Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 80. Kepergian Riyan.


__ADS_3

Kebencian tidak bisa menghapus cinta yang sudah tertanam di dalam hati Fara. Walaupun dia merasa begitu sakit atas perlakuan Riyan, namun tidak bisa untuk dia pungkiri hati yang masih ingin memiliki suaminya. Setelah mendengar apa yang baru saja di katakan oleh kedua pembantu, yang sedang bersamanya di dalam dapur sejak tadi.


Setelah sudah rapi, Riyan langsung melangkah keluar dari kamarnya tanpa membawa apapun. Dia hanya menggenggam ponsel di tangannya dan melangkah menuju dapur, untuk melihat keadaan Fara sebelum dia pergi meninggalkannya. Melihat Riyan yang sudah sangat rapi, salah seorang dari pembantunya segera bertanya. Yang membuat Fara jadi terdiam. Tanpa melihat Riyan yang sudah berdiri tepat di belakangnya.


"Mas Riyan mau pergi? Ngga sarapan dulu?" Tanya Bi Sari dengan begitu sopan.


"Ngga usah Bi. Nanti aku sarapan di luar saja." Jawab Riyan dengan tatapan dinginnya.


"Jaga Fara ya Bi! Aku pergi dulu." Ujar Riyan dan langsung melangkah pergi meninggalkan kedua orang pembantunya, dan Fara yang tetap membelakanginya.


Melihat ekspresi Fara, kedua wanita yang kira-kira berusia 50 tahun itu merasa sangat bingung. Namun mereka tidak berani untuk bertanya lebih jauh tentang masalah kedua majikan mereka. Fara bersikap begitu cuek terhadap Riyan karena dia tidak menyadari, kalau suaminya sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah.


Riyan melajukan mobil menuju hotel miliknya, dengan beban pikiran yang begitu sangat berat. Dia sama sekali tidak ingin untuk meninggalkan istrinya. Apalagi usia pernikahan mereka baru seumur jagung. Di saat itu semustinya mereka sedang berbulan madu menikmati indahnya kebersamaan sebagai pengantin baru. Tapi semuanya malah berantakan dengan kesalahpahaman yang sangat fatal.


Fara yang sedang berada di apartemen, memilih untuk kembali tidur setelah selesai makan siang. Tumbuhnya yang masih terasa lemas dan nyeri di bagian bawahnya, membuat dia tidak bisa untuk melakukan aktivitas apapun. Dia tertidur dengan begitu lelap sampai pukul 6:30 sore. Dengan tatapan bingung ke setiap sudut kamar, Fara yang baru saja bangun dari tidur nyenyak nya melangkah menuju kamar mandi, sambil mencari-cari keberadaan Riyan.


Sampainya di dalam kamar mandi, Fara yang terlihat begitu tidak bersemangat karena tidak menemukan keberadaan suaminya, langsung mematung dengan tampang kaget setelah melihat sarung kasur yang sudah tergantung di sudut kamar mandi.


"Siapa yang sudah membersihkan sarung kasur ini? Perasaan tidak ada yang masuk ke dalam kamar ini sejak pagi selain aku." Fara bertanya-tanya sendirian dengan tampang kebingungan.

__ADS_1


Fara sama sekali tidak sadar kalau yang melakukan semua itu adalah Riyan. Karena dia tidak pernah melihat Riyan melakukan sesuatu yang di kerjakan oleh perempuan. Dan di saat dia sedang kebingungan di dalam kamar mandi, tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar yang membuat dia dengan buru-buru membuka pintu kamar mandi.


"Ada apa Bi?" Tanya Fara setelah melihat Bi Sari di depan pintu kamar mandi.


"Maafkan Bibi Non,, Bibi sudah lancang masuk kedalam kamar. Tadi Bibi sudah mengetuk pintu kamar berulang-ulang, tapi tidak ada jawaban. Akhirnya Bibi langsung masuk." Ujar Bi Sari kepada Fara.


"Ngga apa-apa ko Bi. Bibi ada perlu apa?" Tanya Fara sambil tersenyum kepada Bi Sari.


"Tadi Mas Riyan nelpon. Katanya Mas Riyan ngga pulang. Dan suruh kita untuk temani Non Fara tidur di kamar ini kalau malam." Ujar Bi Sari yang membuat Fara jadi bingung.


"Memangnya dia kemana Bi?" Tanya Fara bingung.


"Terus Mama sama Papa belum ke sini ya Bi?" Tanya Fara dengan tatapan mencari tahu.


"Ooo iya Non. Bibi hampir lupa untuk kasih tahu Non Fara, kalau Tuan dan Nyonya sudah kembali ke Malaysia. Soalnya ada urusan penting yang harus di selesaikan Tuan." Jawab Bi Sari yang membuat Fara langsung kaget karena teringat dengan sesuatu.


Mengetahui Om dan Tantenya sudah kembali ke Malaysia, Fara pun langsung teringat dengan kata-kata Riyan, kalau mereka akan tinggal terpisah setelah orang tuanya sudah pulang ke Malaysia. Seketika Fara langsung berkaca-kaca karena merasa sedih di tinggalkan oleh suaminya, yang dia sendiri tidak mengetahui keberadaannya.


"Ada apa Non? Non Fara ko terlihat sangat sedih?" Tanya Bi Sari dengan tatapan mencari tahu.

__ADS_1


"Ngga apa-apa ko Bi. Aku hanya sedih karena tidak bisa mengobrol dengan Tate juga Om aku." Jawab Fara berbohong karena dia tidak ingin Bi Sari mengetahui keadaannya saat itu.


"Ya sudah,, kalau gitu Bibi turun duluan ya Non. Soalnya Bibi mau nyiapin makan malam." Ujar Bi Sari.


"Iya Bi. Nanti aku nyusul." Jawab Fara dengan suara yang terdengar sedikit bergetar karena menahan kesedihannya.


Setelah Bi Sari keluar dari kamar, Fara segera melangkah menuju balkon kamarnya, dan menumpahkan kristal bening yang sejak tadi dia tahan. Kepergian Riyan benar-benar membuat Fara merasa sedih. Dengan seketika timbul rasa penyesalan di dalam hatinya, karena telah meminta untuk tinggal terpisah dari Riyan. Apalagi saat itu nomor telepon Riyan sudah tidak bisa untuk di hubungi sama sekali.


Di balkon kamar apartemen mewah itu, Fara terduduk di sana sambil menatap suasana hening di luar sana, dengan air mata yang bercucuran membasahi wajah cantiknya. Dia tidak dapat menahan kesedihan atas kepergian Riyan. Bayangan sosok tampan yang sangat dia cintai seketika menguasai pikirannya. Dia tidak menyangka akan sesepi itu hidup tanpa ada Riyan di sampingnya.


Rindu yang tak tertahankan begitu menjepit Fara, dalam kesunyian hatinya yang menjerit karena berada jauh dari penghuni hatinya. Dengan berderai air mata, Fara memanggil nama Riyan dan memintanya untuk kembali dengan nada suara yang hampir tidak terdengar. Hanya hembusan angin di malam itu yang menjadi saksi bisu akan kesedihannya.


"Mas,, kamu di mana? Tolong kembali padaku Mas.. Aku tidak bisa berada jauh dari sisimu. Mengapa kau harus menyiksaku seperti ini?"


Apa yang di rasakan oleh Fara juga di rasakan belahan hatinya, yang pada saat itu sedang berada di bandara. Tanpa ada yang tahu, Riyan ternyata akan berangkat ke Australia malam itu juga dalam perjalanan bisnisnya. Keberangkatannya ke negeri kanguru sebenarnya sudah di atur oleh asistennya, sejak dia masih berada di Indonesia.


Sebenarnya Riyan berencana untuk mengajak Fara ke Australia sekalian untuk berbulan madu di sana. Tapi karena adanya masalah yang tidak terduga dalam hubungan mereka, sehingga membuat Riyan terpaksa pergi sendiri tanpa memberitahukan Fara.


Usaha yang di bangun Riyan di negara orang, sudah membawanya ke jenjang kesuksesan yang luar biasa. Dalam waktu yang begitu singkat, namanya sudah di kenal di dalam dunia bisnis sebagai pengusaha muda tersukses. Namun semua itu tidak pernah membuatnya tinggi hati dan bersikap sombong di depan orang lain.

__ADS_1


__ADS_2