
Saat ini disebuah meja sedang duduk tiga orang manusia yang sedang menikmati minuman mereka masing-masing.
"Baiklah, saya duluan tuan-tuan." kata Kayo setelah menyelesaikan minumnya.
"Tunggu, ada yang ingin aku bicarakan" kata Raiden kepada Kayo.
"Maaf Tuan Raiden, saya masih memiliki hal yang harus dikerjakan." kata Kayo sambil pergi dari hadapan Raiden dan juga Boy.
Raiden pergi mengikuti Kayo karena dia harus meluruskan masalah mereka.
"Ada apa dengan mereka" batin Boy
Raiden terus mengikuti Kayo sampai didepan kamarnya, melihat Raiden terus mengikutinya Kayo merasa jengkel.
"Maaf Tuan, sebaiknya Anda pergi dari hadapan saya." kata Kayo
"Tidak akan, aku bisa jelaskan tentang wanita yang kamu lihat di mall kemarin." kata Raiden
"Anda tidak perlu menjelaskan itu semua Tuan, karena Anda bukan siapa-siapa saya. Terserah Anda mau berjalan dengan siapa pun karena itu hak Anda. Jadi silahkan Tuan pergi dari sini." kata Kayo
"Apa kau tak menyukaiku?" kata Raiden
"Dari awal saya sudah katakan pada Tuan, jika saya tidak pernah menyukai Anda. Jadi pergilah." kata Kayo
"Tidak, aku tidak akan pergi jika kau tidak mau menjadi milikku." kata Raiden mendorong Kayo Kedinding dan ingin ******* bibir Kayo, mendapat perlakuan seperti itu Kayo langsung mendorong Raiden dengan kuat sehingga Kayo bisa terlepas dari Raiden.
__ADS_1
Plak
"Itu untuk mu yang sudah kurang ajar kepadaku, sudah aku katakan jika aku tidak mau dengan orang seperti mu. Aku bukan wanita bodoh yang bisa kau tipu, jadi lebih baik kau pergi dari hadapanku sebelum aku bertindak lebih kasar dari pada ini." kata Kayo marah dan langsung masuk kedalam kamarnya.
Raiden terkejut saat menerima perlakuan seperti itu, baru kali ini ada wanita yang susah untuk dia taklukkan dan menolaknya.
"Aku pastikan akan mendapatkan mu." batin Raiden dan pergi dari hotel tersebut.
Setelah masuk kedalam kamarnya, Kayo langsung menuju ranjangnya karena dia tidak akan melakukan apapun hari ini. Sebenarnya dia ingin menemui nonanya, tapi sebuah pesan mengurungkan niatnya untuk menemuinya. Pesan yang berbunyi jika nonanya tidak bisa diganggu selama ada Tuan Arc berada disampingnya.
Karena merasa bosan Kayo memutuskan akan pergi berjalan-jalan mumpung dia ada di negaranya.
Saat ini Kayo sedang berada di loby hotel dan ketika akan keluar seseorang memanggilnya.
"Hei kau wanita bermuka datar."kata pria itu, mendengar ada yang memanggilnya Kayo langsung menoleh ke belakangnya.
"Dimana nona mu?" kata Boy
"Nona saya sedang bersama dengan suaminya." kata Kayo
"Hei kau jangan mengada-ada" kata Boy
"Terserah Tuan jika tidak percaya." kata Kayo sambil pergi dari Boy
"Wanita berwajah datar, kau jangan berbohong" kata Boy yang terus mengikuti Kayo
__ADS_1
"Tuan Boy, nama saya bukan wanita berwajah datar." kata Kayo
"Tapi sepertinya nama itu sesuai untukmu." kata Boy, Kayo yang mendengar itu tidak mempedulikannya dan terus berjalan keluar menuju parkiran mobil.
"Hei kau ini, aku lagi berbicara denganmu. Kau bukan saja berwajah datar tapi juga dingin kepada pria tampan sepertiku." kata Boy, Kayo yang mendengar itu langsung melototkan matanya dan melihat Boy dari atas sampai kebawah dan diulangi lagi.
"Biasa saja." kata Kayo dan masuk kedalam mobil. Mendengar perkataan Kayo, Boy juga masuk kedalam mobil yang dikendarai Kayo.
"Mengapa Anda ikut naik kedalam mobil saya." kata Kayo
"Aku bosan disini, pekerjaanku sudah selesai." kata Boy
"Itu bukan urusan saya Tuan, jadi bisakah anda keluar dari mobil saya." kata Kayo
"Kau ini kaku sekali wanita berwajah datar." kata Boy dan langsung memakai sabuk pengaman.
"Seharusnya kau banyak tersenyum, biar wajahmu tidak seperti patung." kata Boy
"Jangan mengatur hidup orang lain tuan Boy." kata Kayo dan langsung menghidupkan mesin mobil dan menjalankannya.
"Kita akan kemana?" kata Boy, tapi tidak ada jawaban dari Kayo
"Hei wanita berwajah datar jawab jika aku bertanya." kata Boy
"Apa anda bisa diam." kata Kayo dengan suara dinginnya, membuat Boy diam seketika.
__ADS_1
Bersambung.....