
Cobaan yang selalu datang silih berganti dalam rumah tangga Riyan dan Fara, membuat mereka semakin saling mencintai juga berjanji untuk selalu menjaga perasaan satu sama lain. Fara yang ingin membahagiakan suami juga keluarga besarnya, semakin bersemangat untuk memiliki momongan. Dan keputusannya itu sangat di dukung penuh oleh Riyan.
Apa yang di lakukan Dena terhadap Riyan, sama sekali tidak di ketahui oleh keluarga besar mereka. Riyan dan Fara memutuskan untuk menyimpan rapat, kejahatan yang sudah di lakukan oleh Dena. Terutama Fara yang sudah sangat mengenal sikap Papanya.
Fara tidak ingin apa yang terjadi terhadap Deni dan Rena juga di alami oleh Dena. Dan setelah kejadian itu, Dena langsung di pecat secara tidak terhormat oleh Riyan, tanpa ada kariyawan lain yang mengetahui alasannya. Dan Dena pun tidak bisa membela diri, saat semua bukti di tunjukan oleh Fara hari itu juga.
Dena yang sudah tidak bisa untuk membela diri setelah Fara menunjukkan semua bukti, terpaksa harus meninggalkan perusahaan Riyan. Sebelum meninggalkan kantor Riyan, Dena sempat di peringatkan oleh Fara. Dan hal itu benar-benar membuat Dena mengurungkan niatnya, untuk membalas dendam atas kematian saudaranya. Juga melupakan niatnya untuk memiliki Riyan.
"Mengapa kamu langsung menyerah begitu saja? Apa yang kamu takutkan Dena?" Tanya seorang laki-laki yang kira-kira berusia 55 tahun, kepada Dena setelah mendengar penjelasan Dena.
"Aku tidak ingin bernasib sama seperti Mas Deni Pa." Jawab Dena dengan tampang penuh ketakutan.
"Sebenarnya apa yang terjadi Dena? Kalau memang benar pembunuhan Deni di lakukan oleh anggota keluarga Permana, aku akan melaporkan semua itu ke pihak yang berwajib saat ini juga. Biar mereka bisa di hukum atas kejahatan yang sudah mereka lakukan.
__ADS_1
"Pa,, Papa tahu kan Faris Permana?" Tanya Dena kepada laki-laki yang ternyata adalah Ayahnya juga Deni.
"Aku tahu. Dia adalah orang yang telah membuat kita terusir dari negara kita sendiri." Jawab Dirga Ayahnya Dena.
"Pa,, tidak mudah warga negara di usir dari negaranya kalau tidak di atur oleh orang yang berpengaruh. Semua yang terjadi terhadap Mas Deni, adalah perbuatan salah seorang dari anggota keluarga Permana." Ujar Dena yang membuat Dirga juga Istrinya terkejut.
"Apa...? Kalau memang seperti itu, kita tidak bisa tinggal diam, dengan semua yang sudah di lakukan oleh keluarga Permana terhadap putra kita Pa!" Sambung Melia Ibunya Dena dan Deni.
"Aku tahu keluarga Permana adalah orang yang sangat berpengaruh. Semua itu karena kekayaan dan kesuksesan mereka turun-temurun. Tapi bukan berarti mereka bisa menghilangkan nyawa orang begitu saja." Dirga yang belum tahu kesadisan Faris, tetap berusaha mencari celah kesalahan Faris.
"Pa,, tidak ada seorangpun yang berani menantang Faris Permana. Dan tidak ada yang bisa melumpuhkan dia dengan alasan apapun. Karena yang berani melakukan semua itu, akan bernasib sama dengan Mas Deni." Jelas Dena yang membuat Dirga langsung terdiam.
"Jadi maksud kamu, Faris yang sudah membunuh Deni..?" Tanya Melia dengan tatapan serius ke arah putrinya.
__ADS_1
"Iya Ma,, semua kekejaman Faris Permana, bukan tanpa alasan. Mas Deni sudah sangat nekat mengusik ketenangan keluarga Permana berulang-ulang. Jadi itulah yang dia dapatkan.
"Maksud kamu apa berkata seperti itu?" Tanya Deni dan Melia istrinya secara bersamaan dengan tampang kagetnya.
"Mas Deni dan temannya yang bernama Rena, sudah berencana untuk merusak rumah tangga Putri Faris Permana dengan suaminya yang tidak lain keponakan Faris sendiri. Dan kecelakaan keponakan Faris di malam itu, juga rencana mereka." Jelas Dena.
"Dari mana kamu mengetahui semua itu?" Tanya Dirga dengan tatapan mencari tahu.
"Aku sudah melihat semua bukti rencana jahat Mas Deni dari Putri Faris. Dan aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama dengan Mas Deni. Aku tidak ingin meninggalkan Mana dan Papa seperti Mas Deni." Ujar Dena yang membuat kedua orang tuanya langsung terdiam.
Ketakutan Dena seketika membuatnya sadar atas kesalahan yang sudah dia ambil, sebelum mengetahui siapa sebenarnya Faris Permana. Riwayat kekejaman Faris berhasil menggagalkan niat jahat Dena, terhadap Fara dan Riyan. Apalagi setelah kepergian Deni, hanya dialah satu-satunya anak dari kedua orang tuanya.
Dirga juga Istrinya yang tidak bisa menerima kematian putra mereka satu-satunya, terpaksa harus menerima kenyataan yang sudah terjadi. Apalagi setelah mengetahui semua yang sudah di rencanakan Deni bersama Rena.
__ADS_1
Keputusan yang di ambil Fara untuk mengatasi rencana jahat Dena sungguh luar biasa. Tanpa bertindak dia bisa membuat Dena ketakutan, dan pergi tanpa bisa melawan ataupun membela diri. Selain memiliki kecantikan yang sempurna, Fara juga memiliki hati yang mulia. Dia lebih memikirkan keselamatan Dena, dari pada niat jahat yang sudah di lakukan Dena untuk menghancurkan rumah tangganya.
Fara benar-benar bahagia setelah bisa menemukan jalan yang tepat untuk mengatasi niat buruk Dena, tanpa ada yang di korbankan. Semua yang dia lakukan itu demi keluarganya, yang tidak ingin melihat kekejaman Papanya dalam menghabisi nyawa orang. Terutama Aleta Mamanya, yang selalu meneteskan air mata setiap kali ada yang terbunuh oleh Papanya.