
Sudah dua Minggu Elle di kurung didalam mansion, bahkan untuk keluar dari kamar saja dia harus mendapat ijin dari suaminya, membuat Elle merasa bosan dan memberanikan diri untuk menyudahi hukuman yang dijalaninya pada suaminya.
Elle sudah berdandan dengan total untuk mendapatkan ijin keluar dari hukuman yang diterimanya. Elle sudah memakai pakaian lingerie nya untuk merayu suaminya yang akan pulang sebentar lagi.
Elle berdiri didepan jendela sambil melihat kebawah, memastikan bahwa suaminya itu sudah datang apa belum. Tidak berapa lama mobil suaminya sudah terlihat dan akan memasuki gerbang mansion.
"Sekarang waktunya beraksi, menjinakkan singa jantan agar mau menyudahi hukuman ini " batin Elle, dan sekali lagi melihat dandanannya untuk memastikan jika dia sudah siap memulai aksinya
Setelah memastikan semua sudah siap Elle langsung bersembunyi di belakang pintu dan juga sudah mematikan lampunya dan hanya menyalakan lampu tidur yang membuat suasana kamar itu menjadi sangat romantis, Elle sudah menyiapkan segalanya mulai dari lilin kecil yang menyala dan juga kelopak bunga yang bertaburan sudah dipersiapkannya tadi bersama pelayannya.
Tidak begitu lama, pintu tersebut terbuka, dan masuklah Arc. Baru saja Arc masuk dan menutup pintu sudah ada yang memeluknya dari belakang.
"Ada apa ini." kata Arc tau siapa yang telah memeluknya dan apa yang diinginkan oleh orang yang memeluknya.
"Aku akan melayani mu, akan aku buat kau puas." kata Elle sambil mengelus perut Arc yang masih terbungkus oleh kemeja dan jas yang digunakannya.
"Apa kau menyukai apa yang aku persiapkan." kata Elle yang tangannya sudah tidak bisa dikondisikan lagi.
"Hemmmm." kata Arc sambil menikmati sentuhan tangan Elle.
"Apa yang kau inginkan." kata Arc yang tau maksud dari semua yang sudah disiapkan oleh istri liciknya itu.
"Honey, sudahi lagi hukumanku ya, aku bosan di kamar terus." kata Elle masih dengan tangan yang menjalar kemanapun dan saat ini menjalarnya ketempat yang membuat Arc menegang.
"Aku akan menyudahi hukuman mu, tapi ingat jika kau melakukannya sekali lagi tamat dirimu." kata Arc yang langsung membalikkan tubuhnya dan melihat kearah Elle yang sedang memakai lingerie yang sangat sexy ditambah lagi perut Elle yang sudah sedikit membesar karena sudah memasuki usia tiga bulan.
"Kau sangat sexy Sweety." kata Arc sambil mengelus perut Elle.
"Benarkah, meski perutku membuncit seperti ini." kata Elle
"Iya, malah semakin sexy dan hot. Aku suka Sweety." kata Arc langsung menggendong Elle sambil berciuman dan membawanya keatas ranjang.
"Yes akhirnya aku berhasil." kata Elle didalam hati.
Sedangkan Marsha yang mendapat hukuman dari Jimmy hanya santai saja, karena dia suka saat suaminya itu meminta jatah, karena dia juga menyukainya jadi saat menerima hukuman tersebut dia menerima dengan lapang dada. Hal itu terjadi karena hormon ya yang sedang mengandung yang selalu ingin disentuh oleh suaminya.
Jika Elle mendapat pengampunan dari Arc terbanting terbalik dengan Kayo yang sama sekali tidak dibiarkan pergi dari mansion selangkah pun.
"Kau mau kemana sayang." kata Boy kepada Kayo yang turun dari ranjang.
__ADS_1
"Aku mau keluar, aku bosan di sini terus menerus." kata Kayo sambil berjalan kearah pintu.
"Selangkah saja keluar dari kamar akan aku terkam kamu saat ini juga." kata Boy yang sedang menyelesaikan pekerjaannya di rumah.
"Aku sudah tidak tahan dikurung di sini, aku mau keluar." kata Kayo langsung menuju pintu untuk keluar namun tangannya langsung ditarik oleh Boy.
"Lepas" kata Kayo sambil mencoba melepas tangan Boy yang mencekam tangannya dengan kuat.
"Aku sudah katakan kau sedang dihukum, jadi turuti saja apa kataku atau mau aku tambah hukuman mu." bentak Boy membuat Kayo langsung menangis.
Melihat istrinya seperti itu membuat Boy tersadar telah membentak istrinya, dan saat ingin memeluk Kayo tapi tidak jadi karena Kayo langsung menghindar darinya.
"Jangan dekat-dekat, aku tidak mau dekat denganmu lagi." kata Kayo langsung naik keatas ranjang dan menutup seluruh tubuhnya.
"Sayang maaf aku membentak mu tadi." kata Boy sambil duduk di ujung ranjang, tapi tidak ada sahutan dari Kayo.
"Sayang" kata Boy kembali
"Aku bilang pergi, ya pergi atau aku akan pergi darimu untuk selamanya." kata Kayo sambil membuka selimut yang menutup tubuhnya sambil memperlihatkan tatapan tajamnya.
"Baiklah, aku akan pergi keluar dulu, jika butuh sesuatu panggil saja aku ya." kata Boy sambil mengelus wajah Kayo tapi langsung ditepis Kayo.
Mendengar teriakan Kayo, Boy langsung pergi keluar dari dalam kamar dan membiarkan istrinya itu untuk beristirahat. Sudah suami Minggu ini Kayo selalu digarap oleh Boy, karena dia ingin Kayo cepat-cepat hamil agar wanita itu tidak bisa lari lagi darinya karena sudah memiliki anak nanti ya.
Boy langsung menuju kelantai bawah, dibawa dia melihat orang tuanya yang sedang bermesraan di ruang keluarga membuatnya ingin sekali memukul kepala orang tuanya itu yang tidak tau tempat.
"Hemmmm, jika ingin bermesraan sebaiknya kedalam kamar." kata Boy setelah berada di depan orang tuanya.
"Cih dasar mengganggu saja, tumben kau turun." kata Papa Luis
"Kayo marah karena dia dikurung di dalam kamar." kata Boy sambil duduk di sofa tunggal.
"Jelas dia marah, kau mengurungnya sudah dua Minggu. Pasti dia merasa bosan harusnya kau itu biarkan saja dia keluar kemanapun dia mau." kata Papa Luis.
"Aku tidak mau, nanti ada yang menggodanya seperti kemarin." kata Boy
"Dasar posesif, ajaklah dia untuk jalan-jalan pasti dia bosan." kata Mama Kinan
"Tapi-" perkataan Boy langsung dipotong oleh Mama Kinan
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapian, aja saja dia berjalan-jalan pasti dia akan senang." kata Mama Kinan.
"Baiklah, aku akan mengajaknya pergi ke mansion Elle pasti dia merindukan Elle." kata Boy sambil beranjak dari duduknya menuju kamarnya diatas.
"Dasar, anakmu itu terlalu posesif sayang." kata Mama Kinan
"Iya, sama seperti u yang takut bila suami tampan mu ini diambil orang lain." kata Papa Luis.
"Cih dasar,." kata Mama Kinan dan langsung bersandar didada Papa Luis
Boy langsung menuju kamarnya, dan saat membuka dia masih melihat istrinya yang masih menutup tubuhnya dengan selimut. Boy langsung mendatanginya.
"Sayang" kata Boy
"Sayang" kata Boy kembali
"Apa." kata Kayo dengan ketus
"Bersiaplah, kita akan pergi keluar." kata Boy
"Benarkah" kata Kayo sambil membuka selimutnya
"Iya, jadi bersiaplah. Aku tunggu dibawah." kata Boy.
Mendengar itu Kayo langsung berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sedang Boy menunggu di bawah. Setelah beberapa saat Kayo sudah siap dan turun kebawah dengan cepat.
"Ayo cepat." kata Kayo sudah tidak sabar
"Iya, ayo." kata Boy yang bahagia melihat istrinya sangat antusias untuk keluar.
"Apa kau senang" kata Boy saat mereka sudah berada di dalam mobil dan di jawab Kayo dengan anggukan.
"Baiklah, kita akan pergi kemansion Elle saja. Setelah itu kita pulang." kata Boy
"Iya." kata Kayo karena dia sudah merindukan mansion tersebut dan orang-orang yang ada didalamnya.
Saat mobil mereka sudah keluar dari mansion dari arah yang tidak begitu jauh ada sebuah mobil yang sedang memperhatikan mereka. Dan langsung menelpon seseorang diseberang sana.
"Target sudah terlihat Tuan, kami akan mengikutinya." kata pria tersebut saat sambungan telpon terhubung.
__ADS_1
Bersambung.....