
Kekhawatiran Fara semakin menjadi-jadi, di saat pikirannya mulai mengarah ke hal-hal yang sangat tidak dia inginkan. Apalagi tidak lama dia melamun membayangkan semua itu, datang salah seorang teman satu ruangannya. Membawa kabar mengenai Rena yang juga sedang berada di kantin Kampus saat itu.
"Hey teman-teman.. Ternyata hari ini ada dua mahasiswi pindahan yang masuk Kampus kita." Ujar Khenso mahasiswa paling lucu di ruangan mereka yang berkenegaraan Amerika.
"Oh ya..? Dari mana kamu tahu?" Tanya Robert dengan segera.
"Barusan aku lihat di kantin. Tapi dia mahasiswi senior. Dan tahu ngga,,? Dia tu satu jurusan sama idola wanita-wanita di Kampus kita. Jadi buat para cewek-cewek yang sangat tergila-gila sama Riyan Putra Reza, mending kalian berhenti untuk berharap. Karena sudah ada saingan kalian yang setiap hari bersama Riyan dalam satu ruangan." Ujar Khenso yang membuat Fara tidak bisa hanya tinggal diam di dalam ruangannya.
"Cantikan mana mahasiswi pindahan itu sama Fara?" Tanya Prisil dengan segera.
"Ya cantikan Fara lah.. Dia terlihat biasa saja. Tapi biar kalian tahu, wanita yang terlihat biasa itu yang mempunyai daya tarik tersendiri untuk laki-laki. Apalagi laki-laki kaku seperti idola kalian itu. Dia pasti lebih suka wanita yang memiliki sifat yang sama dengannya. Bukan seperti kalian yang pecicilan." Jawab Khenso yang membuat Fara semakin khawatir.
"Aku ko penasaran bangat ya.." Sambung Prisil.
"Kita ke kantin aja yuk..! Aku pengen lihat seperti apa mahasiswi senior yang akan menjadi saingan banyak wanita di Kampus kita." Sambung Kristin yang langsung di iyakan beberapa temannya. Termasuk Fara.
"Ayo ayo kita pergi. Sekalian kita makan siang." Sambung Cleo.
Tanpa menunggu lama, beberapa wanita yang sama-sama tidak bisa diam itu, langsung melangkah meninggalkan ruangan mereka menuju kantin. Dari jarak beberapa meter, Fara sudah menatap mencari keberadaan Suaminya. Sedangkan orang-orang yang ada di kantin, juga sudah menatap ke arah mereka dengan tatapan berbeda-beda. Ada yang menatap dengan tatapan kagum, ada yang kaget, dan ada juga yang seperti tidak suka. Karena kecantikan Fara memang selalu membuat para wanita merasa iri di saat melihatnya. Fara melangkah dengan begitu percaya diri sambil menatap ke sebuah meja, yang di duduki Riyan bersama beberapa orang laki-laki.
Kecantikan Fara memang sudah tidak bisa di ragukan lagi. Dengan sekejap dia berhasil menghipnotis para laki-laki yang ada di kantin. Terutama beberapa laki-laki yang sedang duduk bersama Riyan. Sedangkan Riyan yang sedikit kesal melihat riasan wajah istrinya yang menurutnya sedikit berlebihan, hanya terdiam dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
__ADS_1
"Tidak salah dia sebut bidadari. Baru kali ini aku melihat wanita sesempurna itu." Ujar Erlando tanpa melepaskan tatapannya dari Fara, yang sudah duduk di sebuah meja kosong yang ada di pojok sana.
"Kalau saja aku memiliki istri secantik itu. Aku akan meminta jatah setiap malam. Melihat tubuhnya yang di balut pakaian saja, aku sudah tidak tahan. Apalagi kalau melihatnya tanpa.." Kata-kata Erlando yang tiba-tiba terhenti.
"Apa-apaan sih kamu..? Siang-siang gini ko pikiran kamu sudah liar kemana-mana." Sambung Riyan dengan segera memotong perkataan Erlando.
Dari ekstraksi wajah Riyan, sangat terlihat jelas kalau dia tidak suka mendengar kata-kata yang baru saja di lontarkan oleh sahabatnya itu. Dan sikapnya itu sedikit membuat beberapa temannya jadi bingung. Tapi tidak untuk Rena yang sedang duduk bersama beberapa temannya di samping meja Riyan.
"Kamu kenapa sih Yan..? Ko kamu sepertinya ngga suka mendengar aku memuji bidadari itu." Tanya Erlando.
"Mungkin Riyan juga naksir sama tu cewek. Atau jangan-jangan dia sudah kenal cewek itu?" Sambung Exel.
"Kamu kalau bicara jangan sembarangan. Mana mungkin aku kenal sama dia..?" Ujar Riyan yang membuat Rena seketika mengembangkan senyum sinis nya, sambil bergumam di dalam hatinya.
Ternyata Rena sudah lama menaruh Harti pada Riyan sejak mereka masih berada di bangku sekolah SMA. Dia menerima cinta sahabat Riyan, itu juga hanya karena dia ingin mencari cara untuk bisa dekat sama Riyan. Dan tanpa Riyan ketahui, ternyata hubungan Rena sudah berakhir, dengan sahabatnya yang sampai saat itu tidak ada kabar sama sekali.
Fara yang sudah duduk bersama teman-temannya, sering melirik ke arah Riyan yang sudah tidak memperhatikannya sama sekali. Dia sedikit kesal dengan sikap Riyan yang begitu cuek terhadapnya. Apalagi tidak jauh dari tempat duduk Riyan, ada Rena bersama beberapa orang temannya, yang terlihat mencari-cari perhatian Riyan. Karena saking kesalnya, sampai Fara lupa untuk memesan makanan.
"Ra,, kamu mau pesan makanan apa..?" Tanya Anita sambil menyentuh tangan Fara, yang sedang terdiam dengan ekspresi wajah yang sangat aneh.
"Sama seperti kamu saja." Jawab Fara tanpa ekspresi.
"Kamu kenapa sih Ra..? Ko ekspresi kamu tiba-tiba aneh..?" Tanya Prisil setelah menyadari ekspresi wajah Fara.
"Ngga apa-apa. Aku cuman lapar bangat." Jawab Fara berbohong.
__ADS_1
"Tapi kita bayar sendiri-sendiri ya.. Soalnya kita kan sama-sama lagi kere." Sambung Anita.
"Iya,, kita bayar sendiri-sendiri saja. Iya kan Ra..?" Ujar Anita.
"Nanti aku yang bayarin saja. Sekalian merayakan hari pertama aku masuk kuliah." Jawab Fara tanpa menyadari kalau dia lupa membawa uang sepeserpun.
"Berapa harga semuanya..?" Tanya Fara sambil mencari sesuatu di dalam tasnya.
Setelah menyadari kalau dompetnya ketinggalan, Fara langsung terkejut dan sedikit panik. Apalagi makanan sudah terlanjur di pesan. Dan tanpa menunggu lama, dia langsung menatap ke arah Riyan sambil bergumam di dalam hatinya.
"Aku harus minta sama Mas Riyan. Kalau tidak aku akan malu banget.. Mana aku yang nawarin lagi.."
Tanpa berlama-lama, Fara pun memilih untuk mengirim pesan kepada Riyan yang sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya. Dan setelah membaca pesan masuk dari Fara, Riyan segera berpamitan kepada teman-temannya, untuk membayar semua makanan yang mereka makan.
"Aku bayarin dulu ya.." Ujar Riyan sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Ko buru-buru sih Yan..? Kita masih mau duduk dulu di sini." Ujar Arlan.
"Iya ngga apa-apa. Biar ngga repot-repot lagi kalau mau pergi." Jawab Riyan beralasan.
"Iya benar juga. Nanti besok aku yang giliran traktir ya.." Sambung Exel.
"Ngga usah.. Lagian hari ini aku traktir, karena aku ingin merayakan hari pertama kita kuliah setelah libur panjang." Jawab Riyan dan langsung melangkah pergi meninggalkan teman-temannya.
Melihat Riyan sudah melangkah menuju kasir di kantin itu, Fara seketika jadi bernafas lega. Dia benar-benar tidak bisa membayangkan kalau tidak ada Riyan saat itu. Mungkin dia akan sangat malu dengan teman-teman barunya, kalau mengetahui seorang anggota keluarga Permana, tidak sanggup membayar harga makanan yang tidak seberapa.
__ADS_1