
Haaiii ποΈποΈποΈ
Aku ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada kalian yang telah mendukung karya pertamaku iniπ₯°π₯°π₯°π₯°π₯°β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ.
ππππ Happy reading ππππ
Di kediaman Ratna.
Malam pun tiba , Ica sudah rapi dengan stelan muslimah nya, ia melihat penampilan nya di pantulan kaca yang ada di dalam kamar nya.
"Semoga mas Rian benar -benar sudah melupakan ku , sehingga hatinya bisa menerima kehadiran Sindi ,aku akan lebih bahagia bila mas Rian juga bahagia." gumam Ica dengan tulus.
Selang beberapa menit , terdengar suara mobil berhenti, Ica pun berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.
"Mas Zidan." ucap Ica sambil tersenyum manis. "assalamu'alaikum bidadari surga ku." ucap Zidan. "Wa'alaikum salam mas." Ica tersipu malu.
"Udah siap." tanya Zidan menatap intens pada wajah kekasihnya. "udah mas , tinggal nunggu Sindi." jawab Ica. mereka pun masuk ke dalam rumah sambil menunggu kedatangan Sindi.
"Kak Zidan." sapa Ifan yang tiba-tiba datang. "hai fan , gimana acara lombanya ,apa kamu memenangkan lomba tersebut?." tanya Zidan. "alhamdulilah berjalan dengan lancar , dan aku mendapat peringkat pertama." jawab Ifan.
"Good, pertahankan prestasinya ,ini akan menjadi awal kesuksesan mu." ucap Zidan menyemangati. "Terimakasih banyak kak Zidan ,aku akan lebih giat lagi dalam menimba ilmu." terang Ifan, kelak ia bertekad untuk menjadi orang yang sukses.
Tak lama kemudian ,mobil Sindi telah sampai di depan rumah Ica. "ya tuhan, deg-degan banget." batin Sindi.
"Assalamu'alaikum." ucap Sindi."wa'alaikum salam." jawab Ica. Ica sangat kagum dengan penampilan sahabatnya itu. "masya Alloh, cantik sekali." puji Ica. Sindi terlihat malu-malu , dirinya memang ingin terlihat berkesan di hadapan Rian.
"Terimakasih ,kamu juga terlihat sangat-sangat cantik sekali malam ini." ucap Sindi, dirinya merasa takjub melihat penampilan Ica.
"Modus nya kelewatan." Ica tertawa ringan. "serius Anisa Zahra." Sindi memegang kedua pipi sahabatnya.mereka pun tertawa dan saling menggoda.
"Ayo berangkat." ucapan Zidan menghentikan canda tawa mereka. "maaf mas ,terbawa suasana." ucap Ica sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
"Ifan kakak pergi dulu ,jaga ibu baik-baik." ucap Ica, ia hanya pamitan pada adiknya karena tak ingin mengganggu istirahat ibunya.
"Baik kak , hati-hati."ucap Ifan. Ica mengangguk, "Assalamu'alaikum." ucap Ica sambil berlalu. "Wa'alaikum salam." jawab Ifan sambil melambaikan tangannya.
πππππππ
Restoran rayyan.
Rian sudah siap dengan stelan kasualnya , dirinya terlihat sangat tampan.
"Semoga ini awal yang baik." batin Rian. satu jam kemudian mobil Zidan dan Sindi sampai di depan Restoran rayyan. tangan Sindi mendadak dingin, ia mencoba untuk menetralkan rasa gugupnya.
"Rileks aja ,ayo." tiba-tiba tangan Ica menggenggam tangan Sindi , dirinya mencoba menghilangkan rasa gugup yang mendera sahabatnya itu. Sindi pun mengangguk tanda mengerti.
Zidan yang merasa di acuhkan kemudian mendekat ke arah Ica lalu membisikan ke telinga kekasihnya itu."kamu sudah mengacuhkan ku sayang jadi kamu harus membayarnya." ucap Zidan sambil tersenyum penuh arti.
Ica seketika menegang mendengar perkataan kekasihnya itu." aduh bagaimana ini." Ica membatin, kemudian ia mampu menetralkan kembali rasa tegang nya.
Mereka pun berjalan menuju ke dalam restoran tersebut.disitu sudah terlihat Rian yang sedang menunggu.
Ica yang melihat keakraban mereka begitu bahagia, "Alhamdulilah." ucap Ica dalam hati. Rian kemudian mempersilahkan mereka untuk mencicipi masakan spesial yang ada di restoran nya.
Setelah acara makan selesai, Zidan dan Ica pamit tak lupa ica juga mengucapkan terima kasih untuk jamuan yang sudah Rian sajikan. Ica dan zidan tak ingin mengganggu momen tersebut.
Kini tinggal Rian dan Sindi. mereka berdua sama-sama masih terasa kaku ,Rian akhirnya memberanikan diri untuk berbicara.
"Sindi ,apa kamu bersedia menjadi kekasihku." ucap Rian to the point. hati Sindi langsung berbunga-bunga mendengar penuturan Rian .
"Mas Rian serius?." Sindi balik bertanya.rian yang mendengar pertanyaan Sindi pun tersenyum manis. "Aku serius." terang Rian . Sindi tersenyum merekah . "aku mau mas." ucap Sindi.
"Mulai malam ini kita resmi menjadi sepasang kekasih." ucap Rian sambil menggenggam tangan Sindi.
"Ya tuhan ini terasa mimpi." batin Sindi .jantung nya dag-dig-dug tak karuan ,Kala tangannya di genggam oleh Rian .
Rian tersenyum manis kala tangan Sindi yang ia genggam terasa dingin. "kenapa kamu sangat gugup? ,apa karena aku tampan." Rian sengaja menggoda Sindi .
__ADS_1
Sindi hanya tertunduk malu tak berani menjawab. tangan Rian perlahan mengangkat dagu Sindi , hingga tatapan mereka beradu. "kamu harus terbiasa menatap wajah tampan kekasih mu ini." ucap Rian sambil menarik turunkan kedua alisnya.
Sindi tertawa kecil sambil menutup mulutnya mendengar ucapan Rian ."pede sekali kamu mas."
"Memang udah dari lahir." ucap Rian asal .Sindi pun tak bisa menahan tawanya ,ia tidak menyangka akan mempunyai kekasih yang humoris.
Akhirnya mereka saling bertukar cerita , sesekali di iringi canda tawa.
π·π·π·π·π·π·π·
Di tempat yang berbeda.
Zidan dan Ica tidak langsung pulang, mereka pergi ke sebuah taman yang sangat indah.
"Wah indah sekali." Ica merasa takjub melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Zidan kemudian memeluk Ica dari belakang, sambil berbisik. "apa kamu suka." Ica langsung mengangguk."suka banget mas."ucap Ica.
Zidan masih anteng memeluk Sejak dari tadi hatinya merasa gelisah ," kenapa dengan hati ini ,ya tuhan lindungi kami."batin Zidan. "apapun yang terjadi, jangan pernah meninggalkan mas." Zidan membisikan kembali ke telinga Ica .
Ica yang mendengar perkataan kekasihnya merasa heran. "mas Zidan ini kenapa ya? tidak biasanya seperti itu.monolog Ica dalam hati.
"Walaupun godaan dan rintangan silih berganti ,aku tidak akan pernah meninggalkan mas." terang Ica. Zidan tersenyum bahagia mendengar perkataan kekasihnya. "terimakasih." Zidan semakin mengeratkan pelukannya.
"Kenapa malam ini rasanya tak ingin jauh darimu mas?." ucapan Ica sukses membuat bibir Zidan terangkat hingga membentuk senyuman.kemudian Zidan membalikkan tubuh Ica, Zidan terus mendekat mengikis jarak hingga tersisa beberapa inci , sehingga napas mereka beradu.
"Mas juga merasakan seperti itu."ucap Zidan. keningnya ia dekatkan dengan kening Ica. lalu Zidan menatap intens wajah kekasihnya ,dan akhirnya Zidan mencium bibir ranum Ica dengan sangat lembut ,Ica membalas dan menikmati ciuman tersebut ,ia mengalungkan tangannya di leher Zidan.
Zidan menikmati setiap inci bibir Ica dengan sangat rakus , tangannya memegang tengkuk Ica sehingga dirinya dengan mudah ******* dan menyesap bibir kekasihnya yang selalu menjadi candu. Zidan dan Ica tidak menyadari seseorang yang sejak tadi mengikuti mereka.
"Halo tuan , mereka masih berada di taman." ucap seseorang yang sedari tadi memperhatikan Zidan dan Ica."awasi terus, kita tunggu mereka lengah." ucap orang misterius tersebut. "baik tuan." obrolan pun berakhir.
Kira-kira siapa ya orang misterius ituπ€ , penasaran kan ,ikuti terus kisahnya yaπ₯° .
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
MOHON DUKUNGANNYA YA DENGAN CARA LIKE VOTE KOMENTAR DAN HADIAH YA π₯°β€οΈ
__ADS_1
SEE You ποΈποΈποΈποΈ