
Tanpa sepengetahuan Aleta dan lainnya, Faris sudah bergerak untuk menyelidiki penyebab kecelakaan Riyan. Sebelum Fara mengatakan apa yang di beritahukan Dr yang menangani Riyan, Faris sudah berpikir kalau kecelakaan yang Riyan Alami tidak masuk akal. Karena saat itu Riyan melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Juga tidak ada kendaraan lain yang menghalangi jalan mobilnya. Semua itu sudah Faris selidiki melalui rekaman cctv yang ada di jalan tempat terjadinya kecelakaan.
Faris yang selalu tidak tenang hanya menunggu kabar dari orang suruhannya, langsung turun tangan ikut mencari keganjalan yang terjadi pada Riyan di malam itu. Di saat semuanya sedang berkumpul di dalam ruang rawat Riyan, Faris sudah berada di dalam ruangan Dr yang menangani menantu sekaligus keponakannya itu. Dia menanyakan semua yang ingin dia tanyakan kepada Dr itu.
"Apa yang anda temui saat pemeriksaan darah putra saya Dok?" Tanya Faris dengan tampang serius.
"Putra anda? Bukannya Riyan itu menantu anda ya Pak?" Tanya Dr itu bingung.
"Selain menantu, dia itu putra dari adik perempuan saya. Jadi dia sudah saya anggap sebagai putra saya sendiri." Jawab Riyan dengan tatapan tanpa ekspresi.
"Ooo begitu ya Pak? Begini Pak. Saya menemukan ada sesuatu di dalam darah putra Bapak. Dan itu bukan alkohol. Tapi kandungan obat perangsang." Jawab Dr itu.
"Tapi kecelakaannya itu, bukan hanya karena pengaruh obat itu. Tapi juga ada yang sengaja ingin mencelakainya, dengan cara menabraknya dari arah belakang. Dan hal itulah yang membuat dia langsung hilang kendali." Ujar Faris yang membuat Dr itu langsung terdiam dengan tampang kebingungan.
__ADS_1
"Dari mana Pak Faris bisa mengetahuinya? Padahal polisi saja baru menyelidiki kasus ini." Tanya Dr yang sedang berhadapan dengan Faris, karena merasa aneh dengan apa yang di ketahui oleh Faris.
"Itu bukan hal yang sulit buat saya. Secerdas apapun mereka menutupi kejahatan mereka, akan saya ketahui dengan mudah." Jawab Faris dengan senyum sinis nya.
"Ya sudah,, kalau gitu aku pergi dulu ya Pak. Jangan bilang kepada siapapun kalau saya menanyakan hal ini! Termasuk keluarga saya." Ujar Faris dan langsung melangkah keluar dari ruangan Dr yang menangani Riyan.
Dengan segera Faris langsung buru-buru melangkah menuju ruang rawat Riyan, karena dia khawatir di cari istrinya atau anak-anaknya. Tapi tiba-tiba langkahnya seketika tertahan, di saat matanya tertuju pada satu orang wanita dengan satu orang laki-laki yang begitu mencurigakan. Tapi kemudian dia kembali melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan kedua orang, yang berjalan di depannya itu. Karena dia tidak ingin mereka mencurigainya. Dan tanpa sadar, kedua orang itu menanyakan keberadaan seseorang yang membuat Faris langsung menatap ke arah mereka, dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"Di mana Riyan di rawat?" Tanya wanita yang melangkah di hadapan Faris bersama seorang laki-laki yang sedang menemaninya.
"Kamu kan yang sudah menabraknya. Semustinya kamu tahu di mana dia di rawat." Ujar wanita di depan Faris, yang ternyata adalah Rena. Dan laki-laki yang sedang bersamanya itu adalah Deni.
"Aku tidak punya urusan di mana dia mau di rawat. Karena aku berharap dia langsung mati di tempat kecelakaan itu." Ujar Deni penuh kekesalan.
__ADS_1
"Kamu jangan sembarang kalau ngomong. Aku mendukung semua rencana mu itu, demi memiliki Riyan. Tapi kalau kamu berniat ingin menghilangkan nyawanya, aku juga tidak akan segan-segan untuk menghabisi Fara." Ujar Rena tanpa menyadari monster di belakang mereka.
"Ayo ikut saya..!" Faris yang begitu marah mendengar obrolan Rena dan Deni, langsung menyeret mereka menuju sebuah lorong yang tidak pernah di lewati orang di saat malam hari. Karena itu adalah lorong menuju kamar mayat.
"Siapa kamu..?" Suara Deni yang seketika terhenti karena mulutnya langsung di tutup oleh salah seorang anak buah Faris, yang sejak tadi berjaga-jaga di sekitar RS.
"Siapa mereka Pak Bos?" Tanya anak buah Faris itu.
"Mereka adalah orang-orang yang kita cari sejak siang tadi." Jawab Faris yang membuat Deni langsung terdiam dengan ekspresi penuh ketakutan.
"Bawa mereka ke dalam mobil!" Ujar Faris kepada beberapa anak buahnya yang sudah bermunculan. Setelah berada di lorong gelap menuju kamar mayat.
Mendengar suara yang masih dia kenali sampai saat itu, Deni langsung berpikir untuk melarikan diri sebelum ada yang mengenalinya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya nanti, kalau sampai orang yang di panggil dengan sebutan Pak Bos itu mengetahui siapa dia. Namun dia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Ekspresi wajah Deni yang terlihat sangat ketakutan, seketika membuat Rena jadi bingung. Rena benar-benar bingung dengan laki-laki seperti Deni yang langsung ketakutan tanpa ada usaha perlawanan. Rena yang tidak bisa bersuara karena mulutnya sudah tertutup, hanya bisa menatap Deni dengan tampang kebingungan bercampur kesal. Rena sangat kesal melihat sikap Deni yang tidak menunjukan sikap seorang pelindung sebagai laki-laki sejati.