Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 115. Hasrat Di Siang Hari.


__ADS_3

Dinginnya seorang laki-laki bukan berarti dia tidak punya hati. Tapi cara mereka menunjukan rasa sayang yang sering salah terhadap pasangan. Apalagi pasangan yang banyak mau seperti Fara. Mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Riyan, Fara tiba-tiba jadi berekspresi aneh. Melihat ekspresi istrinya yang sudah seperti kucing kelaparan, membuat Riyan seketika jadi bingung dan memilih untuk bertanya.


"Ada apa? Apa perutmu masih sakit?" Tanya Riyan sambil mengusap-usap kepala Fara, yang sudah cemberut di depan meja makan dengan penuh perhatian.


"Hati aku yang lebih sakit dari pada perutku." Jawab Fara yang membuat kedua pembantunya, langsung tersenyum sambil melirik satu sama lain.


"Loh memangnya kenapa?" Tanya Riyan bingung.


"Kamu berubah karena terpaksa kan? Hanya karena tidak ingin mencoreng nama baik keluarga, sampai kamu harus berubah." Jawaban Fara yang membuat Riyan langsung mengusap wajahnya kasar, sambil menarik nafas panjang tanpa bersuara.


"Iya kan Mas..? Ko kamu tega sih mengatakan semua itu depan aku..?" Tanya Fara sambil menatap Riyan yang masih berdiri di sampingnya.


"Iya,, aku memang terpaksa harus berubah. Tapi kamu mau tahu apa yang membuatku seperti itu? Itu karena cinta. Rasa cintaku padamu yang membuatku terpaksa berubah." Jawab Riyan yang membuat Fara langsung tersenyum, dan segera mengecup bibirnya tiba-tiba, tanpa ada rasa malu kepada kedua pembantunya yang masih ada di situ.


"Akhirnya kamu mengakuinya juga. Aku bahagia bangat mendengar semua itu." Ujar Fara dengan tingkahnya yang begitu centil, setelah mengecup bibir seksi suaminya.


Melihat apa yang di lakukan oleh Fara, kedua Bibi yang masih berada di belakang mereka langsung kaget, dan memilih untuk pergi tanpa bersuara. Sedangkan Riyan yang begitu malu atas tindakan istrinya, hanya terdiam dengan kepala yang tertunduk tanpa bisa berucap satu katapun. Sifat Riyan yang begitu pemalu, selalu membuatnya tidak berkutik dengan sifat istrinya yang luar biasa centil.


"Mas,, kamu kenapa sih?" Tanya Fara bingung.


"Fara,, kamu tu kelewat centil tahu ngga?" Ujar Riyan dengan wajah yang sangat memerah saking malunya, dengan apa yang baru saja di lakukan oleh Fara.

__ADS_1


"Maksud Mas apa berkata seperti itu?" Tanya Fara berpura-pura bodoh sambil meletakkan kepalanya di atas meja. Padahal dia sendiri sudah menyadari situasi suaminya. Setelah melihat kedua pembantunya yang tiba-tiba pergi tanpa berkata-kata.


"Kamu jadi wanita sangat berani. Di depan orang kamu bisa mengecup bibirku seperti itu." Jawaban Riyan yang membuat Fara langsung tersenyum sambil menatapnya.



"Dasar ganjen.." Ujar Riyan sambil berdiri dan hendak melangkah pergi. Tapi Fara kembali merengek yang membuat dia kembali berbalik menatap istri cantiknya itu.


"Mas... Gendong dong,,! Aku kan lagi sakit." Rengek Fara sambil menarik-narik ujung kemeja suaminya.


Tanpa berkata-kata, Riyan pun menuruti permintaan istrinya yang memang terlihat masih sangat pucat, karena menahan sakit sejak tadi. Rasa cinta yang sudah menguasai relung hati laki-laki dingin itu, membuatnya tidak dapat menolak apa yang di inginkan istrinya. Apalagi di saat keadaan Fara yang lagi sakit seperti itu.


"Memangnya kenapa Mas? Aku kan mahasiswi baru, masa di hari pertama kuliah aku sudah tidak hadir?" Tanya Fara sambil meraba-raba dada bidang Riyan.


"Kamu kan masih sakit. Kalau sudah sembuh baru kamu masuk kuliah." Jawab Riyan.


"Ngga mau Mas. Aku harus tetap ke Kampus." Ujar Fara sambil terus meraba dada Riyan.


Apa yang di lakukan Fara benar-benar membuat Riyan tidak dapat berkonsentrasi. Nalurinya seketika mulai terpancing dengan sentuhan tangan istrinya yang begitu lembut. Tapi dia tetap berusaha untuk menahan dirinya, karena situasi tidak memungkinkan untuk dia mengikuti hasratnya, yang sudah mulai menuntut.


"Fara,, lepaskan tanganmu!" Ujar Riyan dengan raut wajah yang terlihat sudah mulai aneh.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih Mas? Aku kan hanya ingin membelai mu." Jawab Fara dengan tatapan genitnya.


"Aku tidak suka caramu yang kelewat genit di depan umum." Jawab Riyan datar, sambil terus melangkah memasuki lift.


Sampainya di dalam lift, Riyan langsung menurunkan Fara dari gendongannya. Tapi Fara yang tidak mau berhenti menggoda suaminya, segera menarik kerah baju Riyan dan kembali mengecup bibir Riyan, sambil meraba-raba daerah terlarang suaminya, yang sudah mulai menonjol di bawah sana. Tanpa menunggu lama, Riyan yang sejak tadi sudah tidak sanggup menahan hasrat yang menuntut, segera menyandarkan Fara ke dinding, dan menyerangnya dengan ciuman yang membabi buta. Kerakusan Riyan itu, membuat Fara hampir tidak bisa bernafas. Tapi Fara pun tidak hanya tinggal diam. Dia berusaha untuk mengimbangi permainan suaminya yang sudah di luar kendali.


"Ayo kita ke kamar." Ujar Riyan dengan nafas yang sudah sangat memburu, tepat di depan wajah Fara yang hanya menatapnya, dengan tatapan yang membuat Riyan semakin lemah.


Setelah pintu lift terbuka, Riyan langsung menggendong tubuh Fara dan melangkah buru-buru menuju kamar mereka. Dan sampainya di dalam kamar, Riyan menendang pintu kamar, kemudian membawa Fara menuju tempat tidur. Fara yang mengerti keadaan suaminya saat itu, segera melepaskan pakaiannya, kemudian terlentang dengan pasrah tanpa sehelai benangpun di atas tempat tidur, sambil menatap Riyan yang sedang melepaskan pakaiannya satu persatu.


Riyan melepaskan pakaiannya sambil menatap Fara dari ujung rambut sampai ujung kaki tanpa berkedip sama sekali. Tatapan Riyan sangat menunjukan betapa dia sangat tergoda dengan pemandangan indah di depannya itu. Dengan perlahan-lahan, Riyan beranjak naik ke atas tempat tidur, dan langsung menenggelamkan wajahnya ke bagian kedua bukit yang begitu menantang didepannya. Riyan yang begitu kaku dan dingin di depan banyak orang, sangat brutal di saat berada di atas ranjang.


Permainan Riyan yang mulai turun menyusuri jalan menuju kenikmatan, membuat Fara semakin terhanyut dalam hasrat yang sudah memuncak. Desahan demi desahan yang keluar dari mulut Fara, menandakan betapa nikmatnya permainan Riyan di bawah sana. Tanpa ada rasa geli ataupun bosan, Riyan menyapu bersih semua cairan yang ada di bagian inti dari keindahan tubuh istrinya, tanpa mau berhenti walau hanya sesaat.


Dengan pemikiran yang sudah semakin liar, Fara berusaha menekan kepala Riyan yang sedang menggila di bawah sana, sambil terus mendesah. Dan tidak berapa lama, tiba-tiba Fara pun berteriak begitu keras, dengan sekujur tubuh gemetar seperti tersetrum listrik. Tanpa mengangkat kepalanya, Riyan yang sudah menyadari apa yang terjadi, langsung menyedot semua cairan yang sudah tumpah sambil mengangkat kedua kaki jenjang Fara, yang membuat keadaan di bawah Fara terlihat begitu jelas dan menggoda.


Setelah permainan itu di akhiri, Riyan pun langsung bangkit dan menarik kedua kaki istrinya ke tepi ranjang. Dan tanpa berlama-lama, dia langsung mengarahkan senjatanya ke sasarannya, dengan posisi berdiri di tepi ranjang. Tepat di depan Fara yang terbaring lemas dengan tatapan mata yang sangat menuntut.


Mereka berdua bertempur di siang itu dengan penuh hasrat yang menggila. Rasa nyeri di perut Fara kini telah berpindah, di bagian bawah perutnya juga bagian v yang sudah di porak-porandakan oleh Riyan, yang sudah terlihat seperti orang yang kerasukan setan.


#Jangan lupa baca karya aku yang lainnya juga. Biar aku semakin semangat dalam mengarang. Hari ini aku up dua bab novelku yang judulnya: Jodoh Yang Tak Di Sangka. Dan rencananya aku mau up dua bab novel yang ini juga.

__ADS_1


__ADS_2