
Genggaman tangan antara Riyan dan Fara yang sedang duduk bersebelahan di dalam mobil, dalam perjalanan pulang menuju hotel tidak sedikitpun terlepas. Senyum yang terpancar dari raut wajah jelita itu, menunjukan betapa bahagianya dia, setelah bertemu dengan orang yang sangat dia rindukan selama beberapa hari berlalu.
Batin Fara yang pernah tergoncang karena hati terpatahkan oleh belenggu cinta yang begitu menyiksa. Kini telah di selimuti kebahagiaan yang tidak bisa di gambarkan. Sedangkan Riyan yang hanya tediam sejak tadi, hanya menatap Fara dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Tatapan Riyan yang begitu tajam menimbulkan sedikit rasa malu di dalam benak Fara. Dan karena tidak tahan dengan binar mata laki-laki dinginnya, Fara langsung menyandarkan kepalanya di pundak Riyan kemudian bertanya.
"Mas,, kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh dari wajahku?" Tanya Fara tanpa menatap Riyan yang sama sekali tidak berkedip.
"Tidak ada apa-apa." Jawab Riyan sambil mengarahkan pandangannya lurus ke depan tanpa ekspresi.
Mendengar jawaban Riyan, Semi yang sedang duduk bersama supir yang mengendarai mobil, hanya bisa tersenyum sambil bersuara di dalam hatinya.
"Pak Riyan,, Pak Riyan. Dia manusia apa tembok sih? Di depan istri yang begitu luar biasa cantik. Dia tetap pada sikap bekunya itu. Apa dia ngga bisa sedikit manis lagi?"
Semi merasa bingung juga lucu dengan sikap Riyan yang luar biasa dingin bahkan terhadap istrinya sendiri. Bagi Semi, laki-laki manapun pasti akan menyanjung wanita secantik Fara. Namun dia yang sudah lama mengenal Riyan, juga merasa sangat bangga dengan Riyan yang tidak mudah takluk dengan kecantikan wanita. Apalagi selama ini Riyan selalu di kejar-kejar banyak wanita cantik.
"Kamu sudah makan?" Tanya Riyan kepada Fara yang sedang menyandarkan kepala di pundaknya tanpa bersuara.
"Belum sempat makan. Soalnya dari bandara aku langsung ke tempat pertemuan Mas tadi." Jawab Fara sambil mengangkat kepalanya dari pundak Riyan. Dan menatap Riyan dengan sebelah tangan di letakkan di perutnya, sebagai tanda kalau dia merasa sangat lapar.
"Kalau gitu kita makan dulu. Kamu lapar kan?" Tanya Riyan dan Fara hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum bahagian.
"Sem,, kita cari makan dulu!" Ujar Riyan sambil menatap Semi yang sedang duduk membelakanginya.
Fara yang hampir tidak pernah mendapatkan perhatian dari Riyan, merasa sangat bahagia dengan sikap Riyan terhadapnya yang terkesan sedikit perduli terhadapnya. Dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya, Fara menatap ke arah tangannya yang masih berada di dalam genggaman tangan Riyan sambil berkata-kata di dalam hatinya.
" Ya Tuhan,, tolong lindungi rumah tanggaku dari segala hal yang buruk. Jangan pernah lepaskan genggam tangan ini. Walaupun persatuan antara aku dan dia, tidak di dasari cinta melainkan perjodohan.
Fara yang telah bersungguh-sungguh mencintai Riyan, sering di selimuti perasaan takut. Ketakutan Fara bukanlah sesuatu yang tidak mendasar. Dia seperti itu karena menyadari kesempurnaan suaminya, sebagai seorang laki-laki di mata para setiap wanita yang menatapnya. Ingin sekali dia mengikuti setiap langkah Riyan kemampuan Riyan pergi. Namun dia juga tidak ingin menjadikan pernikahan mereka sebagai sebuah penjara untuk Riyan.
__ADS_1
Setelah mobil terparkir, Riyan, Fara dan Semi langsung turun dari mobil kemudian melangkah masuk, ke dalam sebuah restoran yang tersedia menu makanan Indonesia. Fara melangkah mengikuti Riyan sambil sibuk mencari ponselnya yang sedang berdering di dalam tasnya. Dan tiba-tiba dia pun di tabrak seseorang yang melangkah buru-buru dari arah belakang. Karena tabrakan orang itu begitu kencang, sehingga membuat Fara langsung menabrak Riyan yang berada di depannya.
"Aaaw..." Teriak Fara setelah menghantam belakang Riyan.
"Kamu kenapa..?" Tanya Riyan yang sudah berbalik sambil meraih pundak Fara dengan tampang kaget.
"Aku di tabrak sama orang ini." Jawab Fara sambil berbalik menatap wanita yang ada di belakangnya. Yang sedang menatap Riyan dengan tatapan aneh.
"Katrin..." Panggil Riyan dengan tampang datarnya karena merasa kesal dengan apa yang baru saja terjadi.
"Siapa wanita ini Pak Riyan?" Tanya Katrin dengan tatapan tidak suka ke arah Fara.
"Dia istri Pak Riyan." Sambung Semi yang berada tepat di samping mereka, dengan ekspresi yang terlihat sombong.
Semi memang sengaja ingin menyombongkan Fara di depan Katrin yang terlihat sangat nyata menyukai atasannya. Walaupun baru melihat dan mengenali Fara, namun Semi sudah sangat yakin kalau Fara adalah wanita baik-baik, yang sangat pantas untuk Riyan. Semi juga tahu kalau atasannya itu benar-benar mencintai istri cantiknya itu. Jadi dia tidak sungkan-sungkan untuk memberitahukan siapa Fara kepada Katrin.
"Siapa dia Mas?" Tanya Fara bingung.
"Dia itu anak salah seorang pengusaha di sini. Sebentar malam Papanya mengajak aku untuk makan malam di rumah mereka." Jawab Riyan sambil menarik tangan Fara melangkah menuju sebuah meja kosong.
"Terus Mas mau pergi makan malam di rumah mereka?" Tanya Fara sambil menatap Riyan, yang sedang melangkah di sampingnya bersama Semi.
"Iya. Ngga enak kalau menolak." Jawab Riyan.
"Mas,, wanita itu ko aneh bangat,,?" Ujar Fara setelah duduk di meja kosong yang ada di paling pojok.
"Aneh gimana Bu Fara?" Sambung Semi yang duduk di hadapan pasangan suami istri itu, dengan tatapan mencari tahu ke arah Fara.
__ADS_1
"Sepertinya dia ngga suka sama aku." Jawab Fara.
"Aku tahu itu." Ujar Semi yang membuat tatapan Fara juga Riyan langsung tertuju ke arahnya.
"Maksud kamu apa Sem?" Tanya Riyan sedikit bingung dengan perkataan Semi.
"Pak Riyan,, Nona Katrin itu tidak suka melihat Ibu Fara bersama anda. Dia tu kayanya suka sama Pak Riyan. Tadi saja dia berani memeluk anda." Jawab Semi yang membuat tatapan mematikan Fara langsung tertuju ke arah Riyan, yang duduk tepat di sampingnya sambil berkata.
"Apa.. Kalian pelukan..?" Tanya Fara kaget.
"Bukan pelukan. Dia yang meluk aku tiba-tiba. Dan aku langsung menghindar." Jawab Riyan namun Fara tetap memasang tampang kesalnya. Walaupun dia sudah tidak lagi bertanya.
Melihat ekspresi Fara yang tidak kalah datar dari suaminya. Semi jadi merasa bersalah atas apa yang baru saja dia katakan. Apalagi di saat itu Riyan langsung menatapnya dengan tatapan yang tajam tanpa bersuara. Karena merasa sudah melakukan sebuah kesalahan, Semi langsung mencari akal untuk mencairkan suasana.
"Bu Fara,, setelah ini kita pergi ke mall yuk!" Ujar Semi.
"Buat apa Pak Semi?" Tanya Fara yang masih terus memasang wajah cemberutnya.
"Buat beli gaun untuk acara makan malam nanti." Jawaban Semi yang membuat Fara seketika langsung bersemangat.
"Iya aku setuju Pak Semi." Jawab Fara bersemangat.
"Gimana Mas? Kamu mau kan ajak aku ke acara makan malam itu?" Tanya Fara sambil menatap Riyan dengan tatapan mencari tahu.
"Ya aku memang harus ajak kamu. Biar kamu ngga memasang wajah seperti itu lagi." Jawab Riyan sambil menarik makanan yang baru saja di letakan oleh seorang pelayan restoran.
Mendengar jawaban suaminya, Fara langsung tersenyum sambil membayangkan penampilannya nanti malam. Fara memiliki sifat yang sama seperti Omanya, Mama Alira. Dia tidak pernah mau kalah dalam masalah menonjolkan kecantikan yang dia miliki, di depan wanita-wanita yang menyukai suaminya. Karena menurutnya, hanya dengan cara itu dia bisa menyadarkan wanita-wanita itu, kalau mereka tidak pantas menyukai apa yang sudah menjadi miliknya.
__ADS_1