
Cinta adalah rasa yang datang tanpa alasan. Apalagi terhadap seseorang yang dingin dan kaku seperti Riyan. Hubungan yang di bangun dengan satu tujuan kebencian. Telah di sempurnakan dengan hadirnya cinta. Dan cinta yang telah tumbuh di dalam hatinya mampu merubah tujuannya, menjadi sebuah harapan akan kebahagiaan.
"Mas,, alasan apa sampai kamu bisa mencintaiku?" Tanya Fara sambil melingkarkan tangannya di lengan Riyan. Yang hanya terdiam di sampingnya.
"Apa perlu aku menjawab itu sekarang? Ini sudah malam Fara. Kamu tu harus tidur." Ujar Riyan sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi pesawat.
"Tapi aku ingin tahu Mas." Jawab Fara yang terkesan sedikit memaksa.
"Aku tidak tahu alasan apa sampai aku bisa mencintai wanita seperti dirimu. Yang memiliki sifat jauh berbeda denganku. Tapi satu yang aku tahu, aku sangat bahagia hidup bersamamu saat ini." Jawaban Riyan yang membuat Fara langsung bertingkah.
"Berarti kamu itu sudah sangat mencintaiku Mas. Iya kan..?" Tanya Fara sambil menatap Riyan dengan tatapan yang begitu centil.
"Fara,, jadi wanita itu jangan terlalu centil. Nanti kalau ada laki-laki lain di luar sana yang menggodamu, kamu akan ganjen seperti ini." Ujar Riyan yang membuat Fara semakin bersemangat untuk menggodanya.
"Kamu cemburu ya Mas..? Perasaan aku tu ngga centil-centil amat. Tapi kalau sampai aku seperti ini di luar sana, jangan salahkan aku dong Mas..!" Ujar Fara sambil menatap Riyan yang semakin berekspresi datar.
"Makanya Mas,, jadi laki itu jangan terlalu dingin. Nanti istrinya beku baru tahu rasa." Tambah Fara sengaja memancing suaminya.
"Awas saja kamu kalau sampai bersikap centil seperti ini di luar sana." Ujar Riyan sambil menatap tajam ke arah Fara, yang masih terus tersenyum menatapnya.
"Memangnya kalau aku bersikap seperti ini di luar, Mas mau lakuin apa?" Tanya Fara sambil terus menggoda Riyan dengan senyuman yang terukir di wajah cantiknya.
"Kalau sampai kamu bersikap seperti ini pada laki-laki lain, akan aku kasih pelajaran biar kamu kapok." Jawab Riyan tanpa menatap Fara.
"Tapi pelajaran seperti apa Mas? Aku kan pengen tahu.." Desak Fara.
"Aku belum kepikiran pelajaran seperti apa yang pantas, untuk menghukum wanita centil seperti kamu." Jawab Riyan.
__ADS_1
"Kalau aku sudah kepikiran lo Mas." Ujar Fara dengan senyum yang terlihat semakin aneh.
"Kepikiran apa?" Tanya Riyan bingung.
"Kepikiran hukuman yang pantas buat aku." Jawab Fara segera.
"Kalau menurut aku ya Mas,, bagusnya kamu hamili aku! Biar laki-laki di luar sana tahu, kalau wanita cantik ini sudah bersuami.. Benar kan..?" Jawaban Fara yang membuat Riyan seketika jadi gugup.
"Apa-apaan kamu? He... Kamu itu kuliahnya belum apa-apa. Masak air saja ngga bisa, bagaimana mau ngurus anak?" Riyan berkata-kata tanpa menatap Fara, yang sangat bersemangat dengan apa yang dia pikirkan saat itu.
"Mau ya Mas..!" Ujar Fara sambil menggoyang-goyangkan lengan Riyan.
"Mau apa..?" Tanya Riyan pura-pura tidak paham.
"Buat aku hamil." Jawab Fara yang membuat Riyan semakin salah tingkah.
"Ngga mau. Aku pengen hamil Mas.. Biar ngerasain sesuatu yang beda." Rengek Fara yang membuat Riyan semakin salah tingkah karena takut di dengar orang.
"Oke,, aku akan usahakan itu. Tapi berhenti untuk merengek seperti ini! Bikin anak itu tidak seperti membeli hadiah di tokoh. Semuanya butuh proses." Jawab Riyan tanpa berpikir panjang.
Dengan terpaksa Riyan akhirnya mengiyakan apa yang menjadi keinginan istrinya saat itu. Tanpa berpikir panjang dia pun menjawab pertanyaan yang tidak pernah terlintas di dalam pikirannya, selama mereka menikah. Karena bagi Riyan, dia ingin memiliki anak tapi itu setelah Fara sudah tidak punya kesibukan di luar rumah. Apalagi Riyan tahu, kalau Fara tidak sekuat wanita di luar sana. Yang bisa beraktivitas walaupun dalam keadaan hamil.
Di saat Riyan sedang kebingungan memikirkan apa yang baru saja dia katakan, Fara malah sedang menghayal apabila dia sudah hamil dan memiliki anak dari Riyan. Dan tidak berapa lama, dia kembali berkata-kata sambil tersenyum menghayalkan sesuatu.
"Pasti aku akan lebih seksi kalau aku hamil. Aku lebih berisi, dan lebih lucu." Fara berkata-kata sendiri sambil menatap tanpa arah, dengan senyuman yang semakin lebar.
Melihat ekspresi istrinya, Riyan semakin serba salah dengan apa yang di inginkan oleh istri cantiknya itu. Tapi dia juga tidak ingin mengecewakan Fara apabila dia tidak mengiyakan permintaannya.
__ADS_1
"Mas,, kamu suka ngga kalau aku semakin berisi?" Tanya Fara sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Riyan.
"Sampai kapan kamu terus bertanya? Apa kamu ngga ngantuk..?" Tanya Riyan yang sudah mulai kesal dengan Fara yang tidak bisa untuk diam.
"Aku kan hanya ingin tahu Mas. Ngga usah marah-marah dong! Lagian aku tu sudah tahu walau kamu tidak mau jawab." Ujar Fara sambil mengangkat kepalanya dari dada Riyan, dan melirik Riyan dengan senyum menggoda.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Riyan bingung melihat ekspresi Fara.
"Kamu tu lucu deh Mas. Di depan banyak orang kamu malu. Tapi kalau di atas ranjang, kamu tidak berhenti memujiku walaupun aku tidak bertanya ataupun memintanya." Jawaban Fara yang membuat Riyan langsung menatapnya bingung.
"Perasaan aku ngga pernah memujimu. Kamu saja yang selalu ingin di puji. Makanya kamu suka bermimpi kalau aku yang memujimu." Ujar Riyan.
"Itu semua nyata ko Mas, bukan mimpi." Ujar Fara penuh keyakinan.
"Memangnya pujian seperti apa yang aku katakan? Soalnya aku sama sekali tidak merasa pernah memujimu." Tanya Riyan sambil melirik Fara yang juga sedang menatapnya.
"Malam itu di saat kamu mabuk, kamu tu melakukan semuanya sambil mengucapkan kata-kata yang membuat aku jadi kaget.
"Memangnya apa yang aku katakan?" Tanya Riyan yang sudah mulai penasaran.
"Sayang,, kamu tu sempurna banget luar dalam. Walaupun tubuhmu tidak terlalu berisi, tapi punya kamu yang ini begitu menggoda. Aku suka banget sama yang padat juga tembem seperti ini. Itu yang kamu katakan di malam itu." Jelas Fara yang membuat Riyan langsung mematung, dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan.
"Dan bukan hanya itu saja. Kamu juga begitu rakus melahapnya. Sampai-sampai aku menarik rambutmu karena kamu menggigitnya." Tambah Fara yang membuat Riyan langsung menutup mulutnya dengan sebelah tangan sambil berbisik.
"Malu di dengar orang.." Ujar Riyan sambil menutup Mulut Fara yang ada di dalam pelukannya.
Melihat ekspresi juga sikap suaminya, membuat Fara jadi tersenyum tanpa bisa berkata-kata lagi. Sedangkan Riyan yang begitu malu mengingat kejadian malam itu, seperti apa yang di katakan oleh Fara, hanya terdiam tanpa berani menoleh ke sekeliling mereka.
__ADS_1