
Haaiii 🖐️🖐️🖐️ untuk kamu yang setia dan baik hati 🥰 tolong tinggalkan jejak nya ya 🥰.
💋💋💋💋💋 Happy Reading 💋💋💋💋💋
Diana berteriak sekencang mungkin, namun tubuh nya tidak merasakan apa-apa."Kenapa Aku tidak merasakan sakit?." Diana perlahan membuka matanya,dan nampak lah seorang perempuan tepat di depan matanya. Diana benar-benar merasa sangat terkejut, karena perempuan yang ada dihadapannya itu adalah gadis yang paling Ia benci,dan selalu Ia hina, Dia adalah Ica ,calon menantu nya sendiri.
Diana mencoba mendekati ke arah Ica yang terlentang, tangan dan kening Ica mengeluarkan banyak darah."Kenapa Kamu menyelamatkan Ku Nak." Diana merangkul tubuh Ica dengan penuh rasa menyesal karena Dirinya begitu sangat membenci Ica. Diana kemudian berteriak meminta tolong.dan Alhamdulilah tidak berselang lama tiba-tiba sebuah mobil mendekat ke arah nya.
"Ada apa Bu?." tanya Veri,ya mobil yang mendekat ke arah nya adalah Veri.
"Tolong bawa kami ke rumah sakit." Ucap Diana. Veri merasa sangat familiar dengan suara tersebut."Tante Diana,ya ampun Tante,loh ini kan Ica kekasihnya Zidan ya Tuhan Ica."Veri merasa terkejut.
Diana pun mengangguk."Veri , Alhamdulilah Kamu datang tepat waktu." kemudian Veri langsung menggendong tubuh Ica,Ia sandarkan tubuh Ica di dekapan Diana.
Diana semakin panik ketika darah terus keluar dari kening Ica. Diana pun akhirnya memberanikan diri untuk menghubungi Zidan, Dirinya tau Zidan akan sangat marah besar terhadap Dirinya.namun Ia akan terima apapun resiko nya, yang terpenting Anaknya itu harus tau tentang kabar calon istri nya itu.
🌷🌷🌷🌷🌷
Di kampus.
Zidan masih dengan setumpuk pekerjaan nya, Drrttt drrttt drrttt ponsel Zidan berbunyi,Zidan pun mengambil ponsel nya,namun keningnya mengerut ketika melihat siapa yang tertera di layar ponsel nya."Ibu." gumam Zidan. pasalnya semenjak Zidan pulang dari luar negri, orang tuanya tak pernah menghubungi, begitu pun sebaliknya,Zidan juga tidak pernah bertukar kabar terhadap orang tuanya.
__ADS_1
"Kenapa perasaanku tidak enak,ada apa sebenarnya." Zidan akhirnya mengangkat telepon dari Diana.
"Halo, Assalamu'alaikum." ucap Zidan. "Wa'alaikum salam,sayang Ibu Sekarang sedang di perjalanan menuju rumah sakit sejahtera,Ica kecelakaan, Ica tidak sadarkan diri kening nya terus mengeluarkan darah,Ibu sangat khawatir Nak." Diana berbicara sambil terisak-isak.membuat Zidan bagai tersambar petir."Ya Tuhan, Icaaaa!!!." Zidan histeris. Zidan langsung berlari menuju parkiran.
Semua Dosen merasa heran melihat Zidan berlari begitu cepat dan meninggalkan semua pekerjaan nya."Ada apa ya Pak Zidan begitu tergesa-gesa?." tanya salah satu Dosen."Mungkin ada hal penting yang sangat mendesak." ucap Kiano salah satu Dosen."Semoga saja tidak terjadi apa-apa." ucap yang lainnya."Aku pun berharap seperti itu." tutur Kiano.
💋💋💋💋💋
Zidan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, perasaannya tidak menentu."Ya Tuhan selamatkan lah Ica." batin Zidan. Zidan mengerutuki dirinya sendiri, karena tidak bisa menjaga Kekasihnya itu.
*****
Mobil Veri sudah sampai di depan rumah sakit sejahtera.para tim medis pun berdatangan untuk membawa Ica ke ruang UGD.
Veri yang melihat Diana terus menangis menjadi sangat iba."Tante yang sabar ya,semoga Ica bisa melalui masa kritisnya,dan segera sembuh kembali." Veri menenangkan Diana."Aamiin, terimakasih." ucap Diana.
Selang beberapa menit, tibalah Zidan di rumah sakit. dengan langkah cepat Zidan memasuki rumah sakit tersebut.Zidan langsung menuju ruang UGD karena Dirinya tau Ica akan di bawa ke ruangan tersebut, setelah hampir sampai Zidan melihat Veri dan Ibunya sedang menunggu diluar ruangan,Zidan terus berjalan sambil menatap ke arah Diana yang sedang menangis.
Diana yang sedang menangis seketika berhenti karena mendengar langkah kaki seseorang."Zidan." suara Diana sedikit serak karena terus menangis."Katakan Bu,apa yang sebenarnya terjadi?." ucap Zidan menahan emosi. Diana lalu menceritakan awal kejadian itu tanpa di tutupi sedikit pun.tangan Zidan mengepal mendengar penuturan Diana.
"Ibu sekarang sudah sadarkan?, gadis yang selalu Ibu benci dan Ibu hina,rela menaruhkan nyawanya demi menyelamatkan Ibu." Zidan berbicara dengan sangat lantang.membuat Diana semakin terisak."Maafkan Ibu Nak,Ibu memang salah Ibu sangat egois,Ica benar-benar gadis yang sangat baik,Ibu menyesal sudah menyakiti nya." Diana benar-benar menyesali perbuatannya.
__ADS_1
"Bro,sudah ya yang terpenting sekarang Tante Diana sudah menyesali perbuatannya, berikan Ibumu kesempatan untuk memperbaiki semuanya." Veri menepuk pundak Zidan. membuat Zidan sedikit termenung."Alhamdulilah sekarang Ibu sudah menyesalinya,semoga Ayah juga berubah,ya Tuhan tolong selamatkan lah Ica, semoga Kami bisa bersama dalam ikatan pernikahan." batin Zidan.
Zidan perlahan mendekat ke arah Diana yang sedang duduk menangis."Bu, maafkan Aku." Zidan menangis di pelukan Diana ."Kamu, tidak salah Nak,ini semua salah Ibu." Diana merasa terharu ketika Zidan memeluk Dirinya, pelukan yang sejak lama tidak Ia rasakan dari Anak semata wayangnya itu."Kita semua berdoa semoga Ica bisa selamat,dan bisa berkumpul kembali." Diana merasa sangat terpukul melihat keadaan ini.
Veri yang melihat situasi ini merasa sedih sekaligus terharu karena Tante Diana sekarang sudah berubah, hal ini yang dinanti-nantikan oleh Zidan sahabat nya itu.
Setelah Zidan melepaskan pelukannya, Dirinya lalu menghubungi calon mertuanya."Halo Assalamu'alaikum Bu." ucap Zidan."Wa'alaikum salam Nak,ada apa?." Ratna sedikit was-was karena sedari tadi hatinya merasa tidak tenang."Bu,Ica kecelakaan sekarang ada di rumah sakit,." Zidan berbicara sambil terisak.
Deg, Ratna langsung lemas mendengar kabar tersebut."Ya Tuhan selamatkan lah Anakku." Ratna pun akhirnya menangis. Zidan yang mendengar Ratna menangis pun merasa sangat bersalah karena Dirinya tidak bisa menjaga Ica."Bu sebentar lagi akan ada orang yang menjemput Ibu untuk ke rumah sakit." ucap Zidan.
"Ya,Ibu akan siap-siap." Ratna pun mengakhiri panggilan tersebut."Aku harus menanyakan pada Nak Zidan, tentang kecelakaan itu." batin Ratna.
🌷🌷🌷🌷🌷
Johan yang sedang ada pertemuan dengan temannya,mendadak pulang begitu saja ketika mendengar kabar dari Diana."Ternyata hati gadis itu sangat baik,Dia rela mempertaruhkan nyawa nya demi menyelamatkan Diana." batin Johan.
Selama di perjalanan Johan termenung , Dirinya merasa sangat malu akan perbuatannya terhadap Ica."Mulai sekarang Aku akan merestui hubungan kalian,ya Tuhan maafkan lah semua kesalahanku, selamatkan lah gadis itu." monolog Johan dalam hati.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Semoga kalian suka 🥰
__ADS_1
See You 🖐️🖐️🖐️🖐️