Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 58. Manusi Tak Punya Hati.


__ADS_3

Fara yang masih begitu polos, merasa sangat ketakutan dengan apa yang di lakukan oleh Riyan. Dia berusaha untuk melepaskan tangan Riyan dari mulutnya, namun Riyan malah menyandarkannya di diding sampai membuat dia tidak bisa untuk menggerakkan badannya. Tapi di saat Riyan hendak mengunci pintu kamarnya, Fara dengan segera langsung menggigit tangannya yang membuat dia berteriak sedikit kencang.


"Aaaaaa... Suara teriakan Riyan.


Tanpa mereka sadari, di saat itu ada seseorang yang sedang melewati kamar itu. Dan orang itu mendengar suara teriakan Riyan barusan. Untung saja Fara belum sempat membuka suaranya, jadi orang yang berada di luar kamar tidak mengetahui keberadaannya.


Tok..tok...tok..


"Riyan.. Kamu kenapa?" Suara Alfa yang membuat Riyan dan Fara langsung terkejut.


Fara begitu panik setelah menyadari keberadaan kakaknya di luar kamar Riyan. Saking paniknya, sampai dia hampir saja menarik gagang pintu untuk keluar dari kamar Riyan. Tapi dengan segera Riyan langsung menariknya, dan memegang gagang pintu itu dengan sangat kencang biar tidak bisa di buka oleh Alfa.


"Riyan.. Kamu tidak apa-apa kan?" Alfa kembali bersuara karena tidak mendapat jawaban dari dalam kamar.


"Iya Mas,, aku ngga apa-apa ko,, aku hanya terjepit pintu tadi." Jawab Riyan dengan begitu tenangnya, yang membuat Alfa langsung percaya.


"Ooo,,, aku pikir ada apaan? Kalau gitu aku ke kamar dulu ya,," Ujar Alfa.

__ADS_1


"Iya Mas." Jawab Riyan dari dalam kamar sambil terus memegang gagang pintu.


Merasa Alfa sudah tidak ada di luar, Fara yang takut keberadaannya di dalam kamar itu di ketahui orang, langsung bergegas ingin meninggalkan kamar Riyan. Tapi Riyan lagi-lagi menahannya. Dan itu membuat Fara merasa semakin khawatir juga panik.


"Lepaskan aku! Aku mau kembali ke kamarku." Ujar Fara sambil mencoba mendorong dada Riyan yang berdiri tepat di depannya.


"Kenapa buru-buru kembali ke kamarmu? Bukannya tadi kamu yang menolak untuk pergi?" Pertanyaan Riyan yang membuat Fara langsung terdiam dengan wajah yang mulai memerah karena merasa malu.


"Kenapa diam?" Tanya Riyan.


"Itu kan tadi, tapi sekarang aku mau kembali ke kamarku. Aku sudah sangat ngantuk, karena sejak tadi tidak bisa untuk tidur." Jawab Fara polos.


Mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Riyan, Fara seketika langsung salah tingkah dengan wajah yang semakin memerah saking malunya. Dia tidak bisa untuk berkata-kata karena apa yang di katakan oleh Riyan itu memang tidak salah. Tapi walaupun begitu, Fara tetap tidak ingin mengakuinya.


"Buat apa mikirin laki-laki nyebelin kaya kamu.." Ketus Fara tanpa menatap Riyan.


"Sifat aku yang nyebelin itulah yang membuat semua wanita yang melihatku, pasti tergila-gila." Jawaban Riyan yang membuat Fara seketika jadi kesal.

__ADS_1


"Ooo.. Jadi kamu bangga? Kalau di gilai banyak wanita? Dasar laki-laki gatal!" Ketus Fara dengan tatapan penuh kekesalan.


"Buat apa aku bangga dengan semua itu? Itu bukan satu penghargaan yang bisa aku banggakan." Jawab Riyan dan langsung berbalik membelakangi Fara.


"Laki-laki itu kan sering menyombongkan diri kalau di cintai banyak wanita." Ujar Fara sambil menatap Riyan yang sudah melangkah ke arah tempat tidurnya.


"Mungkin laki-laki lain. Kalau aku tidak pernah merasa bangga dengan semua itu, karena wanita buat aku bukanlah sesuatu yang penting." Jawaban Riyan yang membuat Fara begitu terkejut.


"Kalau buat kamu wanita ngga penting, buat apa kita harus menikah?" Tanya Fara kesal.


"Kamu sendiri juga tahu, kalau hubungan kita ini hanya karena kemauan orang tua." Jawaban Riyan yang begitu menusuk di dalam hati Fara.


"Maksud kamu kita menikah hanya karena orang tua?" Tanya Fara dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


"Ya memang seperti itu kan? Kita ini baru saja bertemu. Tidak mungkin cinta tumbuh dengan begitu cepatnya di dalam hatiku. Wanita yang aku pacari selama beberapa bulan, bahkan beberapa tahun saja belum tentu aku cintai. Apalagi kamu yang baru aku lihat beberapa hari ini."


Mendengar apa yang di katakan oleh Riyan, Fara dengan segera meninggalkan kamar itu tanpa berkata apa-apa. Hatinya begitu sakit mendengar apa yang di katakan oleh Riyan. Tanpa memikirkan perasaannya, Riyan dengan begitu tega mengatakan semua itu. Fara begitu hancur mengetahui kalau Riyan pernah memiliki wanita lain. Sementara dia selalu menjaga diri hanya demi perjodohan yang sudah di sepakati orang tua mereka.

__ADS_1


Sifat yang di miliki Riyan begitu sulit untuk di tebak. Dan sikapnya itu yang selalu menoreh luka di dalam hati setiap wanita yang jatuh cinta terhadapnya. Riyan seperti manusia yang tak punya hati. Dengan begitu mudahnya dia mengatakan di depan Fara calon istrinya, kalau wanita bukanlah hal penting di dalam hidupnya.


__ADS_2