
Di sebuah klub malam terbesar di kota Berlin, terlihat beberapa orang pria sedang asyik mengobrol sambil menikmati minuman di temani wanita-wanita seksi. Namun ada salah satu di antara mereka yang duduk di bangku terpisah tanpa ingin di temani wanita penghibur.
Dialah Arsen Aevar, seorang pria berpengaruh idola para wanita. Di manapun dia berada selalu menyita perhatian semua orang. Bahkan informasi tentang kehidupan dan kesuksesannya menjadi incaran berbagai media. Tetapi Arsen Aevar bukanlah orang yang mudah untuk diselidiki. Bahkan kediaman tempat tinggalnya tidak ada satupun orang bisa memasukinya tanpa izin terlebih dulu.
Arsen Aevar..
Dalam pandangan setiap orang bahkan beberapa orang temannya yakni Leon, Andreas, Marcel, dan Leonardo, Arsen Aevar adalah orang paling beruntung hidup dalam kekayaan yang tak akan pernah habis di makan tujuh turunan. Selain itu mereka pun sangat bangga memiliki sahabat seperti Arsen yang selalu ada di saat mereka butuh. Namun mereka tak pernah tahu sisi gelap dari seorang Arsen Aevar.
Masalalu kelam menjadi korban pembantaian beberapa pihak yang ingin melumpuhkan kejayaan dan kekuasaan keluarga Aevar, membuat Daniel Aevar pria lumpuh berusia 63 tahun itu, merubah seorang anak kecil menjadi monster yang sangat menakutkan. Sejak berusia 15 tahun, Arsen sudah mengikuti jejak pamannya menjadi seorang mafia yang tak punya hati saat merenggut nyawa para musuh. Dan setelah menginjak usia 20 tahun, dia di angkat sebagai Direktur Utama perusahaan Aevar yang bergerak di jalur legal, maupun ilegal juga ketua geng mafia yang selama puluhan tahun di pegang oleh Daniel.
Hari-hari yang dilalui Arsen benar-benar tersita dengan bisnis dan tujuan balas dendam, akan kematian anggota keluarga Aevar. Dia bahkan tidak punya waktu untuk memikirkan kehidupan pribadinya. Dan hal itu kini malah menjadi satu kekhawatiran Daniel, yang tidak punya siapapun selain Arsen keponakannya.
Menyadari kalau suatu saat dia akan meninggalkan Arsen seorang diri, Daniel mulai memikirkan sesuatu yang sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikiran Arsen. Daniel ingin Arsen memiliki keluarga agar dia tidak sendirian dikemudian hari. Hal itu sudah sering dia bicarakan dengan Arsen di saat sedang berdua. Namun Arsen tidak pernah menanggapi apapun yang dibicarakan olehnya.
Dan beberapa hari yang lalu, Daniel akhirnya menemukan satu jalan keluar untuk mengatasi apa yang menjadi kekhawatirannya. Dia langsung bersepakat dengan sepasang suami-istri yang pernah menyelamatkan hidup Arsen 19 tahun lalu, untuk menikahkan Arsen dengan Putri mereka yang bernama Nadira.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan Arsen, Daniel telah mempersiapkan keberangkatan mereka menuju Indonesia dua hari lagi. Dia sangat menginginkan Nadira Putri dari Rian dan Fara sepasang suami-istri penyelamat Arsen, menjadi pendamping hidup keponakannya itu.
Tepat pukul 2.30 malam, Arsen tiba di rumah dengan keadaan sedikit berantakan seperti biasanya. Dia melangkah memasuki rumah tanpa menyadari keberadaan pamannya di ruang keluarga. Melihat kedatangan Arsen, Daniel langsung bersuara yang membuatnya langsung terkejut.
"Arsen.. Mengapa setiap malam kamu harus pulang selarut ini?" Tanya Daniel yang sedang duduk bersandar pada sofa di ruang keluarga.
"Paman juga mengapa setiap malam seperti seorang Ibu menunggu kepulangan ku? Aku ini sudah dewasa. Tidak akan ada orang yang berani macam-macam dengan seorang Arsen Aevar, ketua geng mafia yang bisa menjelma sebagai malaikat pencabut nyawa kapanpun dan dimanapun." Arsen terlihat begitu tenang saat mengatakan semua itu.
"Arsen,, kamulah satu-satunya harta paling berharga yang Paman miliki.Dunia Paman akan runtuh kalau sampai terjadi apa-apa denganmu. Sekarang Paman sudah tua. Suatu hari kita mungkin akan berpisah untuk selamanya. Paman tidak ingin meninggalkanmu seorang diri di dunia ini." Dengan suara bergetar Daniel kembali mengungkapkan kekhawatirannya.
"Paman,, mengapa harus membicarakan itu lagi? Aku belum siap mendatangkan orang lain dalam kehidupan kita. Biarkan aku menjadi milikmu satu-satunya, dan kamu milikku satu-satunya. Aku tidak ingin ada orang lain di antara kita." Kata-kata Arsen benar-benar menyentuh hati Daniel.
"Ya sudah Paman. Aku istirahat dulu. Besok aku harus bangun pagi untuk melihat hasil pemeriksaan Paman." Arsen berucap hendak melangkah pergi. Tapi Daniel kembali menahannya.
"Tunggu dulu! Ada satu hal yang ingin Paman sampaikan. Dua hari lagi kita akan berangkat ke Indonesia. Om Rian dan Istrinya ingin bertemu denganmu. Paman sudah menyiapkan semuanya untuk keberangkatan kita." Ucap Daniel sambil menghapus cairan bening dari kedua sudut matanya yang tadi hampir menetes.
"Lakukan apapun yang Paman inginkan. Aku akan mengikutinya." Jawab Arsen dan langsung pergi meninggalkan Daniel seorang diri di ruang keluarga.
__ADS_1
Dengan tatapan sendu, Daniel menatap Arsen yang hendak memasuki lift menuju lantai atas, sambil bergumam di dalam hati.
'Maafkan Paman. Paman melakukan semua ini demi kebaikanmu. Kamu harus punya pendamping hidup. Biar kalau Paman pergi meninggalkan mu suatu saat nanti, kamu sudah punya orang lain yang bisa menghiburmu. Paman ingin melihat kebahagiaanmu bersama wanita yang tepat untuk menjadi Ibu dari anak-anak kamu nanti.'
Ternyata selama satu tahun berlalu, Daniel telah menyembunyikan penyakit yang kapanpun bisa merenggut nyawanya dari Arsen.Yang mengetahui keadaannya hanyalah seorang Dokter dan wanita berusia 45 tahun bernama Tati, warga negara Indonesia yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah itu, sejak Arsen datang ke dalam kehidupan Daniel.
Kanker paru-paru yang diderita Daniel sudah sangat parah. Dia bahkan sering mengeluarkan darah dari mulut saat batuk. Namun dia selalu berusaha untuk tidak menunjukkan keadaannya yang sebenarnya di depan Arsen juga orang lain. Dia juga minta kepada Dokter dan Tati pembantunya untuk merahasiakan penyakitnya itu. Daniel tidak ingin membuat Arsen terbebani dan bersedih apabila mengetahui keadaannya.
Setelah melepaskan pakaiannya, Arsen langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, sambil menatap foto dia dan Pamannya yang tergantung di dinding kamar. Dari tatapannya, terlihat jelas betapa besar rasa sayangnya terhadap pria lumpuh yang telah merawatnya sejak berusia 5 tahun, dengan penuh cinta sebagai orang tua tinggal.
Dari Daniel Arsen dapat merasakan kehadiran seorang Ayah. Namun semua itu tidak membuatnya lupa, akan kedua orang tua kandungnya yang tidak pernah bersatu dalam sebuah pernikahan. Betapa malang takdir hidup yang dilalui Arsen. Dia tidak hanya tumbuh tanpa sentuhan kasih kedua orang tuanya. Tapi dia juga terlahir sebagai seorang anak haram tanpa adanya status pernikahan kedua orang tuanya.
Apa yang dialami Arsen, tidak membuatnya lemah ataupun berputus asa dalam menjalani hari-harinya selama 24 tahun berlalu. Dia sangatlah tegar menghadapi takdir hidup yang begitu kejam padanya. Namun tidak ada yang mengetahui apa yang dirasakan Arsen selama ini, hidup sebagai seorang anak tanpa kehadiran kedua orang tua. Sikap dinginnya begitu sempurna menutupi rasa kesepiannya, menjadi yatim piatu sejak kecil.
Hujan yang turun sejak dini hari tak kunjung berhenti sampai hari berganti pagi. Di balik selimut Arsen masih terlelap menikmati alam mimpinya. Tapi tiba-tiba dia pun terbangun dalam keadaan terlentang dengan kedua mata terbuka lebar. Buru-buru dia segera duduk sembari membuka selimut yang masih menutupi sebagian tubuhnya. Dan betapa terkejutnya dia melihat bagian depan celananya basah akibat mimpi yang baru saja dialaminya.
"Apa yang terjadi denganku? Siapa wanita di dalam mimpiku tadi? Mengapa semua terasa begitu nyata?" Arsen yang baru saja mengalami mimpi basah, mulai kebingungan dengan sosok wanita di dalam mimpinya barusan.
__ADS_1
Entah sosok wanita seperti apa yang membuat Arsen begitu terkejut, setelah bangun dari tidurnya. Apakah sosok iblis, atau malah sosok bidadari yang sudah memuaskan hasratnya di dalam mimpi itu. Dengan wajah kusut, dia pun beranjak turun dari tempat tidur melangkah menuju kamar mandi. Di bawah guyuran air shower, Arsen masih tetap terlihat bingung dengan sosok wanita di dalam mimpinya. Karena wanita itu sama sekali tidak pernah dia jumpai di dunia nyata.