Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 152. Malam Yang Panas.


__ADS_3

Malam itu suasana begitu mendukung tujuan Fara dan Riyan datang di sebuah vila yang begitu indah. Dalam kamar yang hanya di terangi cahaya lilin, Riyan dan Fara bercumbu mesra di atas ranjang tanpa sehelai benangpun. Hasrat Riyan yang selalu menggila ingin mendapatkan kenikmatan batin dari wanita cantiknya, kini terlihat lebih lembut penuh perasaan. Sedangkan Fara yang sudah terhanyut dengan ciuman suaminya, tidak mau kalah mengimbangi permainan suaminya.


Dengan nafas yang sudah mulai memburu, Riyan membaringkan tubuh Fara ke atas tempat tidur dengan tampang semakin menuntut. Dan Fara yang hanya mengikuti apa yang di lakukan suaminya, hanya menatap wajah kaku itu dengan tatapan mata yang sayu.


Tatapan mata Fara semakin membuat Riyan tak kuasa untuk menahan gejolak di dalam batinnya. Dan tanpa menunggu lama, dia langsung menjelajahi tubuh indah Fara dengan bibirnya. Sentuhan bibir Riyan di kedua bukit Fara, menciptakan kenikmatan yang tak terhingga. Sampai-sampai Fara pun mengeluarkan desahan yang terdengar begitu menuntut ingin lebih.


Suara desahan Fara seketika membuat Riyan yang tadinya begitu lembut, akhirnya menggila dalam karena merasa tertantang. Dengan mata yang terpejam, ciuman Riyan semakin turun menelusuri bagian sensitif Fara yang sudah sangat basah di bawah sana. Tanpa tahu bagaimana keadaan bukit kecil yang terlihat gundul, Riyan menenggelamkan wajahnya di bagian inti dari tubuh istri cantiknya itu.

__ADS_1


"Mas... Mas..." Suara Fara yang terdengar serak karena di pengaruhi tuntutan yang semakin menguasai dirinya.


Riyan yang sedang menyelami daerah kenikmatan dunia di bawah sana, sama sekali tidak bersuara apalagi mengangkat mukanya. Dia begitu rakus menikmati cairan yang memenuhi sekitar area terlarang itu. Tanpa ada rasa geli, Riyan menyapu bersih semua yang keluar dan menempel di mulutnya tanpa ada yang tersisa sedikitpun. Dan hal itu tiba-tiba membuat Fara mengeluarkan suara yang memenuhi ruangan kamar yang terlihat remang karena hanya ada cahaya lilin.


"Mas....Mas...." Suara teriakan Fara yang terdengar begitu kencang sambil menjambak rambut Riyan yang semakin menekan wajahnya dengan begitu rakusnya.


"Mas... Sakit Mas... Mas..." Teriakan Fara kesakitan, yang membuat Riyan langsung terkejut dengan apa yang sedang dia lakukan.

__ADS_1


Dengan segera Riyan pun mengangkat mukanya dan menatap Fara dengan tatapan yang sangat menuntut tanpa bersuara. Sedangkan Fara yang masih merasa kesakitan, hanya menatapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Melihat ekspresi Fara, Riyan jadi merasa bersalah. Dan tanpa bersuara, dia kembali menunduk. Kemudian mengecup mesra bagian yang tadi dia sakiti, sambil berkata.


"Maafkan aku. Aku tidak bisa mengendalikan diriku. Keindahan tubuhmu bagaikan candu bagiku." Ujar Riyan setelah mengecup sesuatu yang selalu membuatnya gila.


Malam itu Riyan dan Fara lalui dengan permainan panas yang sangat panjang. Riyan sama sekali tidak terlihat kelelahan berpacu tanpa henti. Sedangkan Fara yang juga di selimuti keinginan aneh di tengah malam itu, terus-menerus mengeluarkan suara seksi yang semakin meningkatkan hasrat suaminya.


Kebahagiaan Riyan juga Fara benar-benar terasa sempurna di malam itu. Cinta mereka menyatu dalam kenikmatan tiada tara. Kelelahan sama sekali tidak di hiraukan karena keinginan mereka semakin meningkat. Walaupun lahar panas itu menyembur berulang-ulang, namun itu tidak membuat Riyan terlihat lemas dalam pertempurannya.

__ADS_1


__ADS_2