
Saat ini Elle sedang berada di dalam kamarnya yang sedang duduk di sofa sedang Arc berdiri didepannya dengan wajah marahnya.
"Apa kesalahan yang sudah kau lakukan." kata Arc dengan suara dinginnya.
"Pergi tanpa memberitahu dan juga tidak membawa bodyguard." kata Elle sambil menunduk
"Ingat apa hukumannya jika melanggar perintah suamimu." kata Arc kembali dan diangguki oleh Elle.
"Aku tidak butuh anggukan mu, tapi jawaban." kata Arc
"Iya tau, tapi-" Perkataan Elle langsung dipotong oleh Arc
"Tidak ada tapi-tapian, mulai saat ini kau akan ikut kemana pun aku pergi." kata Arc
"Honey, jangan menghukum ku seperti itu. Aku akan melakukan apapun asal tidak ikut denganmu setiap hari ke perusahaan yang akan membuat aku bosan." kata Elle.
"Apa pun?" kata Arc mengulang lagi perkataan Elle
"Iya apa pun." kata Elle yakin, tapi dia lupa bahwa hal itulah yang diinginkan oleh Arc
"Baiklah, kau harus melayaniku kapanpun aku mau." bisik Arc ditelinga Elle.
Mendengar perkataan Arc membuat Elle langsung merinding, ternyata dia sudah masuk kedalam kandang singa yang membuatnya enak tapi juga membuatnya harus melayani suaminya kapanpun dan dimana pun.
"Bagus, sekarang aku memintanya." kata Arc langsung mengendong Elle ke atas kasur.
"Tapi pelan-pelan saja honey, karena aku sedang mengandung anak kita." kata Elle
"Tenang saja, aku tidak akan menyakiti anak kita aku hanya ingin menjenguk ya." kata Arc dan menurunkan Elle di kasur.
__ADS_1
Sedangkan di mansion Boy Kayo yang baru saja diturunkan di ruang tamu langsung, Kayo yang ingin pergi dari sana langsung menghentikan langkahnya saat Boy berteriak memanggil namanya.
"Kayo" teriak Boy, membuat Mama Kinan yang berada di ruang tamu terperanjat saking kagetnya dengan teriakan Boy.
"Ada apa Boy, mengapa teriak-teriak." kata Mama Kinan.
"Panggil semua para penjaga." teriak Boy pada salah satu pelayan, mendengar itu salah satu pelayan memanggil semua penjaga yang ada di luar mansion.
Setelah beberapa saat, para penjaga sudah berkumpul.
"Kalian semua, jangan biarkan istriku pergi dari mansion ini selangkah pun tanpa seijin ku. Apa kalian paham" kata Boy kepada para penjaga.
"Baik Tuan." kata mereka serempak.
"Kalian bertiga, selalu ikuti kemanapun istri ku pergi jangan sampai lengah." kata Boy menunjuk tiga orang penjaga.
"Baik Tuan." kata penjaga tersebut.
"Masuk kekamar" kata Boy kepada Kayo.
"Dasar mafia gila." kata Kayo dan langsung pergi kekamar mereka.
"Ada apa Boy, mengapa kau seperti itu dengan istrimu." kata Mama Kinan
"Aku harus ekstra menjaga nya, tadi saja dia digoda pria lain di mall karena aku tidak bersamanya." kata Boy
"Itu wajar, soalnya kayo kan cantik, apa kau mau tau cara agar dia tidak akan digoda pria lain" kata Mama Kinan
"Apa ma." kata Boy
__ADS_1
"Kemarilah" kata Mama Kinan, Boy langsung mendekat kearah Mama Kinan.
"Kau harus membuatnya hamil secepatnya, agar pria lain tidak mengganggunya." bisik Mama Kinan di telinga Boy
"Tanpa Mama katakan, aku akan membuatnya dengan intens mulai saat ini." kata Boy langsung berjalan meninggalkan Mama Kinan menuju kamarnya.
"Aku akan membuat perutnya membesar, lihat saja." kata Boy sambil masuk kedalam kamarnya, saat masuk boy tidak melihat istrinya tapi terdengar suara gemericik air menandakan jika istrinya sedang berada didalam kamar mandi.
"Saatnya mulai membuat baby." kata Boy sambil melepas seluruh pakaiannya dan berjalan kearah kamar mandi, untung pintu kamar mandi tidak dikunci oleh Kayo sehingga Boy bisa masuk dan memulai aksinya
Sama halnya dengan pasangan Jimmy dan Marsha, Jimmy tidak memberi ampun kepada istrinya itu karena telah pergi tanpa seijinnya.
"Sayang aku sudah capek, sudah lagi ya. Apa kamu tidak kasihan kepadaku dan juga baby, sudah ya." kata Marsha yang berada dibawah tubuh Jimmy yang terus memompanya.
"Aku akan berhenti, tapi awas saja jika kau melakukan hal seperti tadi." kata Jimmy
"Iya aku janji." kata Marsha
"Bagus, ini hanya awal hukuman mu, karena hukuman mu masih banyak." kata Jimmy sambil mencabut miliknya dari milik Marsha.
"Iya" kata Marsha.
Sedangkan disebuah kamar hotel, Raiden terus mengumpat karena dia baru saja mendapatkan photo anak buahnya yang telah mati dibunuh oleh Kayo dan mendapatkan ancaman dari wanita yang menjadi obsesinya.
"Lihat saja, aku akan mendapatkan mu Kayo. Aku tidak rela pria lain bersama denganmu." kata Raiden sambil meminum wine.
Tidak begitu lama pintu kamarnya diketuk, mendengar itu Raiden langsung membukanya dan terlihatlah wanita Sexy yang telah di pesannya untuk meredakan hasratnya sekarang ini.
"Selamat malam Tuan, terimakasih sudah memanggil saya kembali untuk melayani tuan." kata wanita Sexy tersebut dan langsung masuk kedalam kamar raiden dan melakukan tugasnya.
__ADS_1
Bersambung....