
Sekuat apapun fisik seorang laki-laki, hati mereka akan tetap terasa perih saat tak mampu melindungi wanita yang dia cintai. Kepalan tangan Riyan menunjukkan betapa besar kemarahannya, menyaksikan keadaan istrinya yang sudah tak berdaya tepat di depan matanya. Tapi untuk Faris, naluri monster yang tertanam di dalam dirinya seketika muncul, saat melihat putri kesayangannya di perlakukan bagaikan seorang tahanan.
"Lepaskan putriku! Kalau kamu masih ingin menghirup udara segar." Peringatan Faris yang di jadikan lelucon oleh laki-laki bertopeng, yang sama sekali tidak ingin melepaskan Fara.
"Hahahaha... Kamu pikir aku takut dengan ancaman murahan seperti itu? Aku sudah siap mati hari ini ataupun besok. Tapi aku bukan saudaraku, yang dengan mudah bisa kau bunuh begitu saja." Tantang sosok misterius itu.
Riyan yang sudah tidak tahan melihat keadaan Fara, ingin segera menyerang laki-laki itu. Tapi karena ada Fara di depannya, membuat Riyan mengurungkan niatnya karena takut terjadi apa-apa dengan Fara, kalau dia sampai bertindak. Pistol yang berada tepat di samping kepala Fara, menjadi ancaman terbesar Faris dan yang lainnya. Mereka tidak punya cela sedikitpun untuk melumpuhkan laki-laki itu.
Di saat semua orang sedang kebingungan mencari cara untuk keselamatan masing-masing, Anton malah bersuara menawarkan kerja sama dengan laki-laki bertopeng itu tepat di hadapan Faris, Riyan juga Reza. Entah apa tujuan Anton, tapi dengan enteng dia langsung mendekat ke arah laki-laki tersebut dan mulai berkata-kata.
"Apa kamu lupa sama aku?" Tanya Anton yang membuat laki-laki itu langsung memundurkan posisi berdirinya sambil berujar.
"Jangan lagi mendekat! Kalau tidak aku akan menghabisi nyawanya." Ancam laki-laki itu sambil melirik ke arah Anton.
__ADS_1
"Aku ke sini bukan untuk wanita itu. Tapi aku ingin bergabung denganmu demi putraku yang sudah beberapa bulan ada bersamamu." Tutur Anton yang membuat laki-laki itu seketika terdiam.
"Di mana putraku berada?" Tanya Anton.
Melihat sikap juga mendengar percakapan? Anton dengan laki-laki itu, Riyan mulai mengepalkan tangan menahan amarah yang hampir meledak. Tapi Reza dengan segera meraih lengannya setelah mendapat kode berupa kedipan mata dari Faris.
"Siapa namamu?" Tanya laki-laki itu kepada Anton.
"Hmmmm... Aku suka caramu. Tidak salah aku memilih orang sepertimu untuk menjadi rekanku. Putramu tetap aman selama kamu mau bekerja sama denganku." Ujar laki-laki itu tanpa menatap Anton.
"Aku akan melakukan apapun untuk membantumu. Tapi aku ingin kamu kasih tahu di mana putraku saat ini?" Tanya Anton.
"Ada di ponselku. Kamu bisa melihat foto putramu juga alamat orang yang sedang bersamanya. Tapi orang yang sedang menjaganya sama sekali tidak tahu masalah ini. Karena selama ini putramu tidak bersamaku. Aku menitipkan dia di salah satu panti asuhan. Karena aku sama sekali tidak punya waktu untuk merawat anak." Ujar laki-laki itu tanpa memalingkan pandangannya dari arah Faris.
__ADS_1
Riyan yang begitu kesal melihat sikap Anton juga keadaan Fara yang semakin tak berdaya, sampai meneteskan air saking kesal juga sedih melihat keadaan wanita cantiknya. Sedangkan Faris yang hanya mematung, sama sekali tidak menunjukkan reaksi apapun. Dan hal itu sangat membingungkan Riyan yang belum terlalu banyak pengalaman dalam hal seperti itu.
Laki-laki bertopeng itu terlihat semakin berani menantang Faris, Riyan dan Reza saat Anton sudah berada di sampingnya. Dengan begitu sombong, dia langsung melepaskan topeng penutup wajahnya, yang membuat Riyan juga Faris kaget bukan main.
"Deni..." Teriak Riyan dengan mata terbuka lebar saking kagetnya.
"Iya,, ini aku Deni. Kalian pasti kaget melihatku berdiri dalam keadaan utuh di depan kalian. Akulah Deni, dan laki-laki yang sudah kalian lenyap kan itu saudara kembar ku." Ujar Deni yang membuat Riyan dan Faris saling menatap satu sama lain tanpa bersuara.
Deni yang sudah di anggap meninggal oleh Riyan juga Faris hanya tersenyum melihat kebingungan Riyan, Faris, juga Reza. Saat mengetahui kenyataan kalau yang di bunuh Faris adalah saudara kembarnya. Dia begitu fokus dengan ketiga orang di depannya, sampai dia lupa dengan Anton yang ada di sampingnya. Di saat tidak ada yang perduli padanya, Anton dengan cepat langsung menarik Deni dan memeluknya keras dari arah belakang. Melihat kesempatan itu, Riyan dengan cepat segera menangkap Fara yang hampir saja tersungkur di lantai.
"Apa-apaan ini...? Kamu jangan coba-coba membohongiku." Teriak Deni dengan sangat keras. Karena begitu kaget dengan apa yang terjadi.
Tanpa menunggu lama Anton langsung menarik Deni menuju jalan raya, karena dia sudah bisa pastikan apa yang akan terjadi selanjutnya terhadap dia juga Denis. Dan dia sudah memikirkan semua resiko, yang harus dia tanggung atas semua perbuatannya. Walau semua yang dia lakukan hanya karena terpaksa demi keselamatan putranya.
__ADS_1