
Apa yang di katakan Aurelia seketika membuat Riyan panik dan semakin khawatir memikirkan Fara. Sampai-sampai bibirnya teras begitu kaku untuk berkata-kata. Siapapun laki-laki yang berada di posisi Riyan, pasti akan kebingungan dalam situasi seperti itu. Apalagi Riyan sudah sangat mengenali sifat Omnya, yang tidak lain adalah Papa mertuanya sendiri.
("Halo Yan.. Kamu dengar kan apa yang aku katakan..?" Tanya Aurel karena Riyan sudah tidak bersuara.)
("Iya Rel, aku dengar. Rel,, aku minta tolong kamu antar aku ke apartemennya teman adikmu itu ya..!" Jawab Riyan yang membuat Aurelia jadi semakin bingung.)
("Rel,, kamu dengar kan..?" Tanya Riyan karena Aurel sama sekali tidak menjawab.)
("Iya aku dengar. Nanti kamu jemput aku ya..!" Jawab Aurel.)
("Oke,, kamu tunggu saja di depan jalan nanti aku jemput." Ujar Riyan dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.)
Aurelia yang sudah lama mengenal sosok laki-laki dingin dan kaku itu, begitu bingung dengan semua yang terjadi. Karena setahu dia, Riyan tidak pernah bersikap seperti itu hanya karena masalah wanita. Tapi dia juga tidak bisa untuk bertanya banyak. Karena dia tahu Riyan tidak akan menjawabnya.
Dalam perjalanan menuju tempat tinggal Aurel, Riyan mengemudikan mobilnya sambil terus berusaha menghubungi Fara berulang-ulang. Tapi tetap tidak terjawab. Riyan begitu khawatir memikirkan Fara yang akan kembali ke Indonesia tanpa dirinya. Dengan tatapan lurus ke depan, Riyan mulai berkata-kata sendirian.
"Fara,, apa yang kamu lakukan..? Mengapa kamu bisa mengambil keputusan seperti ini..? Apa kamu mau aku celaka dengan kemarahan Papa kamu..?" Riyan berkata-kata sambil sesekali menggelengkan kepalanya.
Di seperdua malam yang begitu sepi, Fara masih tetap berada di balkon kamar apartemen sendirian, memikirkan apa yang dia saksikan tadi dengan mata kepalanya sendiri. Hatinya begitu sakit melihat suaminya di peluk wanita lain dengan begitu erat. Apalagi Riyan yang selalu bersikap dingin padanya, terlihat sangat tenang menerima perlakuan wanita itu.
"Kamu jahat Mas.. Kamu telah menyakiti aku. Saat denganku kamu selalu bersikap dingin. Tapi dengan wanita itu, kamu terlihat begitu hangat dan nyaman di dalam pelukannya." Fara berkata-kata sendirian, dengan air mata yang bercucuran membasahi wajah cantiknya.
Aurelia yang tidak tahu dengan masalah Riyan, memilih untuk menghubungi beberapa temannya untuk memberitahukan apa yang terjadi dengan Riyan. Dan semua teman-teman yang dia hubungi termasuk Rena, memutuskan untuk menyusul mereka ke alamat yang di kirim Aurelia. Yang tidak lain apartemen tempat tinggal Anita sahabat Prisil.
__ADS_1
"Rel,, ayo naik..!" Ujar Riyan setelah mobilnya berhenti tepat di samping Aurelia, yang sedang menunggunya sejak beberapa menit yang lalu.
Tanpa menunggu lama, Riyan langsung melajukan mobilnya menuju alamat yang di berikan Aurelia. Melihat tampang Riyan yang sangat panik, membuat Aurelia semakin penasaran dan ingin kembali bertanya. Tapi dia merasa ragu karena tidak ingin mengganggu konsentrasi Riyan, yang sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Dalam perjalanan, tidak ada pembicaraan di antara mereka. Riyan yang sudah tidak sabar ingin bertemu Fara, hanya fokus mengemudi. Tanpa menghiraukan Aurel yang hanya membisu di sampingnya, dengan tampang kebingungan. Dan tidak lama, akhirnya mereka pun sampai di depan gedung apartemen yang terlihat begitu tinggi.
"Di sini alamatnya kan..?" Tanya Riyan setelah menepikan mobilnya di depan gedung apartemen itu.
"Iya,, di apartemen ini mereka menginap." Jawab Aurel.
Tanpa menunggu lama, Riyan segera keluar dari mobilnya dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat panik. Melihat Riyan sudah berada di luar mobil, Aurelia pun langsung buru-buru keluar, dan memutar menghampiri Riyan sambil menatap ke sana kemari. Mencari keberadaan beberapa temannya yang tadi dia hubungi.
"Ayo Rel..! Antar aku ke kamar teman adikmu itu!" Ujar Riyan sambil terus berusaha menghubungi nomor Fara.
"Tunggu dulu Yan! Lebih baik aku menghubungi Adiku biar mereka turun ke sini. Karena kita tidak akan di izinkan masuk di waktu seperti ini." Jawab Aurelia sambil menatap Riyan yang terlihat semakin tidak tenang.
("Tolong kamu turun sama teman-teman kamu sekarang. Kakak ada di bawah." Jawab Aurelia.)
("Apa.. di bawah..? Maksudnya di bawah apartemen Anita..?" Tanya Prisil kaget, yang membuat Anita dan Klara seketika terbangun.)
("iya,, cepat turun ya..! Ada hal penting yang mau kakak kasih tahu sama kalian." Jawab Aurelia.)
("Iya kak,, kita segara turun sekarang juga." Jawab Prisil dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.)
__ADS_1
"Ada apa Sil..?" Tanya Fara yang baru saja muncul dari arah balkon.
"Ada kakak aku di bawah. Dia minta kita turun sekarang juga. Katanya ada hal penting yang ingin dia sampaikan." Jawab Prisil.
"Ayo kita turun sekarang. Aku takut ada apa-apa." Sambung Anita yang terlihat mulai panik.
"Ayo kita turun dulu..!" Sambung Cleo yang juga menginap di situ.
Dengan segera mereka langsung buru-buru keluar dari kamar, dan melangkah menuju lift untuk turun ke lantai bawah. Sedangkan di bawah sana, Riyan yang sedang bersandar di samping mobilnya sudah terlihat sedikit tenang. Setelah mengetahui kalau Fara dan teman-temannya masih berada di apartemen itu. Dan Aurelia yang masih kebingungan dengan sikap Riyan, hanya terdiam sambil bertanya-tanya di dalam hatinya.
"Sebenarnya apa masalah Riyan sama wanita itu? Wanita yang dia cintai itu kan Rena, tapi kenapa teman Prisil yang dia cari di waktu seperti ini?"
Aurelia bertanya-tanya di dalam hatinya sambil sesekali melirik Riyan, yang tidak melepaskan pandangannya dari arah pintu keluar apartemen. Apalagi dari raut wajah Riyan, terlihat begitu jelas ada masalah yang sedang dia pikirkan. Tapi itulah yang semakin membingungkan buat Aurelia.
Fara yang sedikit bingung dengan kedatangan kakak Prisil, hanya terdiam sambil melangkah mengikuti ketiga temannya keluar dari lift. Tapi setelah keluar dari pintu apartemen, langkahnya seketika terhenti di saat melihat suaminya, sedang berdiri di samping mobil bersama Aurelia kakaknya Prisil.
"Ra,, Ayo..!" Anita berujar sambil menarik tangan Fara yang sudah mematung di depan pintu apartemen.
Melihat keberadaan suaminya, membuat Fara ingin kembali masuk ke dalam apartemen Anita karena begitu kecewa, dengan apa yang sudah di lakukan oleh Riyan siang tadi. Tapi belum sempat dia menggerakkan kakinya, Anita sudah menariknya melangkah menuju Riyan juga Aurelia kakak senior mereka.
"Ko ada kak Riyan..? Ngapain mereka datang ke sini di jam seperti ini..?" Tanya Cleo yang begitu kaget melihat keberadaan Riyan.
"Jangan-jangan kak Riyan itu pacaran sama kakaknya Prisil." Sambut Anita yang juga kaget melihat Riyan.
__ADS_1
"Sembarangan kamu ini.. Kakak aku tu sudah punya cowok. Dan itu bukan kak Riyan." Sambung Prisil.
Di saat teman-temannya lagi bingung melihat keberadaan laki-laki tampan, yang menjadi idola cewek-cewek di Kampus mereka, Fara malah hanya terdiam dengan tampang yang sangat datar menatap ke arah Riyan. Sedangkan orang yang di tatap oleh Fara juga teman-temannya, hanya mematung dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan.