
Setelah mendapat semua bahan untuk membuat apa yang diinginkan Elle dan juga Kayo, para para calon Daddy tersebut langsung masuk kedalam ruang dapur ditemani satu koki agar mengarahkan mereka cara menggunakan alat yang ada di dapur.
Saat mencari buah tersebut sepanjang semua orang memandang mereka karena pakaian yang mereka gunakan sangat lah mencolok bagi seorang pria. Untung saja mereka memakai masker sehingga wajah mereka yang tampan itu tidak menjadi konsumsi para warga.
"Apa yang harus kita lakukan dulu." kata Arc kepada boy
"Mana aku tau, aku saja baru kali ini masuk kedalam dapur." kata Boy sambil mengirim sinyal cinta pada istri ya yang sedang duduk di meja makan melihat mereka membuat apa yang diinginkannya. Menggunakan tangan jari ibu dan telunjuk yang disatukan membentuk simbol hati.
"Hei berhenti melakukan sesuatu yang menggelikan seperti itu." kata Arc yang melihat kelakuan Boy
"Apa sih, aku sedang memandang wajah istriku yang sangat cantik itu, semakin hari dia semakin cantik ingin sekali aku mengurungnya didalam kamar dan tidak aku bolehkan untuk keluar sejengkal pun dari kamarku." kata Boy berbicara sepanjang lebar.
Mendengar perkataan Boy, arc langsung melihat istrinya yang juga sedang duduk di dekat Kayo.
"Kau benar, istriku juga sangat cantik apalagi, dengan perut buncit seperti itu membuat dia semakin sexy saja." kata Arc menimpali perkataan Boy.
Sedangkan koki yang ada disana hanya bisa diam mendengar perkataan Tuan Arc dan juga Boy.
__ADS_1
"Ya ampun mengapa dua pria ini hanya memandang wajah istrinya, apa mereka tidak jadi membuat apa yang diinginkan istri mereka." batin koki itu.
"M...maaf tuan apa kita jadi membuat yang diinginkan oleh nona Elle dan juga nona Kayo." kata koki tersebut terbata.
"Ya ampun ini gara-gara kau kita tidak jadi membuat ya." kata Arc.
"Enak saja kau yang ikutan melihat istrimu." kata Boy
"Cepat kita buat dari pada nanti kita kena amuk oleh dua singa betina." kata Arc
"Benar, aku tidak mau bisa-bisa aku disuruhnya tidur diluar seperti malam karena menjatuhkan ponselnya saat dia sedang bermain game.." kata Boy
Mereka berdua asyik membuat apa yang diinginkan oleh istri mereka. Karena saking asyiknya membuat makanan itu mereka tidak sadar jika Elle dan juga Kayo telah pergi dari sana menuju markas karena ada yang ingin disampaikan Egon.
Saat sudah berada di markas, Elle dan Kayo langsung pergi keruang pertemuan, sudah ada Egon yang menunggu nonanya.
"Ada apa" kata Elle sambil duduk
__ADS_1
"Tuan besar Jiazhen akan pergi ke negara ini untuk menemui nona dan juga Mama Annchi." kata Egon.
"Apa ada hal yang sangat penting sehingga kakek menemui ku " kata Elle
"Ada nona, sepertinya tuan besar akan menyerahkan warisan yang merupakan hak nona, kami sudah memperketat penjagaan karena tuan Shen juga mulai melancarkan aksinya untuk mencegah hal tersebut." kata Egon kembali.
"Biarkan saja jika anak buahnya mengikuti kakek untuk menemui ku, tapi jika anak buahnya mencoba mencelakai kakek bunuh Tampa ampun mereka. Kita harus memancing ikan besar dengan umpan bukan tapi setelah dia terpancing dan mencoba memakan umpan kita yang akan memakannya." kata Elle
"Baik nona, kalau begitu saya pergi dulu." kata Egon dan pergi dari hadapan Elle dan juga Kayo yang ada didalam ruangan itu.
"Apa tidak apa-apa melakukan hal itu nona, jika mereka tau dimana mansion ini mereka akan mencoba menyerang kita nantinya." kata Kayo
"Sepertinya kau mulai lembek setelah menikah Kayo, apa burung Pipit suamimu membuatmu melemah." kata Elle
"I...itu anu a-" perkataan Kayo langsung dipotong Elle
"Sudah lah, jangan kebanyakan anu anu. Lebih baik kita pergi dari sini dan menemui mereka yang sedang membuat rujak yang kita inginkan.
__ADS_1
Bersambung....