
Masih di are kampus, sudah empat jam Zidan dan yang lainnya mencari,tapi Ica belum juga di temukan.
Pentilasi udara di dalam gudang begitu kecil , sehingga Ica sudah mulai terasa sesak .
"Ya tuhan, kuatkan lah " Ica berusaha kembali menggedor pintu tersebut , hingga beberapa saat tubuh nya terkulai lemas ,Ica berusaha untuk bangkit, namun tenaga nya tidak sebanding, untuk menahan tubuhnya.
Sedangkan Zidan terus memutar otak nya untuk perpikir , tiba-tiba ia teringat sesuatu.
" GPS ,ya itu dia ,ya tuhan kenapa baru sekarang aku mengingat nya," Zidan langsung mengambil ponselnya ia melacak GPS yang telah di pasang di ponsel nya ica dua Minggu yang lalu.ia tercengang melihat tanda jalan dalam ponselnya.
" Ini kan jalan menuju gudang, damn it" tanpa memberitahu yang lain ,Zidan langsung berlari menuju gudang ,
" Kalau sampai terjadi sesuatu pada ica ku ,aku bersumpah tidak akan mengampuni siapa saja yang sudah terlibat" ucap Zidan dalam hati, ia sangat khawatir pada kekasihnya , karena ruang pentilasi udara didalam gudang sangat kecil.
" Bertahanlah sayang ,mas sebentar lagi datang" gumam Zidan , dengan sekuat tenaganya ,ia terus berlari , Sindi yang melihat dosen nya berlari dengan wajah yang cemas ,ia langsung mengikuti kemana Zidan berlari.
" Pak Zidan tunggu" dengan tergesa-gesa Sindi menyusulnya, "ya tuhan , kenapa perasaan ini gelisah, semoga tidak terjadi apa-apa pada ica" gumam Sindi , dengan napas yang sudah ngos-ngosan.
Begitupun firman,ia melihat Zidan berlari dengan cepat , seketika hatinya tak karuan memikirkan gadis yang beberapa bulan ini menguasai hati nya.
" Ya tuhan , tolong jaga Ica" ucap firman sambil berlari mengejar Zidan.
Akhirnya Zidan sampai di depan gudang ,ia langsung mendobrak pintu gudang tersebut ,
" Damn it, pintunya susah dibuka" keluh Zidan ,ia tak akan menyerah begitu saja, di dobrak nya pintu itu kembali , tangan nya yang sudah mengeluarkan darah pun tak ia hiraukan , yang ada di pikirannya adalah keselamatan kekasihnya.
" Pak Zidan ini kuncinya" dengan napas yang sudah ngos-ngosan ,Sindi menyodorkan kunci gudang tersebut. Zidan mengambil kuncinya dengan cepat lalu membuka pintu gudang tersebut.
Ceklek,,,,,, pintu terbuka, " icaaaa " Zidan langsung memeluk tubuh Ica yang tergeletak ," bangun sayang , jangan tinggalkan mas" Zidan meneteskan air matanya,
" Ya tuhan ,Ica " Sindi berteriak histeris, firman tak kalah terkejutnya , melihat Ica tak berdaya ," pak ayo bawa Ica ke rumah sakit," ucap firman khawatir,
Zidan tersadar, lalu dengan segara menggendong Ica ,selang beberapa menit , ambulance pun sampai , Zidan langsung masuk , bersama dengan Sindi dan firman.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Rumah sakit sejahtera
__ADS_1
Disepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Zidan tak henti hentinya berdoa , ia terus mencium tangan kekasihnya ," ca bertahanlah sayang" Zidan terlihat rapuh.
" Ca ,kamu harus kuat" gumam Sindi ,ia begitu sakit apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
Firman juga terlihat sangat sedih melihat Ica, ditambah rasa cemburu yang membuncah , sehingga ia memutuskan untuk diam.
Setelah sampai di rumah sakit ,Ica langsung dilarikan ke ruang UGD, " maaf kalian tunggu di sini" ucap salah satu perawat.
Dengan terpaksa mereka menunggu di depan pintu ruangan tersebut. drrttt drrttt drrttt ponsel Zidan berbunyi ," halo pak sudah beres , pelakunya ada empat orang" ucap seseorang ," bagus ," ucap Zidan
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Di kediaman Ratna, " ya tuhan, kenapa perasaan ku nggak tenang seperti ini" batin Ratna .
Di tempat yang berbeda , di dalam rumah sakit , Zidan nampak gelisah , sudah satu jam menunggu, tapi belum juga ada satupun yang keluar.
" Ya tuhan , selamatkan lah Ica" batin Sindi ,ia lalu menelpon mami nya ,
" Halo assalamu'alaikum mam" ucap Sindi di sertai Isak tangis ," wa'alaikum salam ,kamu kenapa sayang" tanya Sinta khawatir,.
" Ica ,mami ,Ica ada di ruang UGD" tangis Sindi pecah, " astagfirullah, apa yang terjadi sayang" Sinta semakin gelisah,
*******
Beberapa menit kemudian ,pintu ruang UGD terbuka , " bagaimana keadaan calon istri saya dok?" tanya Zidan khawatir.
" Alhamdulilah, pasien sudah melewati masa kritis nya, meskipun belum sadarkan diri, tapi tubuh pasien begitu kuat ,kita sama sama harus bersyukur pada yang kuasa" dokter penepuk pundak Zidan .
" Terimakasih banyak dok" Zidan merasa sedikit lega ," sama sama pak ,kalau begitu saya permisi ,mari" sang dokter pun berlalu , Zidan hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Sindi saya mau minta tolong, untuk jaga Ica , saya mau menjemput keluarga Ica" ucap Zidan ,
" Iya pak ,bapak tenang aja , saya akan jaga Ica" jawab Sindi , " oke terima kasih," Zidan langsung berjalan menuju tempat parkir, disitu sudah ada orang suruhan nya yang mengantar mobilnya,
" Ini tuan kuncinya " ucap seseorang, " terimakasih , saya pamit dulu" ucap Zidan " sama sama tuan" .
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
__ADS_1
Zidan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia ingin segera memberitahukan kepada calon mertua nya.
"Akhirnya, sampai juga" Zidan sedikit berlari menuju pintu rumah Ica.
" Tok tok tok assalamu'alaikum" ucap Zidan ," wa'alaikum salam," Ratna bergegas menuju ke arah pintu, ceklek,,,, pintu terbuka " buk " Zidan mencium tangan Ratna ," nak Zidan ,Ica nya mana?" Ratna celengak celinguk mencari sosok anak nya.
" Maafin Zidan buk " kemudian Zidan menceritakan semuanya , Ratna begitu shock ,ia langsung menutup mulutnya ," ya tuhan ,nak ,siapa yang tega berbuat seperti itu" Ratna pun menangis ,Ifan yang mendengar ibunya menangis langsung keluar untuk melihat.
" Ada apa buk" tanya Ifan khawatir,."kakakmu dek , masuk rumah sakit " ucap Ratna dengan terisak-isak.
Ifan nampak kaget , karena tadi pagi kakak nya baik baik saja, " apa yang sebenarnya terjadi buk" tanya Ifan penuh selidik ,
" Ada seseorang yang ingin mencelakai kakak mu" jawab Ratna ,Ifan yang mendengar perkataan ibunya , nampak geram ,ia mengepalkan tangannya ," siapa yang sudah berani mengusik keluarga ku" batin Ifan.
"Ayo buk siap siap kita berangkat ke rumah sakit" ucap Zidan, " baik nak, ibu akan siap siap, ayo dek sebentar lagi kita berangkat , bersiap lah " ucap Ratna ,Ifan mengangguk, lalu ia bergegas menuju ke arah kamar.
" Ayo nak Zidan ,ibu dan Ifan udah siap" ucap Ratna matanya sedikit bengkak karena terus menangis. "ayo , kita berangkat" , mereka pun bergegas menuju mobil, Ratna pun tak lupa mengunci pintunya.
Sepanjang perjalanan Ratna terus berdoa," ya tuhan kuatkan lah anak hamba, lindungi keluarga kami , aamiin 🤲" Ratna mengangkat kedua tangannya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sinta tiba di rumah sakit, ia terus menyusuri di mana tempat UGD, " mami ," Sindi langsung memeluk maminya, " gimana keadaan Ica sayang" tanya Sinta khawatir , " alhamdulilah, Ica sudah melewati masa kritis nya," terang Sindi ,"syukurlah" .
Tak lama kemudian mobil Zidan pun sampai ," ayo buk , Ifan kita lewat sini," mereka pun berjalan menuju pintu UGD .
" Buk Ratna , yang sabar ya, bagaimana keadaan ibu?" Sinta memeluk Ratna ,"alhamdulilah ,buk Sinta apa kabar nya" tanya Ratna balik.
"Alhamdulilah sehat buk" jawab Sinta ," syukurlah, apa Ica sudah di pindahkan" tanya Ratna ," belum buk ,kata dokter sebentar lagi" ucap Sindi sambil mencium tangan Ratna, Ratna pun mengangguk tanda mengerti.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
SEMOGA KALIAN SUKA 😊🥰❤️😘.
MOHON DUKUNGANNYA YA DENGAN CARA LIKE VOTE KOMENTAR DAN HADIAH YA ❤️❤️ ❤️❤️
SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU 🥰
__ADS_1
SEE YOU 🥰