
Seorang pria baru saja turun dari pesawat bersama dengan sang asisten. Pria tersebut terus berjalan keluar dari bandara untuk menuju mobil yang sudah disiapkan oleh bawahannya.
"Kita ke hotel saja dulu baru kita menemui pihak Arc company." kata pria tersebut kepada asistennya.
"Baik Tuan." kata asistennya.
Diperjalanan menuju hotel, pria itu tak sengaja menoleh kearah jalanan yang berdiri seorang wanita yang sedang dihadang beberapa orang pria bertubuh besar. Mengira jika wanita itu akan disakiti pria tersebut langsung mengatakan kepada sang supir untuk berhenti.
"Stop." kata pria tersebut dan sang supir langsung mengerem mobil.
"Ada apa Tuan" kata asistennya.
"Kau tak melihat itu, aku akan menolongnya." kata pria tersebut sambil menunjuk kearah jalanan yang ada seorang wanita dan beberapa pria bertubuh besar. Saat akan membuka pintu mobil pria itu langsung memberhentikan ya karena dia melihat wanita tersebut melawan para pria berbadan besar tersebut dengan mudahnya, membuat pria itu mengulas senyum di bibirnya yang sexy.
"Wah wanita itu sangat mengagumkan, dan juga cantik. Aku jadi ingin menjadikannya kekasihku." kata asisten Tanpa sadar, mendengar apa yang asistennya katakan membuat pria itu sadar dan melirik asistennya dengan tatapan mata yang tajam.
"Apa yang barusan kamu katakan?" kata pria itu
"Maaf Tuan, saya hanya mengatakan wanita itu cantik dan mengagumkan." kata asistennya
"Setelah itu ada lagi yang kamu katakan?" kata pria tersebut. "Kau ingin menjadikannya kekasihmu? Aku tekankan pada mu DIA MILIKKU, jadi cari tentang dirinya secepatnya." kata pria tersebut dan melihat kearah wanita itu lagi sayangnya wanita itu sudah tidak ada ditempatnya lagi.
"Gara-gara kau dia pergi, aku tidak mau tau kau harus mencari informasi tentangnya." kata pria tersebut.
__ADS_1
"B...baik Tuan." kata asistennya "Bagaimana aku mencarinya kalau nama saja aku tidak tau" batin sang asisten dengan kesal atas perintah Tuhannya yang kadang tidak masuk akal.
Sedangkan disebuah perusahaan, Arc yang baru saja sampai sudah dihadang dengan banyaknya tumpukan berkas yang harus dia kerjakan saat ini juga.
"Jhon apa ini perlu aku tandatangani" kata Arc sambil melihat tumpukan berkas yang harus dia tandatangani
"Iya tuan, dan juga nanti siang anda akan bertemu dengan CEO dari perusahaan Saito company untuk membahas masalah resort yang akan kita bangun di negara J." kata Jhon sambil memberikan dokumen yang akan Arc tanda tangani.
"Dimana pertemuan itu akan diadakan?" kata Arc sambil menandatangani berkas yang menumpuk di mejanya.
"Tadi asisten dari perusahaan Saito meminta kita untuk mengadakannya pertemuan tersebut di restoran didekat hotel mereka menginap." kata Jhon kepada Arc.
"Baiklah, kau boleh pergi." kata Arc kepada Jhon.
Siangnya Arc dan Jhon pergi ke restoran yang sudah dijadikan tempat pertemuan antara. Setelah sampai mereka disambut oleh pelayan restoran.
Saat ingin mengikuti pelayan tersebut Arc melihat Elle yang baru saja masuk bersama dengan Kayo.
"Sweety." panggil Arc kepada Elle, mendengar ada yang memanggilnya dan suara yang sangat pameliar, Elle langsung menoleh ternyata suaminya memanggil.
"Honey, apa kamu mau makan siang disini." kata Elle sambil menghampiri Arc.
"Iya, tapi juga akan melakukan pertemuan disini. Ayo ikut denganku." kata Arc sambil menggandeng tangan Elle.
__ADS_1
"Apa tidak apa-apa aku ikut denganmu " kata Elle
"Tidak apa, ayo kamu lihat bagaimana suamimu ini bekerja." kata Arc sambil menggandeng Elle.
"Nona saya akan menunggu didalam mobil saja, karena sudah ada tuan Arc yang bersama Anda." kata Kayo dan diangguki oleh Elle.
Semua orang yang ada di restoran tersebut tidak percaya apa yang baru saja mereka lihat, karena seorang Arcelio Alexander yang terkenal kejam dan dingin sangat lembut berbicara dengan seorang wanita.
Setelah sampai diruangan VVIP, mereka pun dipersilahkan masuk. Didalam sudah ada satu orang pria yang menunggu Arc untuk melakukan kerjasama.
Seorang pria langsung mempersilahkan Arc dan rombongan untuk duduk.
"Selamat siang Tuan Arc, asisten Jhon dan juga." perkataan pria tersebut dipotong langsung oleh Elle.
"Elle." kata Elle singkat.
"Ya Nona Elle, silahkan duduk Tuan dan nona." kata pria tersebut.
"Dimana CEO kalian?" kata Arc
"Tunggu sebentar Tuan Arc, tadi Tuan saya lagi menerima telpon sebentar lagi dia akan masuk." kata asisten tersebut, dan tidak begitu lama pria yang dimaksud memasuki ruangan tersebut.
"Maa-"perkataan pria tersebut terhenti ketika dia melihat Elle yang ada dihadapannya.
__ADS_1
"Dia..
Bersambung....