Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 190. Sama-Sama Berarti.


__ADS_3

Malam itu Fara yang sedang menunggu Riyan pulang, memilih untuk membaca buku di atas tempat tidur. Tapi karena merasa haus dia pun segera melangkah keluar dari kamar menuju lift untuk turun ke lantai bawah. Suasana di dalam apartemen besar itu begitu sepi karena tidak banyak orang yang tinggal di dalamnya. Namun Fara yang sudah terbiasa dengan situasi yang ada, terlihat begitu tenang tanpa ada rasa takut.


"Bibi,, siapa itu..?" Suara tanya Fara karena melihat bayangan di balik jendela bagian samping.


"Non Fara,, ada apa?" Tanya Salah seorang Bibi yang berlari dari dapur karena mendengar suara teriakan Fara.


"Siapa yang ada di luar? Tadi aku lihat ada bayangan orang di balik jendela." Jawab Fara tanpa melepaskan pandangannya dari arah jendela yang tadi ada bayangan orang.


"Mungkin sekuriti Non. Biasa dia sering berjalan berkeliling pekarangan apartemen." Jawab Bibi.


"Ooo,, iya mungkin itu sekuriti." Ujar Fara dan langsung melangkah menuju dapur.


Selesai meminum segelas air, Fara langsung bergegas keluar dari dapur. Dan dia seketika kaget karena melihat bayangan itu lagi. Tanpa ada rasa takut, Fara langsung melangkah menuju jendela. Tapi tiba-tiba langkahnya pun tertahan di saat mendengar suara Riyan manggilnya dari arah pintu.


"Fara... Kamu mau kemana?" Tanya Riyan yang baru saja memasuki pintu.


"Aku mau ke sana Mas. Soalnya tadi aku melihat ada bayangan orang di sana." Jawab Fara yang membuat Riyan langsung menatap ke arah yang di tunjuk Fara.


"Sini biar aku lihat." Ujar Riyan dan segera melangkah menuju jendela yang di tunjuk Fara.


Karena penasaran dengan bayangan yang di lihat Fara, Riyan pun langsung membuka gorden dan mencari bayangan yang tadi di lihat Fara. Dan memang benar apa yang di katakan Fara, ternyata yang berada di luar sana adalah Pak Radit, supir pribadi yang belum lama bekerja di tempat Riyan.


"Eeeh,, Pak Riyan,, Ibu Fara,," Sapa Pak Radit yang sedang asyik menerima telepon setelah melihat Riyan dan Fara yang sudah berdiri di depan jendela.


"Ternyata Pak Radit? Ngapain Pak Radit berada di situ sendirian?" Tanya Riyan.

__ADS_1


"Saya lagi menerima telepon dari Putri daya Pak." Jawab Pak Radit dengan senyum ramah.


"Ooo iya,, kirain siapa Pak? Lanjutkan saja pembicaraannya!" Ujar Riyan dan kembali menutup gorden jendelanya.


"Lain kali kalau lihat sesuatu di malam hari seperti ini, jangan langsung melihatnya. Untung saja itu Pak Radit, kalau orang jahat gimana?" Ujar Riyan memperingati Fara.


"Kan ada kamu Mas." Jawab Fara sambil memeluk lengan suaminya.


"Kalau ngga ada aku, jangan seperti tadi lagi. Bila perlu kamu memanggil sekuriti atau Bibi. Jangan sendirian seperti tadi!" Ujar Riyan.


"Iya Mas. Lagian mana ada orang jahat yang bisa mendekati apartemen kita yang di jaga begitu ketat oleh orang-orang suruhan Mas." Ujar Fara yang membuat Riyan langsung memeluk pundaknya memasuki life.


Sampainya di dalam kamar, Riyan segera memilih untuk mandi. Riyan yang sudah terbiasa dengan keadaan bersih, selalu mandi terlebih dahulu setelah selesai beraktivitas. Di saat Riyan sedang berada di dalam kamar mandi, Fara yang ingin melihat indahnya cahaya bulan, melangkah menuju balkon sambil memakan buah apel yang tadi dia ambil dari dapur. Dan tidak sengaja matanya pun tertuju pada pemandangan yang membuatnya jadi senyum-senyum sendiri.


Fara yang begitu betah melihat dua sejoli yang sedang berduaan di taman samping apartemen, sama sekali tidak menyadari keberadaan Riyan di belakangnya. Dan betapa kagetnya dia, saat Riyan tiba-tiba memeluknya dari arah belakang tanpa bersuara.


"Astaga Mas... Kamu ini bikin kaget aku saja." Ujar Fara sambil elit Riyan sebentar.


"Ayo kita masuk!" Ajak Riyan yang saat itu hanya mengenakan handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya.


"Tunggu dulu Mas. Aku tu lagi lihat itu.." Jawab Fara tanpa memalingkan pandangannya.


"Apa sebenarnya yang kamu lihat?" Tanya Riyan yang seketika penasaran dengan apa yang di lihat oleh Fara di bawah sana.


"Itu Mas,, menurut kamu mereka punya hubungan ngga Mas?" Tanya Fara sambil menatap Riyan yang juga sudah menatap ke arah Pak Radit dan salah seorang pembantu mereka di bawah sana sedang mengobrol.

__ADS_1


"Kalaupun mereka berdua punya hubungan, tidak ada salahnya kan? Toh mereka sudah sama-sama sendirian." Ujar Riyan dan langsung menarik tangan Fara melangkah masuk ke dalam kamar.


"Iya sih Mas. Tapi aku tu kaget saja karena baru mengetahuinya." Jawab Fara sambil menatap Riyan dari arah samping.


""Memangnya apa yang kamu ketahui? Mereka sedang berduaan bukan berarti mereka punya hubungan khusus. Mungkin saja mereka sedang mengobrol biasa saja seperti keluarga." Ujar Riyan yang tidak pernah mau pusing dengan urusan orang.


"Mana ada Mas mengobrol biasa di tempat sepi seperti itu? Pasti ada apa-apa di antara mereka." Tutur Fara yang selalu merasa penasaran dengan urusan orang-orang di sekelilingnya.


"Sudah,, ngga usah terlalu pusing dengan urusan orang. Itu kesenangan juga hidup mereka. Kita pikirkan saja hidup dan urusan kita masing-masing!" Ujar Riyan sambil memakai pakaian yang sudah di siapkan Fara di samping tempat tidur mereka.


Karena terlalu banyak tidur sore tadi, akhirnya Fara yang belum merasa ngantuk memilih untuk menemani Riyan mengerjakan pekerjaannya. Sedangkan Riyan yang selalu mengkhawatirkan kesehatan Fara juga bayi di dalam kandungannya, malah merasa terganggu dan tidak berkonsentrasi.


"Mending kamu istirahat saja! Ini kan sudah larut." Ujar Riyan sambil terus mengotak-atik laptop yang ada di atas pangkuannya.


"Tapi aku belum ngantuk Mas. Aku masih ingin menemanimu." Jawab Fara yang duduk tepat di samping Riyan.


"Ngga baik Ibu hamil tidur kemalaman. Itu bisa mempengaruhi pertumbuhan janin di dalam kandungan mu." Ujar Riyan yang langsung menghentikan pekerjaannya.


"Kalau gitu aku ngga usah kerja saja. Biar aku temani kamu tidur." Riyan segera menutup laptopnya dan meletakkannya di atas meja tepat di samping tempat tidur.


"Tapi nanti pekerjaan kamu ngga selesai Mas."


"Ngga usah pikirkan. Aku bisa bangun lebih pagi untuk mengerjakannya." Jawab Riyan sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.


Riyan yang luar biasa dingin dan cuek, sudah semakin perhatian terhadap Fara setelah tahu kalau dia sedang mengandung. Dia seperti itu bukan karena hanya memikirkan kesehatan bayi di dalam kandungan Fara. Tapi dia juga khawatir dengan kesehatan Fara yang sekarang sudah berbadan dua. Riyan yang sudah sangat mencintai Fara, tidak ingin sesuatu hal buruk terjadi pada istri juga bayi di dalam kandungannya. Karena Fara dan bayinya sama-sama berarti bagi Riyan.

__ADS_1


__ADS_2