
Saat ini Kayo sedang mengikuti kemana perginya wanita dan juga pria tua itu, setelah mengikutinya sekitar satu jam mereka akhirnya tiba disebuah hotel yang tentunya Kayo tau apa yang akan terjadi. Setelah memastikan itu Kayo langsung menghubungi Bianca agar meretas cctv yang ada di dalam hotel tersebut.
Setelah selesai menelpon Kayo masuk kedalam hotel menuju ruang ganti pakaian karyawan hotel, setelah berada didalam sana Kayo langsung mengganti pakaiannya dan memakai sedikit make up yang berbeda dan langsung menuju keruang dapur yang ada di restoran tersebut dengan berhati-hati.
Baru saja Kayo masuk tiba-tiba dia dipanggil kepala koki.
"Hei kamu cepat antar ini ke lantai 20 kamar 2013." kata kepala koki
"Baik" kata Kayo
Kayo langsung keluar dari dapur tersebut menuju kamar yang berlawanan dengan perkataan kepala koki tersebut karena dia akan mendatangi kamar yang berada dilantai 15 kamar nomor 1991 tempat wanita dan pria tua yang diikutinya.
Setelah sampai didepan kamar tersebut, Kayo langsung mengetuk pintu tersebut, tidak lama keluarlah pria tua yang diikutinya.
"Ada apa" kata pria tua tersebut
"Hotel kami sedang memberikan makanan gratis terhadap tamu pada hari ini." kata Kayo
"Benarkah" kata pria tua tersebut.
"Iya tuan." kata Kayo
__ADS_1
"Masuklah dan letakkan saja di meja." kata pria tua itu.
Kayo masuk dan melihat jika wanita yang dia ikuti tidak ada, tapi terdengar suara gemericik air dikamar mandi yang berarti wanita tersebut sedang berada didalam kamar mandi.
Sedangkan pria tua itu sedang berbaring sambil memainkan ponselnya. Melihat itu Kayo langsung meletakkan makanan tersebut diatas meja dan meletakkan sesuatu didekat rak yang ada didekat sofa. Setelah selesai Kayo berpamitan kepada pria tua itu.
"Saya permisi Tuan." kata Kayo dan diangguki pria tua itu, setelah keluar dari tempat itu senyuman terhias di wajah Kayo.
Setelah itu Kayo cepat-cepat pergi dari sana dan langsung menelpon nonanya untuk mengatakan semua sudah di laksanakan.
📞Elle
Apa sudah Kayo
📞Kayo
📞Elle
Kayo apa kau mau membelikan aku pakaian, karena aku tidak enak jika memintanya kepada kakek.
📞Kayo
__ADS_1
Baik nona
Setelah itu Elle langsung memutuskan sambungan telpon dari Kayo. Saat ini Kayo sedang berada disebuah mall dan sedang melihat toko mana yang akan dia masuki. Setelah melihat toko yang dia inginkan Kayo masuk kedalam dan memilih beberapa pakaian untuk nonanya dan juga dia. Saat Kayo ingin keluar dari toko seorang wanita memanggilnya.
"Hai kau Okina" kata wanita tersebut yang Kayo masih ingat suara siapa itu
"Apa" kata Kayo ketika berhadapan dengan wanita yang ada didepannya yang berpakaian sangat terbuka.
"Ternyata kau masih hidup, apa sangat menyenangkan menjadi pemuas na*su para pria hidung belang." kata wanita itu didepan Kayo dan sengaja mengeraskan suaranya sehingga didengar para pengunjung yang ada di toko itu.
"Iya" kata Kayo yang malas berdebat dengan wanita yang merupakan sepupunya yang sudah jahat kepada keluarganya sehingga membuat Kayo kehilangan segalanya. Kayo ingin melangkahkan kakinya pergi dari sana tapi wanita itu mengatakan sesuatu yang membuatnya memberhentikan langkahnya.
"Apa menyenangkan tinggal sebatang kara. Seharusnya kau bersyukur keluargaku tidak membunuhmu juga seperti adik wanita mu yang mati saat digilir para bodyguard ayahku." kata wanita itu yang membuat Kayo marah, saat Kayo akan mendatangi wanita itu sebuah suara mengagetkan mereka berdua.
"Kenapa disini, ayo masuk" kata pria tersebut yang Kayo hapal suaranya.
"Iya, ayo kita masuk." kata wanita itu, dan saat pria itu berada disamping wanita yang sedang mengolok Kayo dia terkejut karena wanita yang ada didepannya adalah Kayo.
"K...Kayo." kata Raiden dengan suara lirihnya ya pria tersebut adalah Raiden.
"Ayo lebih baik kita masuk kedalam, menemaniku membeli pakaian untuk malam ini." kata wanita tersebut dan membawa Raiden masuk kedalam toko.
__ADS_1
Melihat itu Kayo hanya diam, dan langsung pergi dari toko itu dan menuju pintu keluar mall.
Bersambung....