Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 177. Jebakan


__ADS_3

Fara yang baru selesai mandi, memilih untuk duduk di balkon kamar dengan hanya mengenakan jubah mandinya. Hari itu Fara terlihat begitu tidak bersemangat menjalani aktivitasnya seperti hari-hari biasanya. Mimpi buruk tentang Riyan benar-benar mengganggu pikirannya. Apalagi sore itu, cuaca begitu mendung menciptakan suasana sepi.


Bayangan akan mimpi itu selalu menghantui Fara bukan hanya di alam mimpi. Tapi juga di saat dia menatap gerimis yang mulai terlihat bagaikan salju yang beterbangan di luar sana. Karena tidak bisa menepis ketakutan yang semakin menjadi-jadi, Fara pun akhirnya berpikir untuk segera menyusul Riyan di kantornya.


"Aku harus ke kantor Mas Riyan sekarang juga. Aku tidak bisa hanya berdiam diri dengan pikiran yang meresahkan hatiku seperti ini." Fara berkata-kata sambil melangkah menuju lemari pakaiannya.


Dengan buru-buru Fara bersiap-siap dan setelah itu dia segera melangkah pergi menuju lantai bawah untuk menemui supir pribadinya.


"Pak,, tolong antar aku ke kantor Mas Riyan!" Seru Fara kepada supir pribadinya yang sedang mengobrol dengan salah seorang pembantunya.


"Baik Non." Jawab laki-laki yang kira-kira berusia 45 tahun itu.


Dalam perjalanan, Fara mencoba untuk menghubungi Riyan. Namun Riyan sama sekali tidak menjawab. Hal itu semakin membuat Fara tidak tenang membayangkan hal buruk seperti yang dia lihat di dalam mimpi. Apalagi di saat pikirannya tertuju kepada kariyawan wanita yang baru saja bekerja di kantor Riyan.


Hanya memakan waktu hampir setengah jam, Fara pun akhirnya tiba di depan kantor Riyan. Tanpa menunggu lama dia melangkah masuk dan buru-buru naik ke lantai atas menggunakan lift. Entah apa yang terjadi, tapi perasaan Fara semakin resah memikirkan suaminya.


Seorang istri selalu memiliki naluri yang kuat terhadap suaminya. Begitupun dengan Fara yang begitu gelisah walaupun sudah berada di dalam kantor Riyan. Sampainya di dekat ruang kerja Riyan, tidak sengaja Fara melihat Dena baru saja keluar dari ruangan Riyan dengan membawa sebuah gelas kosong. Di saat Fara ingin menghampiri Dena, tiba-tiba langkahnya tertahan karena di sapa oleh sekretaris Riyan.

__ADS_1


"Ibu Fara,, apa Ibu mau menemui Pak Riyan?" Tanya sekretaris Riya. dengan begitu sopan.


"Iya Mba." Jawab Fara sambil tersenyum menatap wanita di depannya itu.


"Pak Riyannya ada di dalam Bu. Silahkan Bu! Saya juga mau ke bawah dulu." Ujar sekretaris Riyan dan langsung melangkah pergi.


Dengan segera Fara pun kembali menatap ke arah ruangan Riyan untuk melihat keberadaan Dena. Tapi Dena sama sekali tidak terlihat di mana-mana. Akhirnya Fara pun segera melangkah menuju ruang kerja suaminya dengan tampang penuh ketegangan. Sampainya di depan pintu kerja suaminya, Fara kembali melihat ke sana ke mari. Dan karena tidak melihat keberadaan Dena, Fara segera masuk tanpa mengetuk pintu.


"Mas..." Teriak Fara di saat melihat Riyan sudah tersandar di kursi dengan tampang yang terlihat aneh.


"Sayang,, untung kamu cepat datang." Jawab Riyan dengan tatapan yang terlihat semakin mencurigakan.


"Aku hampir di jebak oleh wanita itu. Tapi aku tidak selemah itu. Dalam hati juga pikiranku, hanya ada kamu seorang." Jawab Riyan dan langsung menarik Fara untuk duduk di pangkuannya.


"Maksud kamu apa Mas..? Aku ngga ngerti.." Tanya Fara yang masih belum mengerti apa sebenarnya yang terjadi.


"Dia memberiku minuman yang membuatku jadi seperti ini. Dia juga memaksaku untuk masuk ke dalam sana. Tapi aku langsung mengusirnya dari sini. Karena aku selalu ingat dengan istri cantik ini." Jelas Riyan sambil meraba-raba wajah Fara.

__ADS_1


Mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Riyan, Fara pun mengerti niat busuk Dena yang tadi dia lihat keluar dari ruang kerja Riyan membawa satu gelas kosong. Ingin sekali Fara langsung melabrak wanita murahan itu, tapi dia ingin membuatnya sadar terlebih dulu. Kalau hanya dia yang Riyan inginkan. Tanpa memperdulikan tangan Riyan yang sudah mulai bereaksi ke mana-mana, Fara pun mulai berkata-kata di dalam hatinya dengan tampang penuh kemarahan.


"Kamu pikir semudah itu bisa merusak rumah tanggaku? Aku tidak akan biarkan itu wahai wanita jalang. Aku akan membuatmu sadar, kalau kamu tidak apa-apanya di bandingkan dengan aku. Terutama di depan suamiku."


Fara yang begitu marah dengan tindakan Dena, ingin memperlihatkan kepada wanita tidak tahu malu itu, kalau tidak ada wanita lain di dalam hati Riyan selain dirinya. Dan dia pun sudah pastikan, kalau Dena pasti akan kembali lagi.


Tanpa berpikir panjang, Fara langsung melepaskan seluruh pakaiannya di depan Riyan yang sudah seperti predator kelaparan. Kemudian beranjak naik di atas meja kerja Riyan sambil mengangkat kedua kakinya. Melihat pemandangan indah di depannya, Riyan pun langsung terpana sambil tersenyum tanpa bersuara.


Tanpa menunggu lama, Riyan langsung melahap santapan lezat di depannya tanpa ada rasa puas ataupun bosan. Dan di saat permainan sedang berlangsung, terdengar suara pintu yang membuat Fara langsung tersenyum sinis sambil mengeluarkan suara seksi menikmati keadaan.


Keterkejutan Dena benar-benar luar biasa di saat melihat kejadian tak terduga di depannya. Dengan begitu kecewa, Dena langsung mengepal tangannya dengan tatapan tajam ke arah kedua orang yang sedang mempertunjukkan sesuatu yang tidak pantas untuk di lihat orang.


Karena tidak tahan melihat semuanya, Dena segera menarik pintu perlahan, dan melangkah pergi sambil menahan emosi yang begitu membara karena merasa gagal dalam menjalankan misinya. Ternyata Dena sudah memiliki rencana untuk menjadikan Riyan tersangka atas kehamilannya yang baru memasuki dua bulan. Selain itu, dia juga ingin menguasai harta Riyan, apabila semua rencananya berjalan mulus.


Fara yang sudah di bawah pengaruh permainan yang sedang berlangsung, masih bisa berpikir jernih. Dia juga menyadari kedatangan juga kepergian Dena dari kaca jendela yang ada di belakang Riyan. Dengan segera, Fara pun turun dari meja kerja Riyan, dan mengajak Riyan untuk masuk ke dalam sebuah ruangan yang terdapat di dalam ruang kerja Riyan.


Hampir setengah jam berada di dalam ruangan itu, Riyan pun akhirnya tumbang di samping Fara karena sudah mencapai puncak permainannya. Sedangkan Fara yang hanya terdiam sambil menatap Riyan, hanya tersenyum dengan mata yang mulai berkaca-kaca sambil bergumam di dalam hatinya.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu Mas. Dan aku tidak akan pernah membiarkan wanita lain mendekatimu. Apalagi memilikimu."


Fara yang begitu bersyukur karena bisa menyelamatkan suaminya, langsung meneteskan air mata kebahagiaan. Dia semakin yakin, kalau Riyan memang jodoh yang sudah di titipkan Tuhan untuknya. Karena tanpa dia sadari, dia telah di berikan petunjuk melewati mimpi. Dan karena mimpi itulah sampai dia bisa menggagalkan rencana busuk wanita jalang yang tidak tahu malu itu.


__ADS_2