Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 103. Riyan Yang Bahagia Dengan Khyalannya.


__ADS_3

Suasana hati yang sedang bahagia, terpancar dari raut wajah jelita yang sedang bersandar, pada dada bidang belahan jiwanya dengan begitu manja. Kebahagiaan yang di rasakan Fara, membuatnya sampai tidak bisa untuk berkata-kata. Dia hanya bisa menatap tanpa arah sambil tersenyum, menghayal kan keromantisan yang akan terjadi di villa nanti.


"Pak Riyan,, apa kita bisa bersiap-siap sekarang? Soalnya istriku sedang menunggu." Tanya Semi kepada Riyan yang masih tetap fokus dengan ponsel di tangannya.


"Iya,, kita langsung bersiap-siap saja. Tidak aman buat seorang wanita menunggu di bandara tanpa ada yang menemaninya. Apalagi di negara asing seperti ini." Jawab Riyan sambil menatap Fara, yang terlihat begitu nyaman bersandar pada dada bidangnya.


"Fara,, Fara.. Apa yang kamu lamunkan?" Tanya Riyan yang membuat Fara seketika jadi kaget.


"Apa-apaan sih kamu Mas..? Kagetin orang saja. Apa kamu tidak bisa sedikit lembut sama istrimu yang cantik ini?" Ujar Fara yang langsung berdiri dan melangkah pergi, meninggalkan Riyan yang hanya menatapnya datar.


"Dasar wanita ganjen. Di tanya gitu aja malah marah." Riyan berkata-kata dengan kening berkerut, karena merasa sedikit kesal terhadap Fara.

__ADS_1


Melihat tingkah Fara yang begitu polos dan lugu. Juga ekspresi Riyan yang sangat datar menanggapi istri cantiknya itu. Semi hanya bisa tersenyum di depan lemari sambil membereskan semua pakaiannya, untuk di masukin ke dalam koper yang sudah dia siapkan. Semi merasa sangat lucu melihat pasangan pengantin baru itu. Perbedaan sifat mereka benar-benar menciptakan suasana, yang membuat Semi selalu ingin tertawa. Tapi karena tidak berani, akhirnya dia hanya bisa tersenyum tanpa suara. Tanpa Semi ketahui, ternyata Riyan yang masih tetap duduk di sofa. Sedang melihatnya dengan tatapan yang terlihat aneh.


"Sem,, ada apa sama kamu? Kamu ko senyum-senyum sendiri?" Tanya Riyan dengan tampang kebingungan.


"Aku,,, aku hanya senang aja Pak, karena mau bertemu istriku." Jawab Semi berbohong dengan begitu gugupnya, karena terkejut dengan suara Riyan.


"Sem,, kalian kan menikahnya sudah lama. Ko kamu masih tetap seperti orang kasmaran? Padahal sifat istrimu kan sama seperti istriku yang tidak bisa untuk diam. Apa kamu tidak merasa resah dengan semuanya?" Tanya Riyan bingung.


"Pak,, wanita seperti itulah yang selalu membuat para laki-laki selalu dan selalu merasa penasaran. Bila jauh dari mereka, dunia terasa begitu hampa, seperti di saat jingga menghiasi langit senja." Jawaban Semi yang begitu indah seperti seorang pujangga.


"Hahahaha... Iya Pak. Apalagi kalau nanti mereka mengandung. Kita tu sampai tidak bisa untuk tidur saking reportnya, mengikuti kemauan mereka yang selalu menuntut macam-macam.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Semi yang memang sudah memiliki anak dari istrinya. Riyan seketika jadi terdiam, dan terlihat seperti sedang membayangkan sesuatu. Dari senyum yang terukir di wajah tampannya, bisa di pastikan Riyan, kalau laki-laki kaku yang berada di depannya itu, sedang menghayalkan sesuatu yang membuatnya merasa bahagia.


"Pak,, apa anda tidak berencana untuk memiliki anak?" Tanya Semi sambil berbalik membelakangi Riyan, yang saat itu sedang berada di dalam dunia khayalan.


"Aku belum siap untuk memiliki anak. Dan aku yakin, Fara juga belum siap untuk semua itu. Apalagi kita berdua kan masih kuliah. Akan sangat berat menjalankan peranan kita sebagai orang tua sekaligus pelajar." Jawab Riyan dengan tampang yang terlihat seketika lesu.


"Iya Pak. Memiliki anak itu tidak boleh buru-buru. Semuanya harus di rancang dengan baik. Apalagi yang seperti anda katakan. Kalau akan sangat sulit menjalankan dua peranan, dalam situasi yang belum di tentukan." Ujar Semi sambil memasukan pakaiannya ke dalam koper.


"Iya. Aku akan memiliki anak. Di saat aku dan Fara sudah siap untuk menjadi orang tua seutuhnya." Sambung Riyan.


Di saat Riyan dan Semi sedang membahas tentang anak. Fara yang begitu bersemangat sedang heboh mengukur beberapa baju tidur seksi yang di belikan Omanya untuk rencana bulan madu yang belum terlaksana. Fara yang sudah merasakan sentuhan dari suaminya. Tidak bisa untuk menahan diri di saat membayangi sesuatu yang romantis seperti villa yang akan mereka datangi.

__ADS_1


"Aku harus terlihat cantik dan seksi di villa nanti. Biar Mas Riyan semakin tergila-gila sama aku wanita cantik dan mempesona ini." Fara berkata-kata sendirian sambil menatap seluruh tubuhnya dari ujung rambut sampai kepala dari cermin besar yang ada di depannya. Tapi tiba-tiba Fara pun jadi kaget dan merasa sedikit kesal di saat tatapan matanya tepat berada di bagian bawahnya.


"Sebel bangat aku sama bukit yang menjulang ini. Rasa-rasanya aku ingin memahat sebagiannya. Kenapa punyaku harus setebal ini? Risih aku jadinya. Belum lagi rumputnya yang cepat panjang. Sudah terlihat seperti lembah hantu saja." Fara berkata-kata penuh kekesalan tanpa menyadari keberadaan Riyan di belakangnya.


__ADS_2