Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 69. Fara Yang Begitu Agresif.


__ADS_3

Hari kedua setelah keberangkatan Faris dan Alfa. Keluarga Permana yang ada di rumah kembali ke bandara untuk mengantarkan Melda dan keluarganya. Suasana haru terjadi sepanjang perjalanan menuju bandara. Aleta yang begitu menyayangi putrinya, hanya bisa meneteskan air mata, sambil terus-menerus mengingatkan putri cantiknya itu untuk bisa lebih baik lagi. Menjadi seorang wanita yang sudah bersuami.


"Sayang,, kamu harus belajar untuk menjadi istri yang baik. Yang bisa mengurus suami dengan baik. Dan yang paling penting, kamu harus merubah cara pergaulan kamu. Karena sekarang kamu bukan hanya putri Mama, tapi juga istri orang. Jadi kamu harus bisa untuk menjaga nama baik suamimu." Ujar Aleta sambil mengusap-usap kepala Fara yang berada di dadanya.


Fara hanya mengangguk menanggapi perkataan Mamanya. Dia begitu sedih sampai tidak mampuh untuk berkata-kata. Situasi itu begitu menyayat hati orang-orang yang berada semobil dengan mereka. Almira dan Tante Leni ikut meneteskan air mata menyaksikan kesedihan antara Ibu dan anak, di dalam mobil yang sedang mereka naikin. Sedangkan di mobil yang lain, Mama Alira dan Melda juga sedang menasehati Riyan yang berada semobil dengan mereka.


"Yan,, sampainya di bandara kita akan menaiki pesawat yang berbeda. Kalian akan hidup sendiri tanpa ada Mama, Tante kamu, ataupun Oma yang selalu memperhatikan kalian seperti beberapa hari ini. Mama harap kamu bisa menjadi laki-laki yang dewasa dalam bersikap terhadap Fara. Pemikiran Fara itu belum terlalu matang. Jadi kamu harus sabar dalam membimbingnya sebagai suami yang baik." Ujar Melda panjang lebar.


"Iya Yan,, laki-laki yang baik itu adalah laki-laki yang selalu memperlakukan wanita dengan penuh kasih sayang. Contohnya seperti Opa kamu, Papa kamu, juga Om kamu Faris." Sambung Mama Alira.


"Iya Oma,, aku akan berusaha untuk menjadi suami yang terbaik buat Fara." Jawaban Riyan yang membuat kedua wanita di sampingnya langsung tersenyum bahagia.


Riyan yang sudah terlanjur mencintai istrinya, semakin mantap untuk hidup bahagia bersama. Niat buruknya untuk menikahi Fara sebelumnya, hilang seketika setelah mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Dan dia semakin tidak tahan untuk menyembunyikan perasaannya lebih lama lagi. Dengan tatapan yang tertuju ke arah luar melewati kaca mobil, Riyan pun mulai membayangkan hidup bersama Fara dalam sebuah rumah tangga yang bahagia.


Sedangkan di sisi lain, Aleta yang begitu berat melepaskan putrinya tidak ingin pergi meninggalkan bandara. Walaupun Fara sudah masuk ke dalam pesawat bersama Riyan. Dan di saat pesawat mulai melaju hendak menembus cakrawala, air mata yang sejak tadi dia tahan seketika meluncur dengan derasnya.


Melihat keadaan Aleta, Mama Alira yang juga terlihat begitu sangat bersedih langsung memeluk Aleta dan mencoba untuk menenangkannya.


"Sayang,, kamu ngga usah menangis lagi. Mama yakin. Fara akan hidup bahagia bersama Riyan. Karena Riyan itu putra dari adik perempuanmu, juga saudara laki-lakimu yang sungguh menyayangimu. Jadi Riyan pasti akan menyayanginya seperti kasih sayang orang tuanya terhadapmu." Ujar Mama Alira yang membuat Aleta langsung menghapus air matanya, dan menatap wajah mertuanya sambil berkata.


"Iya Ma. Aku juga yakin Riyan adalah laki-laki yang sangat baik seperti Bang Reza. Aku hanya belum siap harus terpisah jauh dari Fara." Jawab Aleta dengan tampang yang terlihat sangat sedih.

__ADS_1


"Dia itu sudah dewasa dan sudah berumah tangga. Dia bukan putri kecilmu lagi yang setiap saat ada bersamamu. Nanti kalau ada waktu, kita kan bisa mengunjungi mereka." Tambah Mama Alira yang membuat Aleta langsung tersenyum bahagia.


"Iya Ma. Kita akan ke sana kalau ada waktu." Ujar Alira sambil melangkah menuju mobil pribadi yang sedang menunggu mereka, bersama mertuanya. Sedangkan Papa Fahri sudah pergi duluan bersama Almira menuju kantor.


Di dalam perjalanan, Fara yang duduk bersebelahan dengan Riyan terlihat begitu bahagia. Dengan sikap yang manja, Fara memeluk lengan Riyan dan menyandarkan kepalanya di pundak Riyan sambil bertanya.


"Mas,, rumah kamu di Amerika mewah ngga?" Tanya Fara sambil memainkan satu kancing baju suaminya dengan jari-jarinya yang putih.


"Aku ngga punya rumah di sana. Aku hanya punya apartemen. Dan kita berdua tinggal di apartemen itu." Jawab Riyan dingin.


Walaupun sudah sangat mencintai istrinya, tapi sikap Riyan tidak pernah berubah. Dia selalu terlihat dingin. Namun sikapnya memang sudah seperti itu semenjak dia masih kecil. Dan Fara juga sudah terbiasa dengan sikap bekunya itu setelah mendengar cerita Tantenya yang tidak lain Ibunya Riyan. Yang menceritakan semua tentang Riyan kepadanya.


"Aku ngga masalah ko Mas. Di apartemen maupun di rumah asalkan bersama kamu. Tapi nanti kita tidur sekamar kan?" Tanya Fara dengan suara yang sangat jelas. Dan itu membuat Riyan merasa sangat malu, karena langsung di tatap oleh orang-orang yang berada di sekeliling mereka.


"Mas,, kamu ko ngga jawab sih? Apa kamu memang ngga ingin tiiii." Kata-kata Fara seketika terhenti. Karena Riyan dengan segera langsung menariknya dan mendekapnya ke dada bidangnya sambil berbisik.


"Kamu bisa diam ngga? Sangat tidak pantas kamu menanyakan itu di depan banyak orang seperti ini." Ujar Riyan sambil terus mendekap Fara dengan sebelah tangannya.


Semua yang ada di sekeliling mereka jadi tersenyum melihat tingkah Fara yang agresif, dan Riyan yang begitu pemalu. Dan salah satu dari mereka tiba-tiba bersuara. Menanyakan status hubungan mereka.


"Maaf nak,, apa kalian pengantin baru?" Tanya seorang wanita yang duduk bersebelahan dengan seorang wanita seumuran Fara, yang kemungkinan itu putrinya.

__ADS_1


"Bukan Ma. Mereka pasti saudara." Sambung wanita muda di sampingnya.


Mendengar suara wanita itu, Fara dengan segera melepaskan diri dari dekapan Reza. Kemudian dia pun menatap wanita itu dengan tatapan yang begitu sinis, sambil menjelaskan status hubungannya bersama Riyan.


"Kita memang saudara ko. Tapi kita juga suami istri." Jawab Fara yang membuat wanita muda itu langsung memasang wajah kesal sambil berkata-kata dalam hati.


"Dasar wanita sombong. Ngga pantas bangat dia bersanding dengan pria itu. Semustinya pria tampan itu mendapatkan pendamping hidup seperti aku. Yang cantik, anggun, elegan dan ngga bertingkah seperti dia.


Wanita muda itu ternyata sejak tadi sudah memperhatikan Riyan yang memang terlihat sangat tampan. Dan dia sangat tidak suka dengan Fara setelah mengetahui, kalau Fara adalah istri dari laki-laki yang sudah membuatnya terpikat dalam waktu sekejap. Karena begitu kesal, wanita itu segera memalingkan wajahnya karena tidak sudi melihat Fara yang sudah kembali menempel pada suaminya. Dan tidak lama datang seorang pramugari yang memanggil nama Fara. Dan itu membuat orang-orang yang mendengarnya jadi menatap ke arah Fara dengan tatapan penuh keheranan. Terutama wanita muda yang tadinya begitu meremehkan Fara.


"Ibu Fara Permana ya? Tanya pramugari cantik di hadapannya.


"Iya ada Bu?" Tanya balik Fara.


"Ini Bu, tadi ada titipan yang lupa di kasih sama keluarga Ibu. Dan mereka menitipkannya sama aku." Kata pramugari itu.


"Titipan apa ya Bu?" Tanya Fara bingung.


"Ngga tahu Bu, aku juga ngga berani nanya. Karena yang menitipkannya sama aku itu Istri dari Tuan Fahri Permana. Aku sangat tidak pantas harus bertanya banyak kepada orang besar seperti beliau." Jawaban pramugari cantik itu, yang membuat orang-orang yang ada di situ langsung saling berbisik, sambil menatap Fara yang sedang melihat isi yang ada di dalam kotak kecil di tangannya.


"Dia itu cucu dari keluarga Permana. Yang kemarin di nikahkan sama sepupunya sendiri. Iya,, itu benar suaminya yang seperti Ibu lihat kemarin di acara TV." Bisik wanita yang duduk di bangku sebelah, kepada putrinya yang tadi sempat membandingkan dirinya dengan Fara.

__ADS_1


Semua yang ada di dalam pesawat sangat tidak menyangka, kalau cucu orang terpandang seperti Fara mau menaiki pesawat penumpang. Karena setahu mereka, keluarga konglomerat itu memiliki beberapa buah jet pribadi yang bisa mereka gunakan kemanapun mereka pergi.


__ADS_2