
Seperti yang telah direncanakan, malam ini peresmian resort di Brighton di adakan. Arc sudah mengajak Elle untuk ikut dengannya, tetapi Elle menolak karena ada yang harus dilakukannya.
"Sweety kamu yakin tidak mau ikut denganku?" kata Arc sambil memeluk Elle yang sedang memakaikan kemeja ditubuh Arc.
"Ada yang harus aku lakukan honey, aku ingin menangkap mainan ku yang mulai menunjukkan perilakunya." kata Elle sambil menggigit dada Arc, membuat yg tornado Arc bangun.
"Sweety." kata Arc serak
"Baru aja aku gigit sudah bangun." kata Elle
"Nanti aku akan memberikannya honey." kata Elle sambil mencium bibir Arc. "Sudah selesai." kata Elle mengelus wajah Arc.
"Sweety, gimana kalau Jhon saja yang menghadiri acara itu." kata Arc agar dia bisa melakukan itu dengan istrinya.
"Jangan seperti itu honey, nanti kau akan rugi." kata Elle. "Aku juga akan rugi jika kau tidak pergi hihihi." batin Elle
"Tapi swe--"kata Arc langsung Elle potong.
"Pergilah honey, pulang nanti aku akan memberi yang kamu mau." kata Elle sambil membawa Arc keluar dari kamar mereka.
"Janji ya." kata Arc seperti anak kecil dan diangguki Elle.
"Dimana Carl Sweety." kata Arc ketika tidak melihat Carl ketika mereka sudah berada dibawah.
"Carl pergi bersama Mama dan Hanz." kata Elle membawa Arc sampai didepan pintu mobilnya yang sudah ada Jhon yang menunggu.
"Oh... Sweety aku pergi dulu ya. Aku mencintaimu Sweety." kata Arc sambil mencium bibir Elle.
"Ya ampun Tuan dan Nona membuat jiwa jomblo ku meronta-ronta." batin Jhon yang melihat kemesraan Tuan dan Nona ya.
"Aku juga mencintaimu honey." kata Elle sambil memeluk Arc
Setelah Arc sudah memasuki mobil dan diikuti oleh beberapa mobil bodyguard, mobil pun dijalankan dan meninggalkan mansion. Setelah mobil rombongan Arc sudah tidak terlihat, tiba-tiba Kayo menghampiri nona ya.
"Apa semua sudah siap?" kata Elle pada Kayo yang berada disampingnya.
"Sudah nona." kata Kayo
"Ayo kita mulai menjemput mainan baru kita." kata Elle sambil masuk kedalam mansion untuk mengganti pakaiannya.
Sedangkan didalam sebuah kamar hotel yang ada di resort yang baru dibangun seorang wanita dan beberapa pria sedang melakukan rencana untuk menjebak seseorang.
"Jadi apa rencana yang akan kamu lakukan Grace?" kata Kenzo sang Ayah.
"Kita akan membuat dia tidur bersama denganku Ayah, aku akan memberi Tuan Arc minuman yang sudah diberi obat perangsang. Saat kalian mencari keberadaan Tuan Arc aku akan mengirim seseorang agar mengatakan bahwa Tuan Arc telah membawa seorang wanita dengan paksa disebuah kamar. Aku ingin Ayah dan beberapa wartawan mendatangi kamar khusus milik Tuan Arc pasti dia akan diantar oleh bodyguard ya. Ayah Bagaimana Ayah, ini rencana yang sangat bagus bukan." kata Grace
"Baiklah, tapi bagaimana dengan asisten dan juga para bodyguard ya." kata Tuan Kenzo.
"Tenang saja aku sudah membuat rencana agar mereka lengah Ayah." kata Grace dengan seringai liciknya.
"Aku akan membuatmu bertekuk lutut dibawah kaki ku Arc, akan aku buat kau menjadi budak ku." batin Grace
"Dan kalian harus mengerjakan apa yang aku katakan" tunjuk Grace kepada seorang pelayan dan juga seorang pria yang berperan sebagai orang yang melihat Arc membawa paksa seorang wanita. "Tenang saja bayaran kalian akan aku berikan ketika rencana ini berhasil." kata Grace kembali sambil meminum wine
"Baik nona." kata dua pria tersebut
"Kalian boleh pergi." kata Grace.
"Grace." kata Tuan Kenzo kepada Grace saat dua pria tadi sudah pergi
"Ada apa" kata Grace yang melihat ayahnya mendekat dan mengelus paha Grace.
"Aku menginginkannya." sambil meraba paha Grace dan mencium leher jenjang Grace.
"Tapi jangan meninggalkan bekas karena kita sebentar lagi kita akan menghadiri acaranya. Apa kau tidak puas dengan istrimu." kata Grace yang menerima sentuhan sang ayah angkat Grace.
"Tidak, aku hanya puas denganmu." kata tuan Kenzo mendorong Grace ke atas sofa.
__ADS_1
"Awas saja setelah aku menikah dengan Arc aku akan membunuhmu dan mengambil hartamu." batin Grace
Dan terjadilah apa yang terjadi antara ayah dan anak.
Sedangkan Elle yang sedang berada di dalam sebuah mobil bersama dengan Kayo dan diikuti beberapa bodyguard sedang mendengarkan seseorang yang sedang berbicara dari seberang sana. Elle tersenyum setelah mendengar apa yang disampaikan oleh orang tersebut.
"Lakukan apa yang aku katakan" kata Elle kepada orang diseberang sana.
"Apa kita akan pergi ketempat itu sekarang nona" kata Kayo ketika melihat Elle sudah mematikan sambungan telponnya.
"Santai saja Kayo, mainan baru kita tidak akan pergi jauh." kata Elle "Apa kau membawa yang aku minta." kata Elle kembali
"Sudah nona." kata Kayo.
"Katakan kepada Egon untuk membawa wanita itu ketempat yang sudah kita rencanakan." kata Elle sambil melihat bulan yang sedang menampakkan dirinya dengan sempurna.
"Baik nona." kata Kayo
Sedangkan disebuah acara peresmian resort telah dihadiri oleh banyak orang yang berpengaruh dan para pemburu berita sudah hadir dalam peresmian resort yang sangat mewah tersebut karena salah satu pemegang saham terbesar adalah tuan Arcelio Alexander seorang pewaris keluarga Alexander.
Saat Arc telah sampai didepan hotel, sudah banyak para pemburu berita yang mengambil gambarnya. Arc berjalan dengan karismanya, membuat para kaum hawa mengagumi ketampanannya.
"Wah Tuan Arc sangat tampan hari ini." kata seorang anak pengusaha
"Iya, aku rela tidur satu malam dengannya." kata yang lainnya.
Arc yang melihat para wanita tersebut sangat tidak suka karena mata mereka yang melotot seperti ingin menerkamnya.
"Aku merindukanmu Sweety." batin Arc
Jhon yang melihat Tuannya seperti menahan kesal pun langsung bertanya pada Tuannya.
"Ada apa Tuan, apa ada yang membuat Tuan tidak suka?" kata Jhon kepada Arc
"Aku hanya merindukan istriku." kata Arc sambil berjalan memasuki life karena acaranya ada di lantai 5 hotel.
"Tidak, istriku akan marah dia sudah memberiku peringatan tadi " kata Arc
Setelah sampai di pintu tempat acara peresmian Arc sudah disambut oleh Tuan Kenzo dan juga Grace dan beberapa pemegang saham lainnya.
"Selamat datang Tuan Arc, mari kita masuk bersama." kata Tuan Kenzo memberi jalan kepada Arc
Mereka pun masuk kedalam ruangan tersebut, Grace sengaja berdiri sejajar disebelah Arc agar para wanita disana merasa iri dengannya karena bisa berjalan sejajar dengan Arc, tapi hal itu tidak terjadi karena Jhon langsung memberikan peringatan kepada Grace.
"Maaf nona sebaiknya anda mundur dari Tuan saya, karena anda tidak sesuai dengan Tuan saya." kata Jhon kepada Grace membuat Grace malu kepada yang lainnya yang sedang ada diantara mereka.
"Memalukan sekali, sudah tau Tuan Arc sangat tidak menyukai wanita disampingnya masih saja mendekati." kata wanita yang ada disitu.
"Iya betul itu, memalukan." timpal yang lainnya.
Grace sangat marah dengan perkataan Jhon dan wanita-wanita tersebut yang mengatainya tidak ada malu.
"Awas saja kau akan aku pecat jika aku sudah menjadi istrinya Arc, dan akan aku buat wanita-wanita tersebut berlutut meminta ampun kepada ku." batin Grace.
Acara berlangsung dengan meriah, semua orang mengagumi resort yang telah siap tersebut. Grace selalu melihat Arc yang sedang berbicara dengan para tamu yang hadir. Disudut ruangan Grace melihat pelayan yang membawakan minuman untuk Arc, Grace tersenyum dengan senang karena sebentar lagi apa yang diinginkannya akan terwujud.
Pelayan tersebut menghampiri Arc, melihat itu Arc langsung mengambilnya. Sambil mengobrol dengan koleganya Arc meminum wine yang diberikan oleh pelayan tersebut. Grace yang melihat itu semakin senang, sekarang yang dipikirkannya adalah menyingkirkan asisten dan para bodyguard yang ada disekitar Arc. Melihat Arc yang semakin gelisah Grace memerintahkan seseorang untuk menyingkirkan Jhon dan para bodyguard yang Arc bawa.
Tidak berapa lama ada seorang pelayan yang menghampiri Jhon dan mengatakan sesuatu.
"Maaf tuan, apa ini mobil Anda" kata pelayan tersebut sambil menyerahkan nomer mobil yang digunakan oleh arc tadi.
"Iya, ada apa?" kata Jhon
"Maaf tuan tadi ada seseorang yang mengatakan bahwa ada orang yang telah meletakkan sesuatu dibawah mobil tersebut." mendengar hal itu Jhon langsung membawa beberapa bodyguard untuk memeriksanya, dan hanya meninggalkan satu bodyguard untuk menjaga Tuan ya. Jhon tidak mau hal yang berbahaya terjadi lagi kepada Tuan seperti dulu.
Bodyguard melihat Tuan ya gelisah langsung menghampirinya.
__ADS_1
"Ada apa tuan?" kata bodyguard tersebut.
"Dimana Jhon?" tanya Arc
"Asisten Jhon sedang memeriksa mobil karena ada yang meletakkan sesuatu di mobil yang anda kendarai." kata bodyguard tersebut.
"Baiklah, bawa aku ke kamar khusus ku yang ada di hotel ini." kata Arc sambil pergi dari acara tersebut.
Grace yang melihat Arc sudah pergi memberi tanda kepada ayahnya, bahwa misi mereka selesai. Grace membiarkan Arc lebih lama agar efek dari obat tersebut semakin kuat barulah dia datang kekamar tersebut.
"Sebentar lagi kau akan menjadi milikku, Dan akan aku buang tua Bangka itu." batin Grace
Arc yang diantar oleh bodyguard ya kesebuah kamar langsung meninggalkan tuan ya.
"Mengapa badanku terasa panas, apa yang terjadi." kata Arc sambil membuka bajunya.
Setelah waktunya pas Grace langsung pergi kekamar yang didalamnya ada Arc, dengan senyum yang mereka Grace meninggalkan acara tersebut.
"Mana bodyguard yang membawa Arc ke kamar ini? ah aku tidak peduli bagus kalau dia tidak ada aku jadi bisa masuk dengan mudah. Untung aku meminta kunci cadangan jadi memudahkan aku masuk." batin Grace dan masuk kedalam kamar.
Didalam kamar lampu tidak menyala hanya menyisakan cahaya dari lampu tidur, dan diatas ranjang king size terbaring seorang yang menggeliat dengan gelisah.
"Harum tubuh mu membuat ku bergairah Arc, aku akan membuatmu puas malam ini." kata Grace sambil melepas semua pakaiannya dan merangkak naik keatas ranjang yang terdapat tubuh Persia yang diinginkannya
"Badan mu sungguh bagus sayang." kata Grace
Mereka melakukannya dengan sangat bernafsu, membuat Grace berteriak menikmati sentuhan yang diberikan pada tubuhnya.
Sedangkan di dalam acara banyak yang mencari Tuan Arc karena tak ada yang melihatnya sekitar satu jam.
"Tuan Kenzo apa kamu melihat Tuan Arc?" kata salah satu kolega Arc
Belum sempat Tuan Kenzo menjawab seseorang mengatakan bahwa Tuan pergi kesebuah kamar dengan menyeret paksa seorang wanita. Mendengar itu para pemburu berita langsung heboh, yang baru saja dikatakan oleh pria tersebut. Tuan Kenzo yang sudah tau apa yang harus dilakukan langsung menggiring opini bahwa telah terjadi hal yang tidak bagus.
"Sebaiknya kita pergi melihatnya, kasihan wanita tersebut." kata Tuan Kenzo
"Benar ayo kita lihat, katakan dimana kamar tersebut kepada kami." kata salah seorang awak media.
"Ikuti saya Tuan" kata Persia tersebut.
Mereka pun langsung pergi ke kamar yang didalamnya diyakini ada Tuan Arc bersama wanita yang telah dibawa dengan paksa.
"ini Tuan kamarnya." kata pria tersebut.
"Buka pintu ini." kata Tuan Kenzo kepada petugas hotel.
Setelah dibuka kamar tersebut keadaan ruangan yang masih remang-remang, Tuan Kenzo langsung menyalakan lampu. Diatas terdapat seorang wanita yang manggis terisak sambil menunduk dan seorang pria yang sudah tak memakai sehelai pun benang yang sedang terbaring yang wajah nya tertutup kain.
"Hiks hiks aku sudah kotor." kata wanita tersebut
"Ada apa nona" kata salah seorang yang baru saja masuk, saat wanita tersebut mengangkat kepalanya Tuan Kenzo langsung terkejut.
"Grace apa yang terjadi sayang." kata Tuan Kenzo kepada Grace dengan pura-pura terkejut.
"Tuan Arc menarik ku secara paksa d...dan memperkosaku Ayah hiks hiks aku sudah kotor Ayah hiks hiks tidak ada yang ingin denganku lagi." kata Grace sambil mengais buaya.
"Dia harus bertanggung jawab pada mu Grace, Ayah akan pastikan tu." kata Tuan Kenzo
"Betul itu bangunkan dia, dasar manusia tak berperasaan." kata salah seorang yang juga masuk kedalam kamar tersebut.
Karena merasa terganggu pria itu langsung bangun dan duduk menghadap mereka.
"Ada apa ini ribut sekali." kat pria tersebut.
Deg...
Bersambung ...
__ADS_1