Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 84. Bertemu Teman Lama.


__ADS_3

Sejenak Semi terdiam setelah mendengar penjelasan Riyan tentang pernikahannya yang baru di ketahui. Semi benar-benar bingung dengan apa yang ada di dalam pikirannya saat itu. Dia sangat tidak menyangka, Riyan yang begitu di puja banyak wanita cantik, mau menikahi wanita yang tidak dia cintai. Apalagi pernikahan mereka di dasari perjodohan dari orang tua. Dengan tatapan penuh rasa iba, Semi pun mulai berkata-kata di dalam hatinya karena merasa kasihan terhadap Riyan.


"Kasihan bangat Pak Riyan. Dia terpaksa menikah dengan sepupunya sendiri yang sama sekali tidak dia cintai, demi mengikuti kemauan orang tuanya. Dan aku yakin, wanita yang dia nikahi itu pasti tidak sempurna. Sehingga dia malu dan tidak ingin ada yang tahu tentang pernikahannya."


Semi memang orang yang sangat baik terhadap siapapun. Tutur katanya begitu sopan dengan orang-orang yang berada di sekelilingnya. Selain itu dia juga orang yang sangat jujur. Dan sikapnya itu yang membuat Riyan sangat betah bekerja dengannya. Tapi pikiran buruknya yang membuat dia selalu salah, dalam menilai orang tanpa tahu yang sebenarnya.


"Pak Riyan,, kalau dia memang tidak sempurna, mengapa Pak Riyan tetap mengikuti kemauan orang tua Bapak untuk menikahinya?" Tanya Semi yang membuat Riyan langsung menatapnya bingung.


"Sudahlah Semi. Percuma aku bicara panjang lebar denganmu. Nanti saja kamu akan mengetahui, semua tentang pernikahanku dengan berjalannya waktu." Jawab Riyan dan langsung melangkah menuju tempat tidurnya.


"Lalu kita tidak membicarakannya lagi?" Tanya Semi sambil mengikuti Riyan dari belakang.


"Tidak perlu. Tidak ada gunanya juga berbicara denganmu. Aku mau tidur. Dan kamu bisa pergi sekarang ke kamarmu." Ujar Riyan yang sudah berbaring di tempat tidurnya.


Semi yang merasa di usir dengan cara tidak terhormat, langsung melangkah keluar dari kamar Riyan dengan wajah datarnya, karena merasa kesal dengan sikap atasannya yang mudah berubah-ubah. Dan karena waktu sudah menunjukkan pukul 9:30 malam, Semi pun memilih untuk segera beristirahat.


Dua hari berlalu. Riyan yang sedang sibuk dengan segala urusan pekerjaannya, terlihat begitu bersemangat menjalankan aktifitasnya. Siang itu dia terlihat begitu gagah dengan kemeja putih di balut jas berwarna biru, yang sangat pas di badannya. Selesai rapat, Riyan tidak sengaja bertemu teman lamanya waktu baru masuk kuliah di Amerika. Teman Riyan itu bernama Alex. Dia berada di situ karena mengikuti seseorang yang juga seorang pengusaha.


"Riyan..." Panggil Alex yang berada di tengah-tengah para pengusaha yang baru saja keluar dari ruang pertemuan.

__ADS_1


"Alex.. Kamu ada di sini juga?" Tanya Riyan sambil menjulurkan tangannya ke arah Semi untuk bersalaman.


"Aku datang menemani Papa dari calon istriku yang cantik ini." Jawab Alex sambil merangkul seorang wanita yang ada di sampingnya.


"Ini teman kuliahku waktu di Amerika Kat. Tapi kita hanya satu tahun kuliah bersama. Karena selesai semester dua, aku langsung pindah ke sini." Ujar Alex kepada calon istrinya yang bernama Katrin.


"Kamu ngga betah di sana karena tidak tahan kan, berada jauh dariku?" Ujar Katrin menggoda Alex di depan Riyan.


Melihat canda sepasang sejoli di depannya, membuat Riyan tiba-tiba jadi teringat belahan jiwanya yang berada jauh darinya. Rasa rindu yang sudah sedikit terkendali, kembali menyiksa batinnya seketika. Dan di saat dia sedang termenung membayangi istri cantiknya, Katrin pun bersuara yang langsung mengagetkannya.


"Halo,,, aku Katrin. Calon istri Alex." Ujar wanita bertubuh kurus itu sambil menjulurkan tangannya untuk menyalami Riyan.


"Kamu di sini buat apa Yan?" Tanya Alex dengan tatapan mencari tahu.


Belum sempat Riyan menjawab pertanyaan Alex, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri mereka, dan memanggil Riyan dengan pujian atas apa yang di raih oleh Riyan. Dan itu membuat Alex juga Katrin jadi mematung dengan ekspresi penuh keheranan.


"Pak Riyan,, anda memang luar biasa. Masih muda seperti ini, sudah menjadi salah seorang pengusaha muda tersukses." Ujar laki-laki yang kira-kira berusia 55 tahun itu sambil menyalami Riyan.


"Apa..? Pengusaha tersukses Om?" Tanya Alex dengan tampang kaget, kepada laki-laki yang ternyata adalah Papanya Katrin.

__ADS_1


"Iya,,, Pak Riyan ini adalah salah satu pengusaha muda tersukses. Anak muda tu harus seperti ini. Punya masa depan yang jelas." Ujar Papanya Katrin yang terdengar seperti menyindir.


Sedangkan Katrin yang berdiri tepat di antara Alex dan Papanya, seketika jadi terdiam dengan tatapan yang aneh ke arah Riyan. Dari tatapan Katrin, terlihat jelas kalau dia sangat mengagumi semua yang di miliki laki-laki tampan di hadapannya itu. Dan tanpa dia sadari, rasa kagumnya itu telah menimbulkan perasaan yang aneh di dalam hatinya.


"Saya yakin, semua wanita akan sangat tergila-gila dengan pemuda seperti Pak Riyan. Apalagi Pak Riyan juga berasal dari keluarga konglomerat yang ada di Indonesia juga Malaysia." Tambah Papanya Katrin yang membuat Alex jadi malu pada dirinya sendiri.


"Pak Fero terlalu berlebihan memujiku. Aku merasa biasa saja." Ujar Riyan merendahkan diri, sambil menatap Pak Fero Papanya Katrin.



"Jangan berkata seperti itu Pak Riyan! Seluruh dunia tahu, siapa Pak Riyan ini." Ujar Pak Fero semakin memuji Riyan.


"Memangnya Pak Riyan ini siapa Pa?" Tanya Katrin dengan tatapan mencari tahu ke arah Papanya.


"Pak Riyan ini Putra dari Pak Reza, salah satu pengusaha sukses di Malaysia. Dan Ibu Melda yang berasal dari keluarga yang sangat di segani dalam dunia bisnis. Yang tidak lain adalah keluarga Permana. Keluarga terhebat dan tersukses di Indonesia." Jawab Pak Fero yang membuat Alex juga Katrin kaget.


Mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Papanya, Katrin yang begitu kaget langsung berpikir tentang khayalan, yang selalu menghiasi pikirannya sampai saat itu. Dengan tatapan yang terlihat aneh, Katrin mulai berkata-kata di dalam hatinya.


"Mengapa begitu terlambat aku bertemu dengan pria ini? Setelah pulang liburan dari Indonesia bersama Mama, aku selalu berkhayal bisa menjadi menantu dari keluarga konglomerat itu."

__ADS_1


Pak Fero memang berdarah Australia. Namun istrinya asli Indonesia. Dua tahun yang lalu, Katrin dan Mamanya memilih menghabiskan waktu libur selama dua minggu di Indonesia, bersama keluarga besar Mamanya. Dan saat berada di Indonesia, Katrin yang memang hobi menonton acara TV, begitu ingin menjadi anggota keluarga Permana, di saat melihat kehebatan dan kekuasaan mereka yang hampir setiap hari tayang di setiap acara TV. Namun semua itu hanya bisa dia jadikan sebagai hayalan penghibur hatinya. Dan di saat mengetahui Riyan adalah anggota dari keluarga Permana, dengan seketika dia langsung menginginkan Riyan tanpa memikirkan Alex yang ada di sampingnya.


__ADS_2