
Malam itu Fara terlihat begitu sibuk dengan ponselnya. Dia sama sekali tidak memperdulikan Riyan yang juga sedang sibuk dengan laptopnya, mengerjakan pekerjaannya yang belum sempat di selesaikan. Melihat Fara yang bersikap tidak biasanya, Riyan pun merasa ada yang aneh dan segera memilih untuk bertanya.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Riyan sambil melirik Fara, yang sedang duduk di atas tempat tidur tepat di sampingnya.
"Aku lagi kirim pesan buat Mba Shelina. Soalnya dia tu pesan parfum sama aku." Jawab Fara berbohong.
"Parfum apa sih? Memangnya di sana ngga ada?" Tanya Riyan bingung.
"Ngga ada Mas. Itu parfumnya biasa saja. Tapi ngga di jual di Indonesia. Jadi dia minta aku belikan buat dia di sini." Jawab Fara tanpa menatap Riyan yang sudah kembali fokus pada laptopnya.
"Mas,, aku ke balkon dulu ya.." Ujar Fara dan langsung bergegas turun dari tempat tidur.
"Jangan lama-lama, nanti kamu masuk angin." Jawab Riyan penuh perhatian.
Fara yang lagi sibuk membalas pesan Anita, sedikit merasa terganggu dengan sikap suaminya yang banyak pertanyaan. Akhirnya dia memilih untuk menuju balkon kamar dan segera menghubungi Anita.
("Halo Ra.. Sebenarnya ada apa sama kamu? Aku ko bingung dengan apa yang kamu tanyakan." Suara Anita yang terdengar dari balik telpon.)
("Nita,, aku mau bertanya sesuatu sama kamu. Tapi kamu harus janji jangan bilang ke siapa-siapa!" Jawab Fara.)
("Iya,, aku janji Ra. Kamu ko ngga percaya sama aku sih." Ujar Anita.)
("Nita,, aku tu sebenarnya ingin hamil dan punya anak. Biar suami aku lebih perhatian lagi sama aku." Ujar Fara.)
("Menurut aku juga begitu Ra. Soalnya kelemahan laki-laki itu ada pada anak. Apalagi sekarang ini banyak wanita penggoda di luar sana. Salah satunya kakak tingkat tidak tahu malu itu." Sambut Anita mendukung apa yang di inginkan Fara.)
("Tapi aku tu takut Nita." Jawab Fara dengan kening berkerut penuh kecemasan.)
__ADS_1
("Takut apa sih Ra? Ko punya anak takut? Kamu tu lucu deh. Anak itu anugrah, bukan sesuatu yang menakutkan." Ujar Anita sambil tersenyum karena merasa lucu dengan apa yang di katakan oleh Fara.)
("Aku tu takut bikinnya. Soalnya sakit banget tahu ngga?" Jawab Fara dengan begitu polosnya.)
("Hahahahahahah." Suara tawa Anita yang terdengar begitu kencang.)
("Nita,, kamu ko ketawa..?" Tanya Fara bingung.)
Fara yang sedikit kesal dengan tingkah sahabatnya, bertanya dengan nada tinggi tanpa menyadari keberadaan Riyan di belakangnya sejak tadi. Belum sempat mendengar jawaban Anita yang masih terus terkekeh, tiba-tiba ponselnya sudah di ambil oleh Riyan, yang sudah mendengar semua pembicaraannya dengan Anita.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Riyan setelah mematikan sambungan telpon Fara bersama Anita.
"Aku,, aku hanya lagi nelpon sama Anita Mas." Jawab Fara gugup sambil berbalik menatap suaminya, yang sudah berdiri tepat di belakangnya.
"Apa yang kalian bicarakan? Kelihatannya serius banget." Tanya Riyan dengan tampang seriusnya.
"Aku mau tahu karena aku tahu semua pembicaraan kalian itu, ada kaitannya sama aku." Jawaban Riyan yang membuat Fara terdiam serentak, dengan raut wajah seketika berubah merah saking paniknya.
"Fara,, mengapa kamu harus menanyakan semua itu sama teman kamu? Tahu apa dia mengenai hal itu? Dia tu masih lajang, mana tahu dengan semua itu?" Tanya Riyan dengan tampang datarnya.
"Aku tu hanya butuh solusi Mas. Biar aku bisa mengatasi masalahku." Jawab Fara sambil menundukkan kepalanya.
"Kalau kamu memang ingin tahu solusinya, tanyakan sama Dr yang memang berada pada bidangnya. Bukan sama teman kuliah kamu. Memangnya kamu pikir ini masalah pelajaran Kampus? Sampai kamu menanyakan sama dia?" Tanya Riyan yang membuat Fara semakin bingung juga malu atas tindakannya.
"Ngga usah bertanya yang aneh-aneh sama orang lain! Besok pagi kita menemui Dr untuk menanyakan semuanya." Ujar Riyan yang membuat Fara langsung bersemangat.
Dengan begitu agresifnya, Fara segera berdiri dari tempat duduknya dan langsung mengecup bibir suaminya berulang-ulang. Tanpa sadar, hal itu membuat suami kakunya itu langsung berekspresi aneh. Pemikiran Riyan yang lagi tertuju kepada hal yang intim yang sedang mereka bahas, membuatnya semakin menegang di saat Fara mengecup bibirnya berulang-ulang. Tapi dia tetap berusaha untuk mengendalikan diri karena tidak ingin menyakiti istrinya untuk yang kesekian kalinya.
__ADS_1
"Mas,, aku tu makin cinta sama kamu." Ujar Fara sambil terus melancarkan ciuman di bibir seksi suami tampannya itu.
"Sudah Fara..! Aku tu mau kerja.." Ujar Riyan sambil berusaha menghentikannya aksi Fara yang membuat dia semakin menegang.
"Tapi aku ingin bermesraan sama kamu Mas,, ko kamu lebih pentingkan pekerjaan sih?" Rengekan Fara yang semakin melemahkan Riyan sebagai laki-laki dewasa.
"Tolong jangan seperti ini Fara..! Aku tu harus kerjaaa." Jawab Riyan sambil terus berusaha menjauh dari istrinya, yang terlihat begitu seksi dengan baju tidur transparan yang melekat pada tubuh indahnya.
Di saat Riyan semakin menolak dan menghindar, Fara malah semakin menuntut untuk bermesraan dengan Riyan. Dengan gerakan cepat, Fara langsung melompat dan memeluk tubuh kekar suaminya dengan begitu erat, karena takut terjatuh. Dan Riyan yang begitu kaget dengan apa yang di lakukan Fara, segera memeluknya dengan tiba-tiba.
"Apa yang kamu lakukan Fara..? Kamu kaya anak kecil tahu ngga..?" Tanya Riyan sambil memeluk Fara yang sudah berada di dalam gendongannya.
"Mas,, apa salahnya sih kita bermesraan? Lagian kan jarang-jarang kita seperti ini." Jawab Fara sambil mengusap wajah suaminya, yang sudah mulai mengeluarkan keringat.
"Bukannya aku ngga mau, tapi aku tu lagi sibuk. Semua itu juga aku lakukan untuk kebahagiaan kamu. Biar kamu bisa memiliki semua yang kamu inginkan tanpa meminta pada orang tuamu." Jelas Riyan mencoba untuk memberikan pengertian terhadap istrinya.
"Aku tidak menginginkan semua itu. Yang aku mau hanya kasih sayang juga kehangatan darimu Mas. Masa kamu ngga ngerti juga sih..?" Ujar Fara penuh kekesalan.
"Aku tu ngga suka bermesraan seperti itu. Karena hal itu akan menimbulkan rasa bosan dalam diri kita suatu saat nanti. Apa kamu mau merasa bosan denganku?" Tanya Riyan yang membuat Fara langsung mengembangkan senyum lebarnya sambil berkata.
"Aku tidak akan pernah merasa bosan padamu Mas. Kamu itu bagaikan candu untukku." Jawab Fara dengan tatapan menggoda.
"Ayo turun..! Aku ngga bisa mengikuti keinginanmu." Ujar Riyan yang membuat Fara langsung berekspresi datar.
Dengan raut wajah penuh kekesalan, Fara pun langsung turun dari gendongan Riyan tanpa bersuara, juga tanpa menatap wajah suaminya. Sedangkan Riyan yang sangat bingung dengan tingkah Fara yang semakin hari semakin aneh, hanya menatapnya dengan kening yang berkerut dan bergegas pergi menuju tempat tidur mereka.
Riyan semakin kebingungan dengan keagresifan istrinya. Sebenarnya dia tidak pernah tahan, di saat melihat Fara mulai menuntut. Tapi karena tidak ingin menyakiti istrinya di atas tempat tidur, akhirnya Riyan pun berusaha untuk menahan dirinya. Tapi apa yang dia lakukan itu, malah membuat Fara salah paham dan berubah kesal.
__ADS_1