
Kayo membawa nonanya untuk makan di pinggir jalan yang menyediakan berbagai jenis makanan. Elle sangat bersemangat untuk makan karena mencium wangi dari makanan yang berjejer rapi disetiap stan.
"Cepat Kayo, kau lama sekali berjalan." kata Elle sambil berjalan dengan cepat.
"Iya nona, sebaiknya Anda berjalan dengan pelan saja." kata Kayo yang melihat nonanya yang sangat antusias.
"Eemmmm enak" kata Elle ketika memakan takoyaki
"Aku mau lagi" kata Elle
"Paman satu porsi lagi." kata Kayo kepada pedagang tersebut.
"Baik nona, teman anda sangat bersemangat memakannya." kata pedagang itu kepada Kayo.
"Iya paman, dia sedang hamil jadi porsi makannya banyak." kata Kayo
"Benarkah, kalau begitu ini aku banyak kan porsinya untuk temanmu." kata pedagang tersebut.
"Terimakasih paman." kata Kayo.
Setelah puas makan Elle dan lainnya pulang ke hotel karena dia sudah mengantuk setelah banyak makan.
Keesokan harinya ketika Elle baru saja membuka matanya dia dikejutkan dengan sebuah suara yang sangat dikenalnya.
"Hemmm apa sudah puas tidurnya Sweety" kata Arc yang sedang duduk di sofa didepan ranjang.
Arc baru sampai jam enam pagi dan langsung menuju hotel yang merupakan milik kakeknya karena itulah dia tau dimana keberadaan istrinya.
__ADS_1
"H...honey, kapan kamu datangnya?" kata Elle
"kenapa, Hem" kata Arc sambil mendekat keranjang dan naik keatas ranjang
"Tidak ada, ayo kita tidur." kata Elle
"Aku tidak mau, aku maunya ini." kata Arc meraba pangkal paha Elle
"T...tapi.." perkataan Elle langsung dipotong Arc
"Tidak ada tapi-tapian kamu harus diberi hukuman karena kabur tanpa ijinku." kata Arc langsung memberikan hukuman kepada Elle.
Sudah satu jam Elle diberi hukuman oleh Arc membuat pinggangnya sakit.
"Honey sudah nya, pinggangku sudah sakit." kata Elle
"Kamu ini memberi hukuman yang hanya membuat mu enak saja." kata Elle
"Kenapa mau ditambah lagi?" kata Arc
"Tidak, bisa keriting tangan dan pinggangku sakit memijit badanmu." kata Elle karena hukumannya adalah memijit seluruh tubuh Arc, membuat Arc tertawa mendengarnya.
"Sini biar aku pijat" kata Arc dan langsung membaringkan Elle dan memijit tubuh Elle.
Pijatan Arc yang semula biasa saja berubah menjadi luar biasa yang membuat Elle hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar, dan pijatan itu berubah menjadi erangan Elle dan juga Arc.
Sedangkan saat ini Kayo sedang berada di restoran yang ada di hotel tersebut untuk makan, karena saat dirinya ingin menuju kamar nonanya langsung di cegah oleh Jhon yang mengatakan bahwa nonanya tidak bisa diganggu karena sedang bersama Tuannya.
__ADS_1
Saat sedang asyik makan Kayo dikejutkan oleh suara seorang pria.
"Apa kau asistennya Elle." kata pria tersebut.
"Hemmm" kata Kayo
"Dimana dia sekarang." kata pria tersebut sambil duduk didepan Kayo.
"Maaf Tuan Boy, sebaiknya anda tidak mengganggu nona saya. Jadi sebaiknya Anda pergi dari hadapan saya." kata Kayo kepada pria yang ternyata Boy Fernandes.
"Aku menyukainya, jadi mengapa kau melarang ku." kata Boy
"Iya aku tau, tapi sebaiknya Anda mundur saja sebelum hati anda hancur menjadi debu nantinya." kata kayo
"Mengapa kau mengatakan itu, apa kau menyukaiku." kata Boy dengan pedenya.
"Jangan bermimpi Tuan, tidak ada sesuatu di tubuh Anda yang dapat membuatku menyukaimu." kata Kayo dengan senyum sinisnya.
Sedangkan seseorang yang sedang melihat kebersamaan mereka sangat marah karena wanita yang diincarnya sedang berbicara dengan seorang pria yang dia kenal.
Karena merasa sangat cemburu pria tersebut mendatangi meja Kayo dan juga Boy.
"Hemmm" kata pria tersebut
"Owh...ternyata Anda Tuan Raiden, apa yang Anda lakukan disini." kata Boy
Bersambung....
__ADS_1