
Keputusan yang sudah di ambil oleh Faris, sangat di dukung sepenuhnya oleh Alfa. Tapi sebagai seorang Ibu, Aleta merasa sangat berat melepaskan putri satu-satunya, ke negara asing yang terbilang sangat bebas. Kekhawatiran yang begitu besar kepada putrinya, membuat Aleta akhirnya memilih untuk mengambil satu keputusan, yang sebelumnya belum pernah mereka bicarakan.
"Mas,, aku akan mendukung keputusanmu, kalau memang itu yang terbaik untuk putri kita. Tapi aku mau kamu menerima apa yang menjadi keinginanku." Ujar Aleta yang membuat tatapan semua yang ada di situ jadi tertuju padanya.
"Apa yang kamu inginkan?" Tanya Faris kepada istrinya.
"Jujur aku sangat berat melepaskan Fara untuk melanjutkan kuliahnya di Amerika. Karena di sana terlalu bebas Mas, apalagi dia anak perempuan." Perkataan Aleta yang membuat Fara merasa lega. Tapi Faris yang sudah bulat dengan keputusannya, tidak menerima alasan apapun. Dia malah semakin bulat dengan keputusannya.
"Aleta,, semua ini demi kebaikan Fara. Lagian di sana ada Riyan, jadi dia tidak sendiri." Ujar Faris dengan tatapan serius kepada Aleta.
"Iya Mas,, aku tidak bermaksud menentang keputusanmu. Aku hanya menghawatirkan Fara di sana, tinggal serumah dengan Riyan tanpa ada ikatan yang resmi. Nanti jadinya timbul fitnah." Ujar Aleta yang langsung di setujui kedua mertuanya.
"Ya kalau Mama ngga mau dia tinggal serumah dengan Riyan, dia kan bisa tinggal sendiri." Sambung Alfa berusaha meyakinkan Mamanya.
"Terus mau kamu gimana?" Tanya Faris kepada istrinya dengan nada suara yang rendah, karena merasa alasan istrinya itu ada benarnya. Dan itu juga yang sedang di pikirkan oleh Papa Fahri, Mama Alira, Almira, juga suaminya yang berada tepat di sampingnya. Mereka semua membenarkan jalan pikiran Aleta.
"Kalau bisa, mending Fara sama Riyan di nikahkan segera baru mereka sama-sama ke Amerika." Jawaban Aleta yang membuat Fara yang sejak tadi terdiam langsung terkejut dan bersuara.
__ADS_1
"Ma... Apa ngga salah Mama ngomong kaya gitu? Aku tu baru semester 4, masa sudah mau di nikahin? Lagian aku kan belum kenal, juga belum pernah melihat Mas Riyan." Fara dengan segera langsung membantah perkataan Mamanya. Kemudian dia berdiri dan berlari menuju tangga dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Fara begitu sedih mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Mamanya. Dia merasa seperti keluarganya sudah tidak menginginkannya, sehingga mau melepas tanggung jawab kepada laki-laki, yang sudah di jodohkan dengannya sejak dia belum lahir, yang tidak lain adalah sepupunya sendiri.
Melihat ekspresi Fara, Aleta, Mama Alira, juga Almira langsung merasa kasihan dengannya. Ketiga wanita itu merasa tidak tega harus memaksa Fara untuk segera menikah. Apalagi Fara itu tidak bisa melakukan apapun sebagai seorang wanita. Hidup dalam keluarga kaya raya yang semuanya sudah ada yang kerjakan, membuat Fara tidak pernah melakukan apapun di dalam rumah.
Sedangkan Fara yang sudah berada di dalam kamarnya, sedang menangisi nasibnya yang akan di ikat dengan laki-laki yang sama sekali belum pernah dia lihat. Selama ini Fara tidak pernah tahu tentang sosok Riyan walaupun hanya melewati sosial media.
Pernah timbul rasa penasaran di dalam hati Melda, dengan sosok Riyan calon suaminya sekaligus sepupunya itu. Tapi di saat dia membuka semua sosial media milik Riyan, maupun milik Om dan Tantenya di Malaysia, dia sama sekali tidak melihat ada foto laki-laki lain selain foto Reza di dalamnya. Ternyata Riyan memang sangat tidak suka wajahnya di posting dalam sosial media miliknya, maupun orang tuanya.
Sifat Riyan begitu aneh. Di zaman yang modern ini, semua kalangan berlomba-lomba untuk memposting foto juga kegiatan mereka di berbagai sosial media, terutama orang-orang yang berasal dari keluarga konglomerat seperti mereka. Tapi dia malah ngga suka, bahkan dia juga melarang kedua orang tuanya untuk memposting fotonya di sosial media mereka.
Walaupun melihat Fara begitu sedih dengan keputusan yang sudah mereka ambil, tidak sedikitpun membuat hati Faris luluh. Faris yang begitu tegas dalam membuat satu keputusan, langsung memilih untuk menelpon Melda, dan mengatakan apa yang sudah menjadi keputusannya. Dan tanpa menunggu lama, Melda juga Reza langsung menyetujuinya dengan senang hati.
Melda dan Reza begitu bersemangat mendengar keputusan yang sudah di ambil oleh keluarga mereka di Indonesia. Memiliki satu orang anak, membuat mereka sangat kesepian. Apalagi di saat Riyan pergi ke Amerika meninggalkan mereka berdua di dalam rumah yang begitu besar. Dan selama ini harapan mereka, hanyalah ingin memiliki cucu dari putra semata wayang mereka itu.
Selesai membicarakan pernikahan Fara dan Riyan yang akan segera di langsungkan dalam waktu dekat, Aleta langsung melangkah menuju kamar putrinya. Sampainya di depan pintu, langkah Aleta tiba-tiba tertahan, di saat melihat putri satu-satunya sedang terduduk di atas tempat tidurnya dengan berlinang air mata.
__ADS_1
Menyadari keberadaan Mamanya, Fara dengan segera langsung menghapus air matanya dan merengek, meminta Mamanya untuk membatalkan rencana pernikahannya, yang sudah mereka ambil tanpa meminta persetujuannya sama sekali. Tapi Aleta yang tidak bisa melakukan apa yang di minta oleh Fara, segera duduk dan memeluk putrinya itu sambil berusaha membuatnya mengerti.
"Sayang,, kamu tahu sifat Papa kamu kan? Dia tidak akan pernah menarik kata-kata yang sudah dia keluarkan. Cepat ataupun lambat, kamu pasti akan menikah dengan Riyan. Jadi percuma kamu menolaknya. Lagian kamu juga kan belum mengenalinya, jadi kamu belum bisa pastikan perasaanmu yang sebenarnya." Aleta berkata-kata sambil mengusap-usap punggung Fara.
"Dia itu orang yang sangat misterius Ma! Bagaimana aku bisa mengenalinya? sosial medianya saja tidak ada satupun fotonya. Dan begitu juga dengan punya Om Reza dan Tante Melda." Ketus Fara yang masih berada di dalam pelukan Mamanya.
"Oooo,, berarti kamu sudah pernah mencari tahu tentang dia?" Tanya Aleta sambil melepaskan pelukannya, dan menatap Melda dengan tatapan mencari tahu.
"Memangnya aku salah Ma,,? Kalau ingin tahu tentang calon suamiku sendiri?" Tanya Fara dengan tampang cemberutnya.
"Kalau kamu masih penasaran, Mama punya foto Riyan." Ujar Aleta sambil tersenyum menatap putrinya yang cemberut seperti anak kecil.
"Mama bohong kan? Semua sosial media mereka sudah aku lihat, tapi ngga ada fotonya." Ujar Fara dengan tatapan tidak percaya.
Melihat putrinya yang begitu tidak percaya padanya, Aleta dengan segera langsung mengarahkan layar ponselnya, ke arah Fara yang membuat Fara seketika terdiam seribu bahasa.
__ADS_1
"Itu Riyan calon suami kamu." Ujar Aleta kepada putrinya yang sedang tersenyum, sambil menatap gambar Riyan yang ada di ponselnya tanpa bersuara.