Tenang saja sweety, kita akan membalas pada orang itu." kata Arc kepada Elle dan diangguki Elle.
__ADS_1
"Kita akan membuatnya merasakan seperti apa yang alami oleh Carl, aku yang akan membuat dia merasakan siksaan yang teramat menyakitkan. Jadi jangan bersedih lagi." kata Arc dan langsung memeluk Elle dengan erat dan dibalas oleh Elle.
"M...my" kata Carl tiba-tiba dengan suara pelannya, Elle dapat mendengar itu langsung menghampiri Carl.
"Ini Mommy sayang, ada apa sayang" kata Elle dengan bahagia karena anaknya sudah sadar, Arc yang melihat Carl sudah sadar langsung menekan tombol yang ada disisi ranjang Carl untuk memanggil dokter.
"My." kata Carl kembali.
"Iya sayang, Carl mau apa." kata Elle sambil memegang tangan kecil Carl dan menciumnya.
"My...haus." kata Carl
Mendengar itu Arc langsung memberikan air kepada Carl dan meminumkannya menggunakan sedotan.
"Carl mau apa sayang, biar mommy dan Daddy belikan yang Carl inginkan." kata Elle.
"My kata cle jahat cal anak pe*acul, my pe*lacul apa? hiks hiks my pipi cal dipukul, cal sudah minta ampun tapi cle jahat tidak belhenti pukul cal." kata Carl sambil terisak, mendengar perkataan anaknya Arc dan Elle sudah dirundung kemarahan didalam hati mereka terhadap pria yang telah menyakiti anaknya.
"Carl dengarkan kata Mommy, Carl adalah anak Mommy dan Daddy. Carl bukan anak seperti orang itu bilang, jadi jangan pernah percaya perkataan orang itu oke." kata Elle kepada Carl.
"Tapi Olang itu bilang cal anak sial." kata Carl
"Sayang, Carl bukan anak sial. Carl adalah keberuntungan untuk Mommy dan Daddy. Jadi jangan dengarkan perkataan orang itu ya. Carl adalah anak Daddy dan Mommy." kata Arc sambil mengelus pipi Carl dan diangguki oleh Carl.
Beberapa saat kemudian dokter masuk kedalam ruangan tersebut, melihat itu Arc langsung memerintahkan dokter memeriksa keadaan anaknya.
"Keadaan anak Anda sudah membaik, berangsur-angsur kaki dan tangannya yang patah akan kembali seperti semula dengan terapi yang dijalaninya. Dan sebaiknya Anda membawa anak Anda ke psikolog untuk mengetahui apa memiliki trauma apa tidak." kata dokter tersebut.
"Baiklah, kau boleh pergi." kata Arc kepada dokter tersebut dan diangguki olehnya.
"My, cal mau pulang. cal lindu dengan Zion dan Zia sama Balck juga." kata Carl kepada Elle.
"Iya, tapi Mommy tanya dulu dengan dokter ya sayang." kata Elle kembali.
__ADS_1
"Biar aku saja yang menanyakannya pada dokter, kamu disini saja bersama Carl" kata Arc dan diangguki oleh Elle.
Bersambung...