Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 102. Perhatian Riyan Di Balik Sikap Dinginnya.


__ADS_3

Fara yang sudah terlihat sangat cantik, berdiri di depan pintu sambil terus mengetuk pintu. Dan setelah pintu terbuka, dia langsung tersenyum kepada Semi yang sedang menatapnya, dengan mulut terbuka lebar tanpa bisa berkata-kata. Saking kagumnya dia dengan kecantikan istri atasannya itu.


"Siapa Sem..?" Tanya Riyan sambil menatap ke arah pintu.


"Bidadari Pak." Jawab Semi dengan tatapan lurus ke depan.


"Semi.. Apa sebenarnya yang kamu lihat? Bidadari apa..?" Tanya Riyan dengan tampang datarnya karena di buat bingung oleh Semi.


"Silahkan masuk Bu!" Ujar Semi tanpa memperdulikan Riyan yang sedang menatapnya datar.


"Halo Mas.. Aku cantik ngga?" Tanya Fara dengan senyum lebar menghiasi wajah cantiknya. Setelah masuk ke dalam kamar Semi.



Melihat penampilan istrinya. Riyan langsung mematung dengan tatapan yang tidak bisa di artikan ke arah Fara. Mulutnya tiba-tiba terasa begitu berat untuk berucap, karena melihat jelmaan bidadari seperti apa yang di katakan oleh Semi.



"Mas... Kamu kenapa..? Di tanya ko diam?" Tanya Fara sambil menatap suaminya dengan tatapan cemberut.


"Ngga,,, ngga apa-apa. Kamu,, kamu cantik bangat." Jawab Riyan gugup.


Mendengar jawaban suaminya, Fara mulai bertingkah centil. Dia berputar-putar di depan kedua laki-laki yang ada di depannya itu, sambil tersenyum menatap gaun yang dia kenakan. Sedangkan Semi hanya bisa tersenyum karena merasa lucu, dengan ekspresi Riyan yang seperti orang bodoh.


"Kita jadi pergi kan Mas?" Tanya Fara sambil melangkah menuju Riyan.


"Ngga jadi. Rapatnya di batalkan. Karena semuanya sudah selesai di urus." Jawab Riyan sambil terus menatap Fara yang sudah berada di depannya.


"Loh ko gitu sih Mas,,? Aku kan sudah berdandan secantik ini untuk mau menemanimu.." Ujar Fara dengan wajah cemberut sambil duduk di pangkuan Riyan.

__ADS_1


"Fara.. Kamu duduk di sini saja! Kamu ngga malu sama Pak Semi?" Ujar Riyan sambil meletakkan tangannya di atas sofa.


"Buat apa malu sama Pak Semi? Pak Semi itu sudah dewasa. Iya kan Pak Sem?" Tanya Fara sambil menatap Semi, yang masih saja tersenyum tanpa berani menatap mereka.


"Iya Bu, aku sudah dewasa. Jadi ngga apa-apa ko." Jawab Semi.


"Siapa bilang dia masih kecil? Malah dia tu sudah lebih dari dewasa. Tapi setidaknya kamu tu harus lihat situasi kalau mau bermanja-manja seperti ini." Ujar Riyan datar.


"Iya iya.. Aku duduk di sofa." Imbuh Fara dan bergegas pindah ke samping Riyan.


"Tapi aku kesal bangat Mas." Tambah Fara dengan tampang cemberut.


"Kesal kenapa?" Tanya Riyan yang sudah fokus dengan ponsel di tangannya.


"Aku tu udah dandan maksimal. Tapi malah ngga jadi pergi." Jawab Fara tapi tidak di hiraukan oleh Riyan.


"Rapatnya memang gagal Bu. Tapi Ibu mau di ajak jalan sama Pak Riyan." Sambung Semi yang sudah kembali duduk di sofa. Karena merasa kasihan dengan Fara yang sama sekali tidak di perdulikan sama Riyan.


"Mas... Kamu lagi ngapain sih..?" Tanya Fara kesal karena tidak di perdulikan oleh suaminya, yang hanya fokus mengotak-atik ponselnya.


"Aku tu lagi kirim pesan buat salah satu klien bisnisku." Jawab Riyan tanpa menatap Fara.


"Kenapa sih Mas, kamu selalu mengutamakan pekerjaan dari pada aku?" Tanya Fara dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca, karena merasa kecewa dengan sikap suaminya.


"Aku tu lagi kirim pesan buat kasih tahu kalau aku ngga jadi hadiri acara sebentar malam. Dan semua itu demi kamu. Aku tu berencana nginap di sebuah Villa, di tepi pantai sebentar malam nanti." Jawab Riyan.


"Sama siapa Mas mau nginap?" Tanya Fara dengan tatapan penuh curiga.


"Ya sama kamu lah. Mau sama siapa lagi? Ngga mungkin kan aku nginap sama Semi?" Jawab Riyan yang membuat Fara langsung heboh. Sedangkan Semi langsung berekspresi kaget.

__ADS_1


"Aku bahagia bangat Mas,, aku makin cinta deh sama kamu." Ujar Fara sambil memeluk lengan Riyan.


Sedangkan Semi yang juga sudah merencanakan nginap di villa yang Riyan maksud, hanya terdiam dengan tampang kebingungan. Melihat ekspresi Semi yang mencurigakan, Riyan pun langsung penasaran dan memilih untuk bertanya.


"Sem,, kamu kenapa?" Tanya Riyan bingung.


"Pak,, mending Bapak jangan ke villa itu. Banyak ko tempat menginap yang lebih bagus dari villa itu." Jawab Semi yang membuat Riyan semakin curiga.


"Kamu ko aneh Sem? Sebenarnya ada apa sama kamu?" Tanya Riyan sambil menatap penuh curiga.


"Sebenarnya aku juga mau nginap di sana Pak." Jawab Semi jujur tanpa berani menatap Riyan.


"Sama siapa kamu mau nginap di sana? Ingat Sem sama anak istrimu! Mereka tu lagi nunggu kamu." Ujar Riyan dengan tampang serius.


"Aku tu selalu ingat sama anak istriku Pak. Apalagi melihat Bapak sama Ibu Fara selalu mesra." Jawab Semi jujur.


"Lalu kamu mau nginap sama wanita lain? Karena ngga mau kalah sama aku gitu?" Tanya Riyan spontan.


"Bukan Pak. Sebenarnya aku menyuruh istriku untuk menyusul ku ke sini. Dan sekarang dia sudah tiba di bandara. Aku tu mau nginap sama dia di sana." Jawab Semi yang membuat Riyan langsung tertawa.


"Hahahaha,, Semi,, Semi. Kenapa kamu ngga bilang sama aku?" Ujar Riyan sambil tertawa.


"Aku ngga enak saja sama Bapak." Jawab Semi jujur.


"Kenapa kamu harus merasa seperti itu? Aku tu malah lebih senang kalau ada istrimu di sini. Biar besok Fara bisa ada teman bicara di dalam pesawat." Sambung Riyan yang membuat Semi langsung merasa lega.


"Makasih Pak atas pengertiannya." Ujar Semi sambil menatap Riyan yang hanya tersenyum menanggapi ucapannya.


Tanpa Riyan ketahui, Semi sangat bangga dengan sikapnya yang cuek tapi penuh perhatian. Dia selalu perduli dengan orang-orang yang berada di sekelilingnya, walaupun dia tidak pernah mengungkapkannya. Dan Semi adalah salah satu orang yang sangat mengenali sikapnya.

__ADS_1


#Pemberitahuan#


Mungkin aku terlalu menuntut. Tapi aku harap, semua para pembaca setiaku bisa mampir ke karyaku yang lain. Biar aku tambah semangat dalam berkarya. Hari ini aku up dua bab. Aku ingin lihat peningkatan pembaca di karyaku yang judulnya: Jodoh Yang Tak Di Sangka. Terpaksa Menikah Muda. Tunanganku Adalah Orang Yang Telah Menodaiku. Kalau pembaca meningkat. Aku akan giat up semua karyaku.


__ADS_2