
Sedangkan dinegara A
Seorang pria sedang termenung didalam depan jendela kantornya.
"Kenapa wanita itu selalu terbayang didalam pikiranku, ingat Mark sebentar lagi kau akan menikah dengan Felicia jadi hilangkan pikiran tentang wanita itu." batin Mark yang terus saja melihat kearah luar gedung perusahaannya.
Tiba-tiba sebuah tangan memeluknya dari belakang dan mencium punggung Mark. Mark tau siapa yang melakukan itu pasti kekasihnya Felicia, karena Mark hapal dengan parfum yang digunakan oleh Felicia.
"Ada apa sayang, apa yang sedang kau pikirkan." kata Felicia kepada Mark sambil memeluk Mark.
"Tidak ada, hanya melihat pemandangan diluar saja." kata Mark sambil berbalik menghadap sang kekasih.
"Apa yang membuatmu kesini sayang?" kata Mark sambil menyingkirkan anak rambut Felicia kebelakang telinganya.
"Apa aku tidak boleh datang kesini? aku merindukanmu Mark." kata Felicia sambil memeluk Mark.
Mendengar itu Mark sangat senang karena sebentar lagi dia akan menikah dengan orang yang dicintainya.
"Ingat Mark, Felicia adalah cinta sejati mu, singkirkan wanita itu dalam pikiranmu." batin Mark dan juga membalas pelukan Felicia dengan erat.
"Sayang" kata Felicia
"Iya ada apa, apa kau membutuhkan sesuatu?" kata Mark
"Kamu selalu tau apa yang aku butuh kan, Aku sedang mempersiapkan pernikahan kita sayang jadi membutuhkan banyak biaya." kata Felicia sambil mengelus dada Mark yang masih terbungkus kemeja yang digunakan Mark.
"Apapun akan aku berikan, sudah berapa persen persiapan pernikahan kita?" kata Mark
"Sekitar lima puluh persen persiapan sudah terlaksana, aku ingin pergi dengan adikmu Bella dan mama untuk mengukur gaun yang akan digunakan." kata Felicia
"Baiklah, gunakan saja kartu ini sebentar lagi kau juga akan menjadi istriku jadi gunakanlah dengan baik nanti. Kartu itu sudah atas nama mu." kata Mark memberikan Black cad.
"Terimakasih sayang, aku mencintaimu." kata Felicia sambil mencium bibir Mark dengan mesra.
Setelah keluar dari perusahaan Mark Felicia langsung menelpon kekasihnya.
"Sayang aku mendapatkannya, kita bisa berbelanja." kata Felicia dengan senang.
"Baiklah, aku akan menunggumu di apartemen." kata pria tersebut.
Felicia tidak mengetahui bahwa ada seseorang yang telah mengikutinya dan merekam setiap kegiatan yang dilakukan oleh Felicia dan melaporkannya kepada bos mereka
****
Sedangkan disebuah ruang CEO di perusahaan, Jimmy sedang tersenyum seperti orang gila karena mengingat apa yang terjadi tadi malam, membuatnya selalu memikirkan sang istri dirumah.
"Tuan" panggil Daniel tapi tidak ada respon dari Jimmy, setelah berapa kali dengan suara yang agak dibesarkan barulah Jimmy merespon.
"Kau tidak sopan Daniel, masuk kedalam ruangan ku tanpa mengetuk." kata Jimmy karena terkejut dengan suara Daniel yang begitu keras.
"Ya Tuhan, apa Tuan Jimmy mulai gila setelah menikah." batin Daniel.
"Saya sudah memanggil Tuan beberapa kali tapi Tuan tidak menyahutnya." kata Daniel.
"Benarkah, ada apa kau datang keruangan ku?" kata Jimmy
"Sebentar lagi kita akan mengadakan mitting dengan klien yang ingin memakai jasa kita tuan" kata Daniel
"Baiklah, persiapkan semua yang kita butuhkan." kata Jimmy.
__ADS_1
"Baik Tuan" kata Daniel dan pergi meninggalkan Jimmy.
Sepeninggal Daniel, Jimmy langsung menelpon sang istri.
📞 Marsha
Ada apa
📞Jimmy
Aku merindukanmu
📞 Marsha
Ya ampun, kita baru saja berpisah selama satu jam kau sudah rindu.
📞Jimmy
Aku merindukanmu dan juga belayanmu
📞 Marsha
Dasar mesum
Dan Marsha langsung mematikan sambungan telpon karena malu mendengar perkataan Jimmy yang sungguh mesum tersebut.
"Ah aku merindukannya, dia semakin menggemaskan ketika pipi ya sedang merah seperti tomat." kata Jimmy
****
Elle yang sedang berada didalam markasnya sedang melakukan sesuatu bersama dengan Kayo.
"Kayo apa kau sudah siap?" kata Elle
"Bersiap-siaplah menerima pemberianku ini." kata Elle sambil membidik buah apel yang ada diatas kepala Kayo dan juga beberapa yang ada di tangan Kayo.
Dor
Dor
Dor
prok prok prok
"Anda sangat hebat nona." kata Kayo memuji nona ya karena berhasil mengenai sasaran yang dituju.
Sedangkan para anggota Elle yang melihat tuannya yang menjadikan Kayo sebagai tempat sasaran menembaknya bergidik ngeri.
"Ya ampun nona, membuat aku jantungan saja." kata salah satu anggotanya.
"Kayo bagaimana jika kita bermain permainan lainnya" kata Elle entah mengapa semenjak hamil Elle suka bermain dengan hal-hal yang membuat jantung orang lain ingin copot saja
Tiba-tiba Egon datang untuk memberitahu hal penting.
"Nona." kata Egon
"Hemmmm ada apa?" kata Elle sambil memasukkan peluru kedalam pistol kesayangannya.
"Tuan Jiazhen sudah datang ke negara ini, beliau berencana bertemu dengan anda. Asistennya sudah mengabari kepada anggota." kata Egon
__ADS_1
Dor
Dor
Dor
"Bawa saja dia ke mansion kita, karena aku akan mengenalkannya kepada seseorang." kata Elle sambil menembak beberapa burung yang ada di dahan pohon.
Duk
Duk
Duk
Beberapa burung terjatuh ketika ditembak oleh Elle yang tepat, yang tepat berada diatas Egon.
"Baik nona." kata Egon santai karena sudah biasa seperti itu saat bersama dengan nona ya yang akan tiba-tiba melakukan sesuatu saat berbicara dengannya. Waktu pertama kali Egon pernah langsung terduduk saking terkejutnya.
Setelah selesai, Elle langsung pergi menuju mansion ya karena dia ingin beristirahat sebentar.
Saat sudah memasuki mansion Elle dan Kayo melihat ada seseorang yang membuat Kayo menjadi marah siapa lagi kalau bukan Raiden yang selalu merecoki hidupnya.
"Kayo kau beristirahatlah, aku juga mau istirahat." kata Elle sambil berjalan menuju kamarnya.
"Kau mau kemana Elle" kata Mama Annchi
"Elle ingin beristirahat sebentar mama." kata Elle
"Iya baiklah, jangan terlalu capek kamu sedang hamil." kata Mama Annchi dan diangguki oleh Elle dan langsung pergi menuju kamarnya.
Raiden yang melihat Kayo langsung menghampirinya.
"Sayang kamu mau kemana?" kata Raiden kepada Kayo, sedangkan yang ditanya tidak menjawab malah langsung pergi menghindari Raiden. Merasa dicueki Raiden mengikuti Kayo sampai didepan pintu kamarnya. Belum sempat Kayo membuka pintu Raiden sudah memegang tangan Kayo dan membalik tubuhnya.
"Ada apa" kata Kayo dengan datar
"Aku hanya ingin pergi bersama mu." kata Raiden.
"Aku tidak mau, pergi sana." kata Kayo
"Aku tidak akan pergi jika kau tidak mau pergi bersamaku." kata Raiden sambil menghimpit Kayo Kedinding pintu dan mengapitnya dengan kedua tangannya, Raiden semakin mendekatkan wajahnya ke arah wajah Kayo.
"Menyingkirlah, sebelum aku bertindak." kata Kayo
"Tidak akan" kata Raiden.
"Meny-"perkataan Kayo terputus karena Raiden sudah mencium bibir Kayo dan ********** dengan kasar.
Cup
"Jika kau berani menolak ku, maka terima hukuman mu." kata Raiden setelah mencium Kayo.
Plak
"Kurang ajar" kata Kayo sambil membersihkan bibirnya dengan punggung tangannya dan langsung mendorong Raiden sampai terjatuh kelantai.
"Sekali lagi kau melakukannya, akan aku buat kau menemui raja neraka." kata Kayo.
"Silahkan saja, aku tidak takut sebelum itu aku yang akan membuat mu menuju surga dunia." kata Raiden dengan kata-kata mesumnya, membuat Kayo semakin geram dan langsung masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
"Awas kau sayang akan aku buat kau ke tagihan dengan hal itu." teriak Raiden didepan pintu Kayo.
Bersambung.....